
Wanita Pilihan CEO Bagian 39
Oleh Sept
Rate 18 +
Tidak mau menunggu sampai besok, malam ini juga Austin akan menjemput istrinya. Pria itu tidak terima istrinya bersama dengan orang lain. Tidak peduli apapun, Alexa harus pulang bersamanya.
Di dalam mobil, di tengah malam yang gelap. Mobil hitam itu melaju cukup kencang. Mereka segera menuju tempat tinggal Alexa sekarang. Dan saat ini Austin terlihat duduk dengan tidak tenang. Wajahnya mengambarkan ketidakpuasan. Benci, gelisah dan marah menjadi satu. Mengaduk-ngaduk hati pria tersebut.
"Will, carikan rekam jejak Alexa selama ini. Selidiki, siapa pria bersamanya waktu itu. Mengapa sampai aku tidak bisa menemukannya. Cari tahu, siapa pria di belakang Alexa!" perintah Austin dengan tatapan lurus ke depan. Tangannya mengepal, ia merasa Alexa sudah menghianati dirinya.
Willi yang kala itu sedang menyetir, mengangguk pelan.
"Baik, Tuan."
"Tambah kecepatan, jangan lamban!" cetus Austin yang tidak sabar karena dari tadi tidak kunjung sampai jua.
"Ini sudah batas kecepatan maksimal, Tuan!"
Austin membuang napas dengan kasar.
"Turun!"
Chitttt
Mobil itu berdecit, membuat dua mobil di belakang mobil yang ditumpangi Austin ikut mengerem mendadak.
__ADS_1
Setelah mobil itu berhenti, Austin langsung keluar. Pria itu ganti masuk mobil lewat depan. Ya, Austin yang tidak sabaran, akhirnya mengemudi sendiri.
WUSH
Dengan kecepatan penuh, mobil melaju membelah angin. Austin menyetir tak terkendali. Sekretaris Willi yang duduk di sebelahnya, sampai bergidik ngeri.
***
Beberapa saat kemudian
"Kau yakin ini rumahnya?" tanya Austin sembari melepaskan sabuk pengaman. Sedangkan sang sekretaris, wajahnya nampak pucat. Sepertinya Willi mabok karena Austin yang menyetir ugal-ugalan.
Tak lama berselang, dua mobil hitam-hitam itu ikut parkir di belakang mobil milik Austin. Mereka semua keluar dan menghampiri Austin.
"Kalian tetap di sini!" titahnya pada semua anak buahnya.
"Kau juga! Tetap di sini!"
Seketika, sekretaris Willi langsung diam di tempat.
***
Saat Austin akan masuk, seorang penjaga menanyakan siapa Austin. Dasar Austin yang tidak suka basa-basi, ia langsung saja menerobos rumah orang.
Panik, para penjaga langsung berkumpul dan mencegah Austin untuk melangkah terlalu jauh.
Kesal, Austin langsung menelpon Willi. Beberapa saat kemudian, mobil para anak buahnya masuk ke dalam halaman rumah. Mereka menabrak pagar, masuk dengan paksa.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?" sentak salah satu penjaga. Namun, sudah terlambat. Orang-orang Austin sudah masuk semakin dalam.
Tepat di depan rumah keluarga David. Austin berteriak lantang di depan rumah yang megah tersebut.
"Lexaaa! Keluar!"
"Lexaaa!" teriak Austin. Hampir saja ia menyuruh anak buahnya untuk mendobrak pintu tersebut. Namun, urung dilakukan karena seorang pelayan membuka pintu tersebut.
"Maaf, Tuan. Tuan mencari siapa?" tanya pelayan dengan takut. Apalagi malam-malam melihat tamu yang sangat banyak. Pelayan itu menatap wajah-wajah anak buah Austin satu persatu.
Sementara itu, tanpa permisi Austin menerobos masuk. Dan memanggil nama istrinya.
"Lexaaa!"
Rumah nampak sepi, ruangan yang luas itu terlihat kosong tak berpenghuni.
KLEK
Austin menoleh, dilihatnya pria yang waktu itu berdama Alexa keluar dari dalah satu kamar.
"Siapa kau?" tanya David penuh selidik. Mengapa orang asing bisa masuk ke rumahnya dengan bebas?
Kali ini bukan David saja yang terkejut dan banyak pertanyaan bergelayutan di dalam kepalanya. Nyatanya Austin pun sama, matanya menatap nanar ketika Alexa juga keluar dari kamar yang sama.
"Mamaaaa ikut!" rengek Emily yang juga muncul dari balik tubuh Alexa.
Perlahan, tangan Austin mengepal. Bersambung.
__ADS_1