Ustadz Muda Adalah Jodohku

Ustadz Muda Adalah Jodohku
Rapat Keluarga


__ADS_3

Tiba-tiba dihandphone nya Habibi ada notif telepon yang terjawab dari umi Aminah yang tadi telepon Habibi pas lagi ngajar makanya Habibi pun langsung hubungin lagi uminya tersebut karena Habibi takutnya ada apa-apa dengan uminya tersebut.


"Assalamualaikum umi, ada apa hubungi Habibi dan maaf Habibi tadi tidak angkat telepon umi, karena Habibi lagi ngajar..." Habibi yang langsung hubungin uminya pas tau kalau uminya Tadi telpon dirinya tersebut.


"Walaikumsalam nak, ini ayah bilang ke umi, kalau kamu suruh pulang ke sekarang karena ada yang mau dibicarakan sama K.H. Yusuf sama kamu dan umi sama ayah pun juga jadi kamu hari ini langsung pulang kesini yah, soalnya gak enakan sama K.H. Yusuf kalau kamu nolak permintaan beliau..." Uminya yang langsung bilang suruh Habibi pulang ke kampung halamannya karena kakek Yusuf ingin bilang sesuatu kepadanya dan orangtuanya juga.


"Baiklah, nanti Habibi pulang kesana, yaudah Habibi siap-siap dulu yah umi, assalamualaikum..." Habibi yang langsung pamit ke uminya untuk siap-siap berangkat kesana untuk menemui gurunya tersebut.


Habibi pun langsung hubungin temannya tersebut untuk pulang hari ini karena dirinya ingin pulang ke kampung halaman dan temannya pun langsung mengiyakan perkataan Habibi tersebut tanpa basa-basi sedikitpun sebenernya juga temannya gak enakan sama Habibi yang harus cukup lama gantikan dirinya tersebut jadi yaudahlah temannya harus balik secara cepat walaupun Masa cutinya belum selesai.


Habibi pun balik ke apartemennya untuk ambil baju-bajunya tersebut kemudian Habibi langsung naik taksi kemudian naik bis tadinya temannya minta Habibi bawa mobilnya tapi Habibi menolak karena Habibi gak mau repotin temannya jadi Habibi memutuskan naik bis yang langsung jalan tanpa berhenti sedikit pun karena gak enakan sama gurunya yang nungguin dirinya tersebut.


Akhirnya sampailah dikampung Halamannya tersebut, Habibi langsung menuju ke rumahnya untuk ganti pakaian yang rapi karena harus berhadapan dengan gurunya Tersebut terus juga orang tuanya udah jalan duluan kesana karena orang tuanya kerja juga disana.


Sampailah Habibi di pesantren dengan penampilan rapinya dan di sapa oleh para santri dan santriwati yang melewati dirinya tersebut sama berikan dirinya senyuman juga karena mereka semuanya udah lama tidak ketemu Habibi selama Habibi yang harus pindah ke Jakarta buat gantikan temannya tersebut jadi para santri dan santriwati pun kaget dengan kedatangan Habibi yang tiba-tiba disana.


"Assalamualaikum umi, mana ayah..." sapa Habibi kepada uminya dan menanyakan keberadaan ayahnya tersebut kepada uminya.


"Ayah lagi ngajar, terus ayah minta umi suruh nungguin disini, bentar lagi juga ayah selesai ngajarnya, oiya gimana ngajar kamu dijakarta..." Uminya yang menjawab pertanyaan Habibi yang menanyakan keberadaan ayahnya tersebut dan umi juga nanya tentang ngajarnya Habibi dijakarta.


"Ohh gitu yaudah, Alhamdulillah umi ngajar Habibi dijakarta lancar dan diterima baik dari mereka semuanya.. " Habibi yang langsung menjawab pertanyaan uminya tentang ngajarnya tersebut.


" Alhamdulillah kalau ngajar kamu lancar, umi jadi ikut senang..." Uminya yang langsung senang pas anaknya bilang kalau dirinya ngajar lancar disana dan diterima baik juga disana.


"Assalamualaikum..." Tiba-tiba ayah ibrahim pun datang di depan mereka berdua yang sedang asyik obrol.


"Walaikumsalam ayah..." Habibi pun langsung jawab salam dari ayah ibrahim sambil mencium tangan ayahnya tersebut.


" Kamu udah nungguin ayah lama disini..." ayah ibrahim yang nanya ke Habibi tentang berapa lama nungguin ayah ibrahim tersebut.

__ADS_1


" baru aja datang yah jadi gak terlalu lama kok Habibi datangnya..."jawab Habibi kepada ayahnya tersebut.


"Yaudah, ayo kita nemuin K.H. Yusuf sama anaknya dan cucunya juga yang udah nungguin kita datang kesana..." ajak ayah ibrahim kepada umi Aminah sama Habibi untuk menemui kakek Yusuf dan kelurganya.


* Ada apa nih, kenapa ada Zahra sama orang tuanya juga ikut nungguin aku, batin Habibi yang binggung pas dengar kalau orangtuanya Zahra sama Zahra nungguin dirinya disana.


Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang selama ini Zahra hindari dan Zahra pun binggung kenapa laki-laki tersebut ada disini, kapan dia sampai disini.


"Kak Habibi...." Zahra yang kaget tentang kedatangan Habibi yang tiba-tiba udah ada di pesantren.


*kenapa dia ada disini, Batin Zahra yang langsung bangun dari duduknya karena Zahra kaget tentang kedatangan Habibi dengan kedua orangtuanya tersebut.


"Assalamualaikum Zahra..." Habibi pun memberanikan dirinya untuk sapa Zahra yang sudah lama tidak bicara lagi dengan Zahra.


"Walaikumsalam kak Habibi..." Zahra pun langsung jawab salam dari Habibi dengan gugupnya karena udah lama tidak bicara lagi dengan Habibi.


"Ayo, kalian duduk disini..." Suruh kakek Yusuf kepada Habibi dengan keluarganya untuk duduk dan mulailah obrolan yang serius dari kakek Yusuf kepada Yusuf bersama keluarganya.


"silahkan Abi..." jawab ayah Suryadi kepada kakek Yusuf untuk mulai bicara.


"Baik, Zahra... kakek mau bilang sama kamu, kalau kamu udah kakek jodohkan dengan Habibi, terus kakek udah bilang sama ayah dan ibu kamu soal ini, Alhamdulillah ayah sama ibu kamu setuju dengan permintaan kakek yang ingin kamu nikah sama Habibi, jadi kakek kasih waktu seminggu buat kamu mikirin soal ini dan segera berikan kakek jawaban dari hati kamu yang tulus yah jangan ada paksaan sedikitpun..." Jelas kakek Yusuf kepada Zahra mengenai Zahra yang akan nikah sama Habibi.


*Apaaan aku mau nikah sama kak Habibi, batin Zahra yang kaget pas tau kalau dirinya mau dinikahi oleh kakeknya kepada Habibi.


"Untuk kamu Habibi, Kiyai tidak memaksakan kamu buat terima jodohan ini karena kiyai gak mau kamu terima jodoh ini gara-gara gak enakan sama kiyai, jadi kiyai juga kasih waktu kamu seminggu buat mikirkan masalah ini dan segera berikan kiyai jawaban dari hati kamu yang tulus yah..." Kakek Yusuf juga bilang ke Habibi mengenai jodohan ini dan berikan waktu juga buat Habibi mikirkan soal ini.


"Baik kiyai, saya akan mikirkan ini baik-baik dan saya akan berikan jawaban yang terbaik kepada kiyai..." Jawab Habibi kepada kakek Yusuf mengenai perjodohan ini.


"Baik kakek, aku akan mikirkan soalan ini selama seminggu dan aku akan berikan jawaban segera kepada kakek mengenai soalan ini .." Zahra yang akan menjawab permintaan kakeknya tersebut dengan segera.

__ADS_1


"baik, kakek akan tunggu jawaban kamu sama kamu juga Habibi, kiyai akan tunggu jawaban kamu, jadi kamu sama Zahra segera shalat tahajud untuk minta bantuan Allah mengenai soal ini..." Kakek Yusuf yang minta mereka berdua untuk shalat tahajud biar dipermudahkan jalan hatinya tersebut untuk menjawab perkataan kakek Yusuf tadi.


Akhirnya mereka semuanya pun bubar dari tempat duduk dan mereka semuanya pun balik ke tempatnya masing-masing, orang taunya Habibi pun sudah pulang duluan sedangkan Habibi yang lagi bertanya kepada temannya yang selama ini gantikan dirinya ngajar dipesantren tersebut selama dirinya dijakarta.


Zahra sama orangtuanya pun balik ke rumah kakeknya yang gak jauh dari pesantren karena kakek Yusuf juga bisa mantau santri dan santriwati dari rumahnya atau supaya kakek Yusuf tidak kesepian juga makanya kakek yusuf bikin rumah yang dekat dengan pesantrennya tersebut.


Tiba-tiba Zahra gak bisa tidur karena Zahra masih kepikiran soal perkataan kakek Yusuf tadi makanya Zahra gak bisa tidur dan Zahra pun memutuskan untuk keluar rumah biar Zahra bisa sambil mikir jawaban buat kakek Yusuf juga.


"kira-kira aku terima gak yah, tawaran kakek yang tadi, sebenernya aku sih mau aja nikah sama kak Habibi tapi aku gak enakan sama kak dara, yang pastinya kak dara juga suka sama kak Habibi jadi aku gak mau merebut jodohnya kak dara, apa aku tolak aja yah..." Gumam Zahra yang lagi jalan untuk keliling pesantren di malam hari dengan sendirian tanpa ditemani orang lain.


"Oh itu alasan kamu, hindari aku dijakarta sampai sekarang pun kamu masih hindari aku, kenapa kamu tidak bilang sama aku, Zahra..." Habibi yang tiba-tiba ada dibelakangnya Zahra jadi tadi Habibi lihat Zahra lagi jalan sendirian terus Habibi pun ikutin Zahra karena takut Zahra nyasar makanya Habibi nemanin Zahra dari belakang.


"Kak Habibi...." Zahra pun kaget dengan kedatangan Habibi yang tiba-tiba ada dibelakangnya dan Habibi pun mendengar ucapan Zahra mengenai hindari Habibi selama ini.


*Aduh kenapa kak Habibi dengar sih ucapan aku tadi, batin Zahra yang sangat takut pas Habibi tau kalau Zahra hindari dirinya gara-gara soal gak enakan dengan dara.


ini rumah kakek Yusuf



Dan ini rumahnya Habibi



Sampai jumpa di episode selanjutnya....


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌

__ADS_1


Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2