
Wanita Pilihan CEO Bagian 58
Oleh Sept
Rate 18 +
"Apa anak itu sudah tidur?" tanya Austin saat melihat Alexa masuk ke dalam kamar tamu tersebut.
Alexa mengangguk, kemudian menyusul Austin ke atas ranjang. Bumil yang sedang hamil muda itu dengan santai merebahkan tubuhnya di pangkuan Austin. Ia berbaring di sana sembari meraih lengan suaminya tersebut.
"Terima kasih, terima kasih sudah berbaik hati pada anak kecil itu," ucap Alexa dengan tulus.
"Hem ... tapi sepertinya tidak ada lain kali. Mungkin ini yang terakhir aku memperbolehkanmu bermalam di sini."
"Iya, aku juga paham. Tapi ... terima kasih ya. Kamu sudah banyak berubah."
Alexa mau bangkit, tapi Austin menahan tubuhnya.
"Berbaring saja!" titahnya sembari mengusap rambut panjang Alexa.
Karena merasa lelah, lama kelamaan Alexa menutup matanya. Rasa nyaman tidur di pangkuan orang yang tersayang, membuat Alexa cepat tidur pulas.
Sedangkan di kamar yang lain, David tidak bisa memejamkan mata. Pikirannya kacau, memikirkan yang bukan-bukan. Harusnya ia tidak meminta Alexa menginap. Kalau sudah seperti ini, ia yang susah sendiri. Tidak bisa tidur, pikirannya berkelana ke mana-mana.
Pagi harinya, matahari bersinar dengan cerah. Secerah hati pria yang baru membuka matanya tersebut, Austin sedang menatap Alexa yang membuka korden jendela. Sinar matahari yang menerpa Alexa, terlihat begitu cantik dari samping. Austin sampai lupa, ini bukan rumah mereka.
__ADS_1
Hampir saja ia mau menyerang wanita itu dan membuat kegaduhan di pagi hari. Sadar ia sedang bertamu, maka ia akan menunda keinginan itu.
"Sudah bangun?" Alexa berbalik, membuat Austin bangun dari lamunannya.
"Mau minum?" Alexa mengulurkan segelas air putih pada suaminya.
Belum juga Austin meraih gelas itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Ma ... Mamaaa ... Maamaaa!"
Emily berteriak memanggil Alexa.
Austin hanya bisa menelan ludah dengan kasar, kali ini ia tidak mau berbagi lagi. Hari ini ia akan membawa Alexa pergi dari rumah itu.
KLEK
"Kenapa Om tidur di sini? Mama ... kenapa Mama tidur sama Om?"
Alexa dan Austin spontan saling menatap. Keduanya bingung mau menjawab apa. Sedangkan David, ia tertegun di depan pintu. Bagaimana caranya menjelaskan pada Emily, bahwa Alexa bukan ibunya?
Emily dan Alexa, dua insan itu pernah merasakan pahitnya kehidupan. Keduanya berusahan bertahan dengan hidup bersama-sama. Emily yang baru lahir kehilangan sosok ibu, dan Alexa yang tidak punya keinginan hidup, melihat bayi kecil yang menangis dan diam dalam gendongannya, membuat ia tersentuh. Seolah mengatakan bahwa Emily adalah obat dari rasa sakit hatinya.
Emily adalah penyembuh yang membuat Alexa bisa sampai bertahan hingga sejauh ini. Lalu bagaimana sekarang? Ketika luka hatinya sudah terobati oleh sang pembuat luka, apa Alexa akan membuang Emily begitu saja?
Bila bisa, Alexa ingin membawa Emily bersamanya. Namun, apa David dan mamanya boleh? Karena mereka juga mencintai Emily. Benar-benar buah simalakama. Alexa memiliki pilihan yang amat sulit.
__ADS_1
"Maaa .... kenapa Mama tidur sama Om? Kenapa Mama gak tidur sama papa?" tanya Emily sekali lagi. Makin pusinglah kepala Alexa.
Apalagi Austin, ia juga kesusahan mencari kata yang pas untuk menjelaskan pada anak kecil itu. Lihat mata Mily, menatap Austin seperti menatap seorang pencuri. Ya, bagi Emily, Austin sudah mencuri mamanya.
"Mily, ikut Papa!" David datang dan langsung mengendong putrinya.
"Nggak mau. Mily mau sama mama ... mau sama Mama!" rengeknya kencang.
"Maafkan putriku!" David langsung membawa Emily pergi dari kamar itu. Dan melihat kejadian itu, Alexa nampak tidak senang. Terlihat sekali raut wajahnya yang cantik menyimpan kesedihan.
KLEK
Pintu ditutup dari luar oleh David.
"Kamu sangat sayang pandanya?" suara Austin terdengar di balik tubuh Alexa.
"Bagaimana aku tidak sayang padanya? Lima tahun ... lima tahun kami bersama."
"Lalu bagaimana denganku? Lima tahun hidupku bagai di neraka?" tanya Austin dengan tatapan nanar. Bagaimana pun juga, semua adalah korban. Dan pelaku semua ini adalah author. Kwkwkwk
Bersambung.
Ini IG pelaku : Sept_September2020
Fb : Sept September
__ADS_1
Sehat selalu semuanya.