Wanita Pilihan CEO 2

Wanita Pilihan CEO 2
ISTIMEWA


__ADS_3

Wanita Pilihan CEO Bagian 55


Oleh Sept


Rate 18 +


Mohon maaf, bijak dalam memilih bahan bacaan. Ini bukan bacaan kalangan 18 tahun ke bawah. Semoga bisa diambil baiknya, dibuang jeleknya. Terima kasih.


"Aku bilang geli!" Alexa kembali mendorong tubuh suaminya.


Untung Austin tidak sampai terjungkal, pria itu malah tersenyum tanpa dosa dan langsung berdiri tegap.


Alexa menutup matanya rapat-rapat, ia malu melihat apa yang Austi lakukan.


"Buka matamu, kamu sudah sering melihatnya, kan?" Austin tetap tersenyum, kali ini ia tersenyum dengan jahil. Sengaja ingin mengerjai dan menggoda sang istri.


"Itu ... itu ... ah! Sudahlah!" Alexa langsung memalingkan wajah.


"Kalau kamu malu-malu begini, jadi persis pengantin baru, Lexa!" Kali ini Austin tersenyum getir. Ia ingat, bagaimana hari pernikahan mereka. Alexa memberikan hadiah yang mengejutkan di hari besar itu.


Mengingat bagaimana cara Alexa terjun dari kapal pesiar, mendadak mata Austin terasa perih. Dan Alexa melihatnya.


"Kamu kenapa?" tatap Alexa heran.


"Apa airnya begitu dingin? Bagaimana dengan tubuhmu saat itu ... apa kau begitu kesakitan, Lexa!" suara Austin berubah serak, pria itu malah mengusap sudut matanya.


"Astagaaa!" batin Alexa tak percaya, ia kemudian berdiri dan mendekati Austin.


Seolah paham dengan penyesalan dan kesedihan suaminya, Alexa pun mengusap wajah Austin.

__ADS_1


"Rasanya sangat sakit, sampai aku tidak bisa bernapas. Tapi, itu dulu, Austin. Kamu lihat, kan? Aku sekarang baik-baik saja? Bahkan aku sedang mengandung anakmu? Kamu tahu Austin, dari dulu hanya itu harapanku. Kita menikah dan bisa hidup bersama dengan keluarga kecil kita. Ada cinta tulus tanpa harus memandang aku siapa ... kamu tahu kan, Austin? Aku siapa? Aku hanya anak yang bahkan tidak diharapkan sebelum lahir ke dunia ..."


Alexa mau bicara lagi, tapi Austin langsung memotong.


"Tidak Alexa, kelahiranmu adalah hadiah Tuhan untukku."


Ia menengelamkan wajah Alexa dalam pelukannya.


"Kelahiranmu sangat berarti untukku, sangat berarti sekali."


Mendengar suara Austin yang berbisik di telinganya, Alexa malah terisak. Baru kali ini ada yang mengatakan padanya secara langsung. Bahwa kelahiran dirinya bukankah sebuah aib, bukan sesuatu yang tidak diharapkan. Baru kali ini, setelah mendengar kata-kata Austin. Alexa merasa hidupnya memiliki arti.


Ya, Alexa yang selalu menciut dengan status sebagai anak haram. Kini mulai bisa mengangkat wajahnya menatap dunia dengan percaya diri.


"Tuhan, bolehkah aku sejenak tinggi hati dan sombong pada dunia yang selalu memandang sebelah mata padaku? Lihat! Wanita yang kata mereka bagai aib, kini aku dicintai dengan sempurna oleh pria paling sempurna di dalam hidupku. Tuhan ... bolehkah aku sombong sekali saja, aku ingin mengatakan pada dunia, bahwa wanita istimewa itu adalah aku," suara hati Alexa.


***


"Buka matamu," titah Austin lembut ketika sudah berada di atas Alexa.


Alexa menggeleng pelan.


KLEK


"Sudah aku matikan lampunya, buka matamu."


"Nyalakan saja," seru Alexa kemudian.


Klek

__ADS_1


Austin menyalakan lampu tidur, hingga kini cahaya berubah menjadi remang-remang.


"Suka seperti ini?"


"Mendingan," jawab Alexa dengan sedikit gugup.


Entah mengapa, Alexa mendadak demam panggung. Padahal ini bukan pertama kali bagi keduanya.


"Kamu berkeringat, apa kamu gugup?" Austin mengusap kening Alexa.


Dilihatnya sang istri menelan ludah.


"Sama ... aku juga!" sambung Austin untuk mengurai ketegangan di antara mereka. Mengapa keduanya malah jadi kaku begini? Biasanya juga luwes tanpa hambatan.


Seolah tidak percaya, Alexa tersenyum mengejek.


"Kamu tidak percaya?"


Alexa malah mengatupkan bibir. Membuat fokus Austin buyar.


Cup


Dikecupnyaa singkat bibir yang seolah mengodanya itu.


"Jangan menggodaku ... kamu diam begini saja aku sudah kelimpungan, sudah panas dingin!" seru Austin dengan tersenyum penuh arti.


"Siapa ... siapa yang mengoda! Aku tadi diam saja di bawah sini!" elak Alexa.


"Diam saja di bawah situ sudah sangat menggoda, Alexa!"

__ADS_1


Keduanya tersenyum bersamaan, tapi hanya sekilas. Karena detika berikutnya, Alexa dibuat mengeliat seperti cacing saat Austin mulai menyusuri dan memberikan jejak pada seluruh tubuhnya. Bersambung.


Terima kasih sudah diskip, berarti kalian baca. Wkwkwkw


__ADS_2