Wanita Pilihan CEO 2

Wanita Pilihan CEO 2
Hilang


__ADS_3

Wanita Pilihan CEO Bagian 35


Oleh Sept


Rate 18 +


Harusnya pernikahan itu menjadi kabar bahagia, sebuah berita pernikahan pebisnis sukses dengan latar keluarga konglomerat yang digelar di sebuah kapal pesiar yang mewah. Dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun, apalah arti sebuah pernikahan bila harus berakhir dengan malapetaka. Bencana yang tidak dikira oleh semua orang.


Hilangnya sang pengantin wanita di lautan, membuat public heboh. Kabar pun menjadi simpang siur. Ada yang mengatakan pengantin wanita bunuh diri. Ada yang mengatakan pengantin terpelset dan jatuh ke tengah laut yang dalam.


Berita pernikahannya yang bahagia itu, akhirnya harus berakhir dengan bencana. Seperti mimpi buruk. Esok harinya semua media pun memberitakan berita yang sama. Pengantin Group Abraham hilang di laut lepas.


***


Sudah semalaman semua tim penyelamat mencari keberadaan Alexa. Namun, tidak satupun yang menemukan jejak wanita tersebut. Alexa bagai ditelan air laut tanpa meninggalkan jejak apapun. Entah terseret ombak atau malah dimakan ikat.


"Tuan ..." Sekretaris Willi masuk ke dalam sebuah ruangan.


Ruangan yang dipenuhi taburan bunga mawar pada setiap lantainya. Banyak kelopak bunga mawar yang berserak di seprai tanpa motif tersebut. Harusnya ini adalah kamar pengantin mereka. Tapi, kini terlihat seperti neraka yang membuat Austin tersiksa.

__ADS_1


"Jangan katakan tidak ada perkembangan!!"


Belom apa-apa, Austin sudah mulai marah-marah. Belum juga melapor, tapi Willi sudah kena semprot.


"Ombak terlalu tinggi, Tuan. Dan ... sulit kemungkinan Nona Alexa ditemukan dengan kondisi sela....!"


"Tutup mulutmu!" bentak Austin yang tidak mau mendengar kata apapun dari sekretarisnya. Ia yakin, Alexa masih hidup. Ia tidak mau mendengar kemungkinan apapun.


Melihat kemarahan sang atasan, sekretaris Willi hanya bisa menelan ludah. Ia tidak berani mengatakan apa-apa lagi. Takut memancing kemarahan sang atasan.


"Tambah lagi personil, telpon semua orang. Datangkan semuanya. Aku yakin dia masih hidup!" Sotor matanya menyalak dengan tangan yang mengepal. Austin terlihat marah, benci dan kecewa.


Beberapa saat kemudian, datang lagi seseorang yang kembali mengusik pikiran Austin.


"Dia yang memilih menceburkan diri, itu bukan salahmu!" ucap Aurora untuk memghibur Austin. Ia rasa, Austin sudah terpengaruh oleh kejadian ini. Terlihat dari ekspresi Austin yang sangat tidak biasa.


"Tolong tinggalkan ruangan ini sekarang!"


"Kamu mengusirku? Aku bahkan sedang mengandung anakmu?" tatap Austin tak percaya. Ia memasang wajah rapuh, seolah ia juga adalah korban.

__ADS_1


"Siallllll!!" rutuk Austin dalam hati. Tangannya semakin mengepal, tatap mata Alexa sebelum gadis itu terjun ke dalam laut, selalu muncul dalam pelupuk mata.


"Jangan begini Austin, dia juga butuh perhatian darimu." Aurora memegangi perutnya. Ia juga menundukkan wajahnya, seolah sedang menahan kesedihan. Padahal, dalam hati ia tertawa lepas. Ia merayakan kemenangan karena tewasnya Alexa. Sudah pasti gadis itu mati. Karena terjun dalam dinginnya air laut yang dalam.


Austin dilema, antara percaya dan tidak. Karena pikirannya sedang semrawut. Maka ia meminta Aurora sementara ini untuk tidak menganggu dirinya.


"Tolong, tinggalkan aku sendiri saat ini," pinta Austin dengan nada rendah.


Dengan muka masam, Aurora pergi dari ruangan yang dipenuhi semerbak aroma kembang tersebut.


KLEK


Begitu Aurora pergi, Austin memindai seluruh ruangan. Dengan marah ia menarik seprai dan melemparnya dengan kesal. Menendang kursi dan menghancurkan beberapa furniture di dalam kamar pengantin tersebut. Terlihat sekali, pria itu mulai frustasi.


Di tengah kekisruhan yang ia lampiaskan pada benda-benda di kamarnya, tiba-tiba datang lagi seseorang. Pria itu, begitu masuk langsung memukul Austin.


BUGH


Belum puas hanya dengan memukuli Austin, ia menarik kerah kemeja Austin. Kemudian mendorong tubuh Austin hingga tersungkur di lantai kamar pengantin yang dingin. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2