
Wanita Pilihan CEO Bagian 25
Oleh Sept
Rate 18 +
Kediaman Hutama
Mobil Austin terparkir tidak jauh dari rumah berlantai lima milik keluarga Hutama. Pria itu sejak tadi hanya duduk di balik kemudi tanpa ingin turun. Hanya menatap dari jauh, kemudian menyalakan mesin dan pergi.
Begitulah Austin, harga dirinya terlalu tinggi. Rasanya enggan harus berlari menjemput Alexa. Pria tersebut memilih pergi, mencari tempat untuk bisa melepaskan penat di hati.
***
Apartemen Aurora
Puas membuat dirinya mabuk, Austin malah menemui Aurora. Wanita yang membuat ia tidak bisa lepas begitu saja. Ada sejarah yang mengikat keduanya hingga tidak mungkin Austin meninggalkan wanita itu seperti maunya.
"Ada apa denganmu, astaga!" Aurora bergegas memapah Austin.
Dengan perhatian ia melepas sepatu pria tersebut sembari bergumam.
"Apa wanita itu sungguh berarti? Apa bagusnya Alexa?"
__ADS_1
Aurora memperhatikan wajah Austin yang tengah mabuk, dilihatnya paras yang tanpan itu dalam-dalam. Tanpa sadar, tangannya mengusap dahi dan turun ke bibir.
"Singkirkan tanganmu!" ucap Austin dengan suara serak. Ia ternyata setengah sadar. Dan sangat tidak suka bila Aurora memainkan barangnya.
Hanya karena perasaan menyesal yang membuat Austin selama ini bertahan. Sebuah kejadian di masa lalu yang membuat pria itu begitu terikat dengan wanita bermata indah tersebut.
Flashbacks On
Beberapa tahun lalu.
Terlihat seorang gadis sedang minum-minum seorang diri di sebuah bar. Gadis yang manis, terlihat polos dan lugu. Dilihat dari caranya minum, sepertinya ini pertama kalinya gadis itu melakukannya.
"Eric sialan!" maki gadis tersebut. "Dinda! Tega sekali kamu padaku!!! Kau adikku, bukan?" Alexa remaja mulau merancau.
Ingin melupakan rasa sakit dan rasa kecewa, Alexa minum sampai lupa daratan. Hingga seorang pria datang mendekat dan berniat buruk pada remaja tersebut.
Tanpa Alexa tahu, pria itu memberikan sesuatu pada segelas minuman. Dan memberikan minuman itu pada Alexa. Gadis yang sudah hilang kesadarannya itu, minum tanpa curiga sama sekali. Hingga ia pingsan dan seorang pria jahat pergi membawanya ke suatu tempat.
Ashton International Hotel
Pria itu membawa Alexa ke sebuah kamar hotel. Dengan tatapan liar, ia berniat menodai gadis tersebut. Sayang, saat sudah melepas kacing bajunya, ada sebuah panggilan darurat. Sang istri memintanya untuk segera pulang karena ada masalah serius.
"Siall!" gerutu pria tersebut, tanpa peduli pada Alexa, pria itu pergi begitu saja. Tanpa mengunci pintu, hanya ditutup sebab ia tidak mau ada masalah bila gadis itu terkunci dan berbicara yang tidak-tidak pada pihak hotel.
__ADS_1
Satu jam kemudian
Alexa terbangun, gadis itu mengerjap kemudian mencoba turun dari ranjang. Hampir saja ia jatuh karena kepalanya yang terasa pusing.
"Di mana ini?"
Alexa meraba-raba, ia berjalan dengan susah payah. Hingga akhirnya ia bisa keluar dari kamar hotel tersebut.
Malang tidak dapat ditolak, setelah keluar dari kamarnya yang semula, Alexa justru masuk ke kamar di depannya yang sedikit terbuka. Karena pusing, ia pun bersandar pada pintu kamar tersebut. Tanpa sadar pintu itu tertutup karena terdorong oleh tubuh Alexa sendiri.
"Kenapa gelap sekali?" Alexa mencari-cari saklar lampu. Masih mabuk membuat ia kesulitan mencari tombol tersebut. Padahal tombol itu sudah sangat dekat dengan tangannya.
Terlalu pusing, akhirnya ia membiarkan lampu itu mati begitu saja. Gelap, tanpa cahaya apapun. Gadis itu pun mencari tempat untuk duduk, hampir saja ia jatuh ketika tersandung sesuatu.
Alexa berjongkok, meraba benda apa itu. Ternyata hanya sebuah sepatu. Sepatu seorang pria, bila Alexa merabanya dengan sekilas.
"Ada apa dengan kepalaku?" Alexa memegangi kepalanya, tidak kuat berdiri atau duduk akhirnya ia kembali meraba. Mencari sesuatu untuk bisa ia gunakan bersandar.
"Apa ini?" gumamnya saat merasakan sesuatu yang empuk. Alexa kira itu pasti ranjang.
"Aku akan tidur sebentar, kepalaku sangat pusing," ucapnya kemudian naik ke sebuah ranjang yang menjadi awal bencana dalam hidupnya.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
Alexa merasakan tubuhnya gerah, ia tersiksa dengan rasa panas yang muncul begitu tiba-tiba. Tanpa sadar, ia melepas apa saja yang melekat pada tubuhnya. Alexa tidak tahu, ada seorang pria sedang tidur atau mungkin pingsan tempat di sebelahnya. Bersambung.