Wanita Pilihan CEO 2

Wanita Pilihan CEO 2
Sang Casanova


__ADS_3

Wanita Pilihan CEO 2


Oleh Sept


Rate 18 +


Alexa yang tertidur sambil menangis, kelopak matanya mulai bergerak-gerak. Tidurnya yang lelap terganggu ketika sebuah tangan mengusap kepalanya dengan lembut.


"Kau sudah kembali?" Alexa membetulkan posisi, ia mencoba bersandar. Tapi tangan Austin mencegahnya.


"Istirahat saja, aku hanya sebentar."


Wajah Alexa berubah masam.


"Pergi lagi?" tanya Alexa tak percaya. Baru juga datang, sudah mau pergi. Tau begitu jangan datang sekalian.


"Hem ... Ada banyak urusan yang harus aku kerjakan. Tidurlah lagi!"


Alexa langsung mengumpat di dalam hati. Ia merajuk seperti anak kecil yang minta ciki.


Karena Austin memang ada urusan, pria itu pun tidak peduli Alexa mau merajuk model yang seperti apa. Pria tersebut pergi begitu saja setelah membelai pucuk rambut Alexa.


"Istirahatlah!"


Austin berbalik dan menutup pintu dari luar. Meninggalkan Alexa yang menatap penuh harap.


***


Esok harinya.


"Sudah tidak ada yang ketingalan?" tanya Alexa pada bi Wati.

__ADS_1


"Semua sudah beres, Non. Tinggal menunggu tuan." Bibi memeriksa semua bawaanya. Dan ia rasa tidak ada yang tertinggal. Sisa sabun dan pasta tisu basah sengaja bibi tinggal di kamar tersebut.


Alexa mangut-mangut. Rasanya tidak sabar ingin segera pulang. Setelah menunggu beberapa saat, akhir ada yang datang. Alexa sudah siap dengan senyum yang merekah. Tapi, saat melihat siapa yang menyembul dari balik pintu, gadis itu menarik lagi senyumnya.


"Kok kamu? Austin mana?"


Dari pertanyaan yang ia lontarkan pada Gerry, jelas sekali kalau Alexa nampak kecewa.


"Tuan Austin ada rapat mendesak pagi ini, Nona. Mari ikut saya, tuan meminta saya mengantar nona ke villa."


Alexa memalingkan wajah, menghela napas berat. Kemudian turun dari ranjang.


"Ayo, Bik!" ajaknya dengan kecewa. Ia pikir Austin yang datang. Ternyata, hemm... Alexa harus menelan pil pahit pagi ini.


Tidak hanya itu, setelah di perjalanan. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Alexa langsung semangat. Pasti Austin yang sedang khawatir pada dirinya.


"Apa ini?"


Buru-buru Alexa menyembunyikan ponselnya. Meremasnya dengan kesal.


"Dari mana wanita tebal muka itu mendapat nomorku! Sial! Meeting darurat apa? Awas kau!" maki Alexa dalam hati.


Rupanya ia mendapat kiriman foto dari Aurora. Wanita itu dengan sengaja mengirimi gambar Aurora yang sedang sarapan bersama Austin.


"Pria brengsek!"


Alexa meremas ujung rok pendek yang ia kenakan. Sepanjang jalan, ia hanya mengutuk dan merutuki Austin.


"Buaya! Kadal!"


"Ah ... sialll!"

__ADS_1


Dada Alexa meletup-letup, hidungnya kembang-kempis. Rasanya ia ingin melabrak Aurora dan Austin saat itu juga.


"Berhenti!"


Gerry langsung menginjak pedal rem mendadak.


"Apa ada yang ketingalan?"


"Tidak, berhenti di sini. Antar bibi ke Vila. Aku ada urusan!"


Alexa langsung keluar, ia membanting pintu dengan keras lalu menghentikan sebuah taksi.


Gerry mendesis kesal, pasti nanti ia kena tegur dari Austin, bosnya.


***


"Rumah sakit Harapan!" ucap Alexa pada sopir taksi.


"Baik, Nona!"


Wushhh


Taksi biru dengan logo burung perkutut itu pun langsung membelah debu jalanan.


"Terima kasih, Pak!" Alexa buru-buru mengulurkan selembar uang warna merah dan bergegas ke halaman rumah sakit. Ia tidak peduli, pak sopir berteriak karena uangnya masih ada kembaliannya.


Alexa mengambil ponsel dari dalam tas slempang yang ia bawa. Kemudian mencocokan background yang sama.


Berani sekali Austin membodohi dirinya. Meeting apanya. Pria itu malah sedang menemani Aurora makan pagi. Dan ketika ia sampai di kantin yang persis seperti dalam foto, Alexa berjalan sambil mengelak tangan.


"Alexa!" pekik Austin kaget. Pria itu langsung berdiri. Ia seperti suami yang ketahuan sedang selingkuh.

__ADS_1


__ADS_2