Wanita Pilihan CEO 2

Wanita Pilihan CEO 2
Dia Istriku


__ADS_3

Wanita Pilihan CEO Bagian 38


Oleh Sept


Rate 18 +


Tengah malam, terdengar sebuah tangisan anak kecil dari salah satu kamar. Emily tiba-tiba terbangun dan sadar tidak ada sang mama di sampingnya, gadis kecil itu lalu menangis kencang hingga membangunkan seisi rumah. Dan membuat kegaduhan tengah malam.


Alexa yang mendengar tangisan Emily dari kamar David, ia langsung keluar dan menemui anak kecil yang sudah bagai putrinya sendiri itu. Diikuti oleh David, keduanya masuk ke dalam kamar anak. Ternyata mama David sudah mengendong cucunya, rupanya anak kecil itu hanya mimpi buruk.


"Mama ... Mily tidur sama Mama!" Tangan Emily mencoba meraih tubuh mamanya. Ia memang tidak terpisahkan dengan Alexa sejak mulai belajar berjalan.


Emily yang tidak tahu kenyataan yang sebenarnya, menganggap Alexa adalah mamanya. Mama yang selalu ada untuknya. Melihat Emily yang berusaha mengapainya, Alexa langsung meraih tubuh itu. Ia mengendong Emily. Mengecup pucuk rambut gadis kecil itu dengan sayang.


Melihat hubungan sang cucu dan menantunya yang terjalin begitu hangat, mama David sedikit tersentuh. Ia kemudian memilih keluar, tanpa terasa sesuatu menetes dari matanya. Ia jadi teringat dengan ibu kandung Emily. Betapa David terpukul akibat kematian istrinya itu.


Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, mama David memutuskan pergi ke kamarnya untuk kembali tidur. Sedangkan David, ia sejak tadi memperhatikan bagaimana Alexa memperlakukan putrinya dengan hangat.


"Sepertinya, aku tidak bisa melepasmu, Alexa," batin David sembari terus mengamati Alexa dengan dalam.


***


Lima tahun lalu


Setelah kematian sang istri, David memutuskan untuk pergi jauh. Meninggalkan putrinya yang baru berusia beberapa minggu. Patah hati kehilangan separuh hidupnya, ia memutuskan pergi ke tengah laut. Menenangkan diri, dengan small yachts yang ia beli beberapa hari sebelumnya. David berlayar tanpa arah.


Hingga pertemuan tak sengaja antara dirinya dan Alexa. Malam itu ia melihat sesuatu yang mengapung, David yakin itu bukan bangkai ikan. Setelah dilihat dengan teropong, David langsung menceburkan diri. Ia menarik tubuh Alexa dan membawanya ke atas yacht.

__ADS_1


"Jangan mati! Ku mohon jangan mati!" ucap David lirih. Ia seolah teringat bagaimana sang istri terbujur kaku, meninggalkan dunia ini. Meninggalkan dia dan putri kecil mereka. Tidak mau melihat kejadian yang sama terulang, dengan susah paya ia memberikan pertolongan pertama.


Dengan gelisah ia pompa Alexa, menekannya hingga air bisa keluar dari mulut gadis tersebut. Namun, karena belum juga sadar, David pun memberikan napas buatan. Ia lakukan berkali-kali hingga Alexa terbatuk-batuk dan sadar. Reflek, pria itu langsung memeluk tubuh Alexa.


"Terima kasih ... terima kasih karena sudah bertahan!" ucap David lirih.


***


Rumah sakit


Alexa yang sudah siuman, melihat sekeliling.


"Di mana ini?" gumamnya.


KLEK


"Bagaimana kondisimu?" tanya David.


Alexa tidak mau menjawab, ia langsung mencabut jarum infus yang ada pada tangannya. Ia bergegas turun, mau pergi dari tempat itu.


"Hey, kau mau ke mana? Aku kira kau sengaja bunuh diri malam itu. Apa sekarang mau mencobanya lagi?"


Ucapan David membuat Alexa berhenti.


"Siapa yang meminta untuk diselamatkan?" Setelah mengatakan hal itu, Alexa kembali melanjutkan langkah kakinya.


"Apa yang membuatmu ingin mengakhiri hidup? Di saat orang lain berusaha untuk tetap bertahan?" tanya David dengan dingin. Ia kemudian menghadang Alexa.

__ADS_1


"Siapa kau! Jangan ikut campur urusanku!" Alexa mendorong tubuh pria tersebut. Kemudian memilih untuk pergi.


Oek oek oek


Sejenak Alexa berhenti, ia melirik bayi yang digendong oleh suster saat melewati dirinya.


"Tuan David, bayi anda sudah boleh dibawa pulang. Maaf harus saya bawa ke sini. Ini karena sudah berhari-hari tidak ada kabar dari Tuan."


Bayi kecil itu menangis cukup kencang, membuat suster panik. Tapi David terlihat acih, wajahnya dingin tanpa ekspresi.


Tidak tahan melihat bayi itu terus menangis, akhirnya Alexa berbalik.


"Berikan padaku!" seru Alexa.


Seperti tahu hati mana yang lebih hangat, bayi itu kemudian nampak tenang dan nyaman dalam gendongan Alexa. Dan sejak itulah, David menawari Alexa sebuah tawaran. Mengasuh bayinya. Tanpa David duga, Alexa yang tidak punya arah dan tujuan, menyangupi tawaran tersebut.


Flashbacks End.


Mansion mewah milik Austin


"Tuan, ini alamat Nona Alexa!" Setelah memperkerjakan banyak detective, akhirnya sekretaris Willi berhasil menemukan jejak Alexa.


"Siapkan orang-orangku, kita ke sana malam ini!"


"Malam ini, Tuan?"


"Lakukan saja perintahku! Bagaimana aku bisa menunggu lebih lama lagi? Di istriku, bagaimana bisa bersama pria dan seorang anak kecil?" sentak Austin frustasi. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2