Wanita Pilihan CEO 2

Wanita Pilihan CEO 2
Cek Ricek


__ADS_3

Wanita Pilihan CEO Bagian 42


Oleh Sept


Rate 18 +


"Bawa dia sekalian!" Austin ganti melihat David. Kemudian menatap polisi tanpa takut. Austin yakin bisa menjebloskan pria yang bersama istrinya tersebut.


***


Kantor polisi


Akhirnya semua harus digiring ke kantor polisi sama-sama. Kecuali mama David dan Emily.


"Will, hubungi pengacara terbaik! Jangan biarkan pria itu lolos!" ujar Austin penuh benci.


Hati Austin panas karena melihat Alexa mengusap bibir David. Melihat hal itu, sudah pasti Austin langsung kebakaran jengot.


Padahal Alexa sedang mengusap salep, karena bibir David bengkak akibat tonjokan dari suaminya. Sementara itu, Austin harus memendam rasa perihnya seorang diri. Yang terluka karena perkelahian tadi bukan hanya David. Nyatanya, Austin juga memiliki luka yang sama.


"Tuan, sepertinya luka di wajah Tuan harus diobati," saran sekretaris Willi yang melihat bosnya terluka.


Austin melambaikan tangan, sorot matanya tajam mengarah pada Alexa dan David.


Beberapa saat kemudian.


Pengacara Austin datang dengan membawa tas berisi banyak dokumen dan berkas penting lainnya. Setelah diintrogasi satu persatu, akhirnya polisi memutuskan keduanya sama-sama bersalah.


Austin karena kasus penyerangan, sedangkan David, pria itu harus menerima banyak tuntutan dan tuduhan dari Austin.


Selesai diintrogasi, Austin langsung menemui Alexa.


"Akan aku pastikan dia mendekam lama di dalam sana!"


"Kau sama! Tidak berubah!" cetus Alexa dingin.


"Kenapa? Mau aku lempar kau ke dalam sana? Bersama pria brengsekkk itu?" ujar Austin yang sangat marah.


""Kau!!!" Alexa tidak bisa berkata-kata, ia menahan kesal. Bukannya Austin yang ditahan, kenapa malah David yang harus ada di dalam sana.


Austin menuntut karena David sudah membawa lari istrinya yang sah. Tapi, setelah mengetahui bahwa keduanya tidak menikah, ada rasa lega. Namun, ia juga marah. Berarti Alexa selama ini tinggal satu atap hingga menghasilkan anak tanpa pernikahan. Makin sakit kepala lah si Austin dengan pikiran buruknya tentang Alexa.


"Lepaskan David, tarik tuntutan itu sekarang juga!" titah Alexa.

__ADS_1


Austin menggeleng pelan.


"Tidak akan!"


"Austin!"


"Jangan berteriak padaku!" sentak Austin yang kesal. Ia sedang kecewa berat pada Alexa saat itu.


"Aku katakan sekali lagi padamu, tarik tuntutan konyol tersebut!"


"Tidak semudah itu, Alexa!"


Wanita itu nampak frustasi, Austin benar-benar membuatnya migraine.


"Apa maumu?" suara Alexa memecah ketegangan di sana.


Alexa seolah mengerti niat buruk sang suami, Austin pasti meminta imbalas bila harus melepas David.


"Pulang bersamaku malam ini, maka pria itu juga akan pulang ke rumahhhh!"


Alexa melirik ke arah sel tahanan. Dan sepertinya David mendengar pembicaraan keduanya, meski samar-samar.


"Jangan Lexa!" batin David.


Lalu di mana Alexa sekarang? Tidak boleh bicara pada David, Alexa langsung masuk mobil bersama Austin. Keduanya bagai orang asing, tanpa bertegur sapa. Diam seperti orang bisu.


Dalam hati, Austin merasa puas. Ia memang selalu mendapat apa yang ia inginkan. Termasuk Alexa, ia harus mendapat wanita itu sepenuhnya.


***


Mansion mewah milik Austin


Alexa masuk ke dalam sana dengan enggan, hunian itu sama seperti neraka. Rasanya ia ingin menghilang dari sana. Padahal belum juga masuk ke dalam.


"Tinggalkan kami berdua!" seru Austin saat sudah masuk dalam rumah. Ia meminta semua orang tetap berjaga di luar saja.


Sedangkan Alexa, wajahnya nampak dingin. Ia sama sekali tidak mau menatap wajah suaminya.


"Mau sampai kapan kau tidak mau melihatku?" sindir Austin. Namun, Alexa tidak menghiraukan pria tersebut.


"Aku sedang bicara padamu!" sentak Austin dengan sangat kasar. Ia marah karena Alexa sama sekali tidak menatapnya.


"Mari bercerai!" ucap Alexa dengan tenang.

__ADS_1


"Apa katamu?" Mata Austin sudah mau keluar sepenuhnya.


"Kenapa kau begitu terkejut, bukankah lima tahun kita sudah tidak bersama?"


"Alexa! Jaga bicaramu!"


"Jaga sikapmu!" tantang Alexa dengan berani. Ia lelah, jika harus diam saja saat Austin terus saja menindas dirinya.


"Apa pria itu yang mengajarimu?"


Tiba-tiba Austin memikirkan hal yang bukan-bukan, ia membayangkan bagaimana Alexa tidur dengan David hingga membuahkan hasil.


Andai dulu ia tidak pakai pengaman, Austin yakin Alexa juga akan hamil anak-anaknya. Mendadak Austin jadi jengkel sendiri.


"Setidaknya dia laki-laki yang bertanggung jawab!"


Austin semakin terbakar. "Jangan membahas pria lain di depanku! Jika tidak ..."


"Lalu kenapa jika aku membahas pria lain? Dia jauh lebih baik darimu!" serang Alexa dengan sengaja. Ia terlihat senang melihat Austin yang kebakaran jengot.


"Aku sudah memberikan peringatan!" Austin mencengkram rahang Alexa dengan kuat serta kasar. Membuat wanita itu menahan rasa sakit yang cukup lumayan.


"Aku ingatkan sekali lagi! Jangan macan-macam!" tambah Austin kemudian melepas cengkraman tangannya itu. Terlihat bekas merah pada dagu Alexa. Mamun, Alexa malah tersenyum. Ia sepertinya merencanakan sesuatu.


"Kenapa kau terlihat sangat marah? Kau tidak penasaran, bagaimana aku tidur selama ini?" pancing Alexa yang sudah sangat sakit hati pasa Austin. Alexa paham betul, bahwa Austin paling tidak suka miliknya diusik. Kini, dengan pandangan remeh, ia mengecoh Austin. Memancing kemarahan pria itu. Untuk membayar sakit hatinya selama ini.


"Berhenti omong kosong, aku tidak mau mendengar kalimat sampah darimu!" Austin langsung berbalik. Ia tidak mau terprovokasi oleh ucapan Alexa.


"Aku tidur dengannya ... kau tahu Austin? Aku tidur sampai lahir anak itu!"


Alexa tersenyum menatap punggung Austin yang menjauh. Namun, tubuh itu kemudian berbalik.


"Apa katamu?" teriaknya kencang.


Alexa yang sempat begitu berani, ia langsung menciut. Saat pria itu mendesaknya, Alexa muncur, ia terus mundur sampai membentur dinding yang kokoh tersebut.


"Jangan mendekat!" ujar Alexa yang terlihat gelisah. Ia tadi hanya asal bicara, tapi sepertinya Austin terlanjur marah besar.


"Di mana dia menyentuhmu?"


Krakkkkkkk


Austin merobek baju Alexa dengan paksa. Ia mau memeriksa, lima tahun ini, istrinya sudah diapakan saja oleh pria lain? Bersambung.

__ADS_1


Oalah ...


__ADS_2