
Sudah beberapa jam Zahira tertidur dikamarnya, kemudian Zahira langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan Badannya, lalu Zahira menuju ke ruang makan yang sudah ada keluarganya sama Habibi dan diva.
" Assalamualaikum semuanya..." Zahira yang menyapa mereka semua dan Zahira langsung duduk.
" walaikumsalam sayang..." Jawab ibu Maryam yang lagi ambilin makanan untuk ayah Suryadi.
" Kak Zahira kayanya tidurnya nyenyak bangat yah..." Zahra yang bicara kepada Zahira mengenai tidurnya Zahira.
" iya nih Zahra, tumbenan kak Zahira tidurnya nyenyak bangat, mungkin karena cape kali yah..." Zahira juga baru sadar, kalau dirinya tidurnya cukup nyenyak.
" mungkin kak..." Zahra pun mengiyakan ucapan Zahira.
" oiya ibu, Azzam mana..." Zahira yang tidak melihat Azzam.
" Dia suruh pulang sama Tante kamu, yah kamu kan taulah... Tante kamu tuh gak bisa ditinggal lama sama anak tersayangnya, hehe...." ibu Maryam yang menjawabnya sambil tersenyum mengenai Azzam.
" oh iya yah...." Zahira yang baru sadar, kalau mamanya Azzam tuh sayang bangat sama Azzam.
* oh dia anak mama ternyata, batin diva yang tersenyum mendengar pembicaraan Zahira sama ibu Maryam mengenai Azzam.
mereka pun sudah selesai makan malamnya, kemudian mereka langsung melanjutkan makan penutupnya dengan buah-buahan sambil obrol-obrol dengan banyak hal.
" oiya nak, gimana persiapan kamu untuk balik ke pesantren..." tanya ayah Suryadi kepada Habibi mengenai persiapan balik ke Pesantrennya tersebut.
" Alhamdulillah ayah, udah siap semuanya... " Habibi yang menjawab tanyaan ayah Suryadi mengenai persiapan untuk pulang ke pesantren.
Setelah makanan penutupnya selesai, mereka langsung pindah ke ruang tamu, tetapi cuma ayah Suryadi sama Habibi aja yang diruang tamu, sedangkan Zahra yang langsung ke kamarnya untuk ngerjain tugas kuliahnya lalu ibu Maryam sama Zahira sedang mengobrol mengenai bisnisnya tersebut.
"Jannah, soal yang ini gimana caranya..." Zahra yang sedang Vidiocall sama jannah untuk kerjain tugas bareng.
" oh itu, kamu buka catatan yang tadi aku kasih deh... terus kamu baca cari-cari deh di catatan yang aku kasih..." Jannah yang minta Zahra untuk cari sendiri dicatatan yang dikasih sama Jannah.
Zahra pun langsung buka catatan yang dikasih Jannah, kemudian Zahra langsung cari jawaban yang dirinya cari dan Alhamdulillah Zahra langsung menemukan jawaban yang tepat dengan soalnya tersebut.
" Alhamdulillah Jannah, aku udah ketemu jawabannya, yaudah yah.... terimakasih atas bantuinnya, maaf yah udah ganggu kamu... assalamualaikum..." Zahra pun mengucapkan terimakasih kepada Jannah yang telah bantuin dirinya mencari jawaban dari soal yang dikasih sama dosennya.
" iya sama-sama Zahra, gak ganggu kok... malah aku senang bisa bantuin kamu... walaikumsalam..." Jannah pun langsung mematikan teleponnya tersebut.
Tiba-tiba Habibi masuk ke kamar, setelah urusan sama ayah Suryadi sudah selesai, terus juga ayah Suryadi langsung Istirahat ke kamarnya yang sudah diduluin sama ibu Maryam istirahatnya.
Habibi pun melihat Zahra yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya, Habibi pun langsung mendekati Zahra yang lagi serius bangat ngerjain tugas kuliahnya tersebut.
__ADS_1
" Zahra... kamu kenapa gak tidur..." Habibi yang menanyakan kenapa Zahra tidak tidur.
" ini kak, tugas kuliah aku belum selesai, jadi kalau kak Habibi mau tidur.... tidur aja ..." Zahra yang menjawab ucapan Habibi dan Zahra minta Habibi tidur duluan aja, tanpa nungguin dirinya Selesai ngerjain tugas kuliah.
" oh belum selesai, bolehkah aku bantu kamu ngerjain tugas kuliah kamu, soalnya aku gak mau kamu tidurnya telat, itu tidak baik untuk kesehatan kamu..." Habibi yang menawarkan bantuan kepada Zahra dan Zahra juga sebenarnya banyak yang tidak ngerti mengenai tugas kuliahnya, jadi Zahra menerima tawaran dari Habibi.
" terimakasih yah kak, udah mau bantuin aku, untung aja aku punya suami yang pinter, kalau tidak punya suami yang pinter, hmm... aku tidak tau harus minta bantuan siapa, hehehe..." Zahra yang sangat beruntung punya suami seperti Habibi dan Zahra pun langsung peluk Habibi sebagai tanda terimakasih.
" sama-sama Zahra, yaudah... kamu yang ketik jawabannya, terus nanti aku cari jawabannya..." Habibi yang minta Zahra ngetik jawaban yang telah dirinya kasih tau.
" baik pak dosua..." Zahra yang dapat panggilan baru lagi untuk Habibi.
" Dosua apa tuh..." Habibi yang kaget mendengar panggilan baru dari Zahra.
" pak dosen suami, hehehe... " Zahra yang langsung ketawa pas kasih tau nama panggilan barunya Habibi.
" kamu ada-ada aja, ide nama panggilan baru untukku..." Habibi yang langsung menggelengkan kepalanya pas tau arti nama panggilan barunya dan Habibi langsung ngelus kepalanya Zahra yang tanpa kerudung.
Mereka berdua pun langsung fokus lagi sama kerjakan tugas kuliahnya Zahra. Beberapa jam kemudian, tugasnya kuliahnya Zahra pun telah selesai, kemudian mereka berdua langsung beres-beresin buku-buku yang ada dikasurnya mereka berdua, lalu mereka berdua langsung tidur dengan cara berpelukan.
Pagi yang begitu cerah, semua keluarganya pak Suryadi pun berkumpul dimeja makan untuk melakukan sarapan pagi dan mereka juga udah pada rapi dengan pakaian yang akan melakukan kegiatannya masing-masing diluar sana.
" kak Zahira mau kemana dengan tampilan rapi kaya gitu..." Zahra yang melihat Zahira dengan pakaian rapi.
Zahra pun langsung paham dengan ucapan Zahira yang katanya mau ke acara pernikahan temannya tersebut dan Zahira akan jadi pendamping pengantin perempuannya.
" Kalau kamu kapan nikahnya, soalnya usia kamu itu udah waktunya untuk nikah..." ayah Suryadi yang menanyakan anak pertamanya untuk kapan nikahnya.
" ihh apaan sih ayah... nanti juga Zahira nikah, jadi tunggu jodoh Zahira datang dulu, nanti baru nikah, lah ini jodoh Zahira aja belum datang..." Zahira yang menjawab ucapan ayah Suryadi mengenai nikahnya Zahira.
" kak Zahira kenapa gak sama kak Haidar aja..." Zahra yang langsung keceplosan menyebut nama Haidar dalam percakapan antara ayah Suryadi dan Zahira.
" bener tuh kata adik kamu, kenapa gak sama nak Haidar aja, dia juga pastinya akan jadi suami yang baik untuk kamu ...." ibu Maryam yang setuju dengan ide Zahra dengan menjodohkan Zahira dengan Haidar.
" Habibi juga setuju dengan idenya Zahra..." Habibi yang menyetujui ide Zahra tersebut.
" Kalian kenapa pada cari jodoh untukku Sih... yaudahlah, aku mendingan langsung berangkat aja daripada nantinya aku dipojok-pojok terus sama kalian ... assalamualaikum..." Zahira yang langsung memutuskan untuk langsung berangkat ke pernikahan temannya, karena Zahira ingin menghindari pembicaraan keluarganya yang terus-menerus cari jodoh untuknya.
" Walaikumsalam, hati-hati jalan yah nak... kalian sih pada bicarakan Zahira..." Ibu Maryam yang menyalahkan ayah Suryadi dan Zahra, padahal ibu Maryam juga bicarakan Zahira.
" emang ibu gak..." ayah Suryadi sama Zahra menjawab dengan bersama, kemudian ayah Suryadi sama Zahra pun langsung ketawa dengan jawab barengnya tersebut dan mereka semua juga pada ketawa.
__ADS_1
Kemudian merek pun langsung melanjutkan sarapannya tersebut, lalu mereka pada langsung melakukan kegiatannya masing-masing di luar, jadi dirumah tidak ada siapa-siapa.
Zahira pun sepanjang jalan terus membayangkan ucapan Zahra yang tiba-tiba menjodohkan dirinya dengan Haidar terus juga orantuanya malah setuju dengan idenya Zahira tersebut.
" kenapa harus sama Haidar, coba..." Gumam Zahira yang tiba-tiba kesel dengan namanya Haidar, karena Zahira belum move-on dari ustadz Adam.
Tiba-tiba mobilnya pun mogok, kemudian Zahira langsung hubungin pihak bengkel langganannya tersebut untuk dandanin mobilnya tersebut dan Zahira langsung pesan mobil online, tetapi tidak ada yang ambil order darinya terus juga tidak ada taksi di jalan daerah yang sangat sepi.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti didepan mobilnya tersebut dan ada seorang laki-laki yang keluar dari mobil tersebut, kemudian langsung hampiri dirinya.
* Haidar..., batin Zahira yang kaget dengan kedatangan Haidar yang tiba-tiba aja ada dijalan yang sama dengan dirinya.
" Assalamualaikum Zahira, kenapa mobil kamu..." Haidar yang langsung nyapa Zahira mengenai mobilnya tersebut.
" walaikumsalam Haidar, oh ini... mobilku mogok, tapi udah aku hubungin pihak bengkel langganan aku kok, mereka lagi diperjalanan mungkin sekarang..." Zahra yang menjawab salam dari Haidar dan jawab tanyaan Haidar juga mengenai mobilnya.
" Oh mobil kamu mogok, emang kamu mau kemana..."Haidar yang menanyakan Zahira untuk pergi kemana, mungkin bisa searah dengannya.
" mau ke pernikahan teman aku di jalan ****** ..." jawab Zahira mengenai kepergian dirinya tersebut kepada Haidar.
" oh berarti searah sama aku, soalnya aku juga mau kesana, teman kamu namanya siapa, kalau boleh tau..." Ternyata Haidar juga mau kesana, karena temannya juga nikah disana.
" namanya Chika..." Zahara yang kasih tau nama temannya tersebut.
" oh pasti pasangannya, namanya Dhika..." Ternyata Haidar kenal sama pengantin laki-lakinya tersebut.
" kok kamu tau sih..." Zahira yang langsung kaget dengan nama pengantin laki-lakinya tersebut.
" dia adalah teman kuliah aku di Turki... yaudah, bareng sama aku aja kesananya..." Haidar yang menawarkan tumpangan kepada Zahira.
" Gak usah, nanti aku cari mobil online aja..." Zahira yang menolak tawaran dari Haidar.
" oh yaudah, aku soalnya tipe laki-laki yang tidak mau maksain perempuan untuk mau bareng aku, tapi aku juga laki-laki yang tidak mau lihat perempuan sendirian dijalan sepi kaya gini, yaudah.. aku temanin kamu..." Haidar yang langsung nemanin Zahira untuk ketemu mobil online.
Beberapa menit kemudian, Zahira tidak bisa dapat-dapat mobil online dan terpaksa Zahira harus ikut naik mobilnya Haidar, karena dirinya udah di teleponin terus sama temannya tersebut.
*Terpaksa aku harus Bareng dia kesananya, batin Zahira yang terpaksa harus naik mobil bareng Haidar, karena gara-gara dirinya, dia jadi bahan pembicaraan keluarganya tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌