
Wanita Pilihan CEO Bagian 32
Oleh Sept
Rate 18 +
Kediaman Hutama
Awalnya Alexa pikir Austin tidak serius dengan ucapannya. Tapi, pria itu malah mengantar Alexa pulang ke rumahnya. Dan Austin ikut masuk ke dalam, tak hanya mengantar sampai depan gerbang.
"Yakin, kamu mau masuk?"
Pria itu mengangguk dengan tegas. Membuat Alexa memutar otak. Sebenarnya ada apa dengan kepala Austin.
Ketika mereka berdua masuk, tuan Hutama sedang di rumah. Tuan Hutama memang tidak pergi ke kantor setiap hari, ia hanya ke perusahaan kalau ada sesuatu yang mendesak dan penting. Dan hari ini, ia sedikit terkejut ketika melihat Alexa pulang membawa seorang pria. Yang pasti, tuan Hutama dapat mengenali siapa pria yang dibawa putrinya tersebut.
"Selamat pagi, Om."
Tuan Hutama melirik tajam ke arah Alexa, kali ini ia berpikir, apalagi yang anaknya itu lakukan. Kali ini apa lagi masalah yang dibuat putrinya tersebut.
__ADS_1
"Silahkan duduk," seru tuan Hutama dengan dingin.
"Siapa, Pa?" Dinda keluar dari kamarnya. Ia terhenyak melihat siapa yang datang.
Mata Dinda hampir copot, ia tidak mengira bahwa Alexa bisa dekat dengan pria tajir dan terpandang macam Austin. Mendadak hatinya mulai iri. Jika dibanding Eric Winata, maka Austin jauh lebih di atas segalanya.
"Dinda!" Dinda tanpa malu menjabat tangan Austin. Membuat Alexa langsung berwajah masam.
"Siapa yang datang, Pa?" Nyonya Tama ikut keluar dari dalam. Ia menatap sebal saat melihat Alexa yang datang. Anak itu semalam tidak pulang. Memangnya ia pikir rumah mereka hotel? Dengan rasa benci yang besar, ia mengutuk Alexa dan juga ibunya.
Akan tetapi, wajahnya seketika langsung melunak tak kala melihat siapa yang datang bersama Alexa.
"Austin? Tante melihat profile kamu di banyak majalah bisnis milik Om. Wah ... suatu kehiormatan didatangi tamu sepertimu."
"Bi .... Bibi!" teriak nyonya Tama.
"Iya, Nyonya!"
"Siapkan minuman, dan makanan. Ada tamu penting."
__ADS_1
Melihat ibu sambungnya yang nampak ramah, Alexa tiba-tiba merasa muak.
"Ehem ... ehem ....!" Austin berdehem sebelum memulai berbicara.
"Katakan, ada masalah apa ke sini?" tanya tuan Anggara to the point.
Membuat nyonya Tama melirik ke arah suaminya. Mengapa suaminya begitu kasar pada tamu mereka.
Sedangkan Alexa ia merasa tegang, menanti apa yang akan Austin katakan pada keluarganya.
"Ijinkan saya menikahi Alexa," ucap Austin memecah ketegangan.
Mata Dinda dan mamanya langsung mau meloncat keluar. Sedangkan tuan Anggara, ia menatap Austin penuh selidik. Beda lagi dengan Alexa, gadis itu merasa ini semua hanya mimpi.
Mana pernah ia berpikir atau berhayal bahwa Austin akan begitu terang-terangan meminta ijin dari papanya.
"Kamu pasti hamil!!!" serang nyonya Tama yang merasa tidak terima Alexa dilamar pria seperti Austin.
"Iya! Kamu pasti hamil!" timpal Dinda yang begitu iri dengan nasib kakak perempuannya itu. Mana boleh Alexa si anak haram dilamar pria tajir dan terpandang. Jiwa Dinda langsung meronta. Merasa lebih cantik dan lebih baik dari pada Alexa. Ia tidak terima! Dinda menolak keras pernikahan sang kakkak.
__ADS_1
"Apa itu masalahnya? Kamu hamil, Lexa?" ganti tuan Anggara yang dengan tega bertanya seperti itu pada putrinya.
"Tidak! Dia belum hamil!" Pernyataan Austin membuat semua mata tertuju padanya. Bersambung.