
Wanita Pilihan CEO Bagian 28
Oleh Sept
Rate 18 +
Nyonya Tama tidak bisa menjawab pertanyaan dari anak tirinya itu, dengan mengepalkan tangan ia berbalik dan pergi meninggalkan Alexa. Sedangkan Dinda, ia mengekor di belakang sang mama, ia merasakan sesuatu yang aneh. Mengapa sang mama tidak berkutik dan diam.
"Maa!!! Kok Mama diem aja. Memangnya ibunya Alexa berjasa apa hingga ia meminta balesan?" tanya Dinda penasaran.
"Jangan ikut campur!" cetus nyonya Tama dengan geram. Ia melangkah dengan gusar menuju kamar utama.
"Astaga!" batin Dinda, bibirnya mengerucut. Mengapa mamanya seperti kerasukan.
***
Hanya karena tidak ada pernikahan antara ibunya dengan sang papa, bukan berarti Alexa tidak memiliki hak atas rumah dan perusahaan. Namanya masih tertulis jelas sebagai hak waris.
Ini semua karena ibunya, semua nasib buruk Alexa berawal dari kisah masa lalu sang ibu dan pewaris Hutama Groups. ibu Alexa merupakan sekretaris pribadi sang papa, terlalu sering perjalanan bisnis bersama. Benih-benih asmara mulai tumbuh dan menjalar begitu subur. Namun, hubungan terlarang itu harus berakhir tragis. Ketika istri sah mengetahui scandal sang suami yang sudah berhianat.
Nyonya Tama sangat terpukul, ia merasa dihianati. Mengetahui suaminya memiliki anak dari wanita lain, padahal ia juga sedang mengandung. Hati nyonya Tama hancur luluh lantah. Keluarga yang ia jaga sudah terkoyak.
Sakit hati, suatu hari ia merencanakan sebuah kejahatan serius. Alexa kecil menjadi saksi, bagaimana wanita itu dengan sengaja menabrak sang ibu.
Alexa kecil, harus menerima banyak terapi untuk menghilangkan traumanya saat menyaksikan sang ibu tertindas mobil di depannya.
Ketakutan setelah membunuh, nyonya Tama pulang ke rumah. Dengan tubuh bergetar, ia meminta pada sang mertua untuk melindungi dirinya.
Jelas kedua mertuanya shock, mengapa menantunya itu begitu gegabah. Lalu sekarang harus bagaimana? Mau tidak mau penjara sudah menanti nyonya Tama.
"Pa ... dia sudah menghancurkan keluarga Tama. Tama hanya ingin memberi pelajaran. Tapi ... tapi ... mobil tidak bisa direm. Mobil itu lepas kendali ... dia terseret dia ... dia..." Nyonya Tama kelihatan ketakutan, wajahnya pucat dan tatapan matanya kosong.
Melihat betapa kacaunya keluarga Anggara Hutama, sebagai orang tua, mereka memutuskan mengambil hak asuh Alexa. Memberikan Alexa tempat di rumah itu. Dan menutupi kasus tersebut. Kematian ibu Alexa ditutup sangat rapat, dan kekuatan uang lah yang selanjutnya berbicara.
__ADS_1
Setelah membawa masuk Alexa ke dalam keluarga Hutama, bukan berarti berhasil menutupi satu masalah. Masalah baru kembali terkuak. Kehadiran Alexa yang tiba-tiba muncul di antara keluarga Hutama, menjadi berita hangat. Dari sana media menguak, asal usul Alexa. Tidak ada bangkai yang bisa disembunyikan dari media.
Kabar Alexa adalah anak haram terekspose di banyak media. Lalu bagaimana dengan tangapan keluarga? Mereka kini menatap benci. Karena kehadiran Alexa yang sudah diketahui public kini bagai aib.
Bagaimana dengan ayah kandungnya? Pria itu melihat Alexa seperti sebuah mimpi buruk. Ia mengira Alexa hanya sumber bencana. Dimulai dari scandal dengan ibunya, lalu kematian wanita itu. Hati yang dulu pernah hangat, seketika membeku.
Sedangkan sang kakek, merasa bersalah atas ketidakadilannya di masa lalu, yaitu menutupi kematian ibu Alexa, sebelum wafat pemilik Group Hutama itu menuliskan beberapa wasiat untuk cucu yang sangat ia sesali.
Setidaknya, ia bisa menghebuskan napas terakhirnya dengan lega. Alexa Hutama adalah cucu kandungnya, tidak peduli ia lahir dari rahim siapa. Yang jelas, darah Hutama sudah mengalir dalam darah anak tanpa dosa tersebut.
***
"Ma ... Ayo lakuin sesuatu. Mengapa Mama lemah banget melihat Alexa yang belagu itu?"
Dinda terus saja mengompori sang mama untuk mengusir Alexa.
"Keluar dari kamar Mama!" sentak nyonya Tama yang merasa kepalanya nyut-nyutan.
"Maaa ...!"
Kesal karena mamanya jadi galak, Dinda langsung meninggalkan kamar itu dengan muka masam.
***
Hutama Group
Di salah satu ruangan yang paling besar di gedung yang menjulang tinggi tersebut. Terlihat seorang mengulurkan sebuah telpon.
"Tuan, Nona Alexa menelpon."
Tuan Anggara menatap sekretarisnya dengan wajah penuh tanya. Ada apa dengan putrinya, mereka tidak pernah saling telpon sebelumnya.
"Hem ..."
__ADS_1
"Berikan hak Alexa!"
"Bicara apa kau ini?"
"Alexa mau saham Alexa!"
"Kita bicara di rumah!"
"Tidak!"
"Lexa!!!!"
"Papa harus dengar Alexa kali ini!"
"Hentikan omong kosongmu. Kita bicara di rumah!"
"Tidak, Alexa yang akan ke sana sekarang."
"Lexaa!!!"
Tut Tut Tut
Alexa sengaja memutus telpon sang papa. Kini ia menatap pantulan dirinya pada cermin. Mengangkat wajahnya dengan percaya diri tinggi. Kemudian meraih tas serta kaca mata di atas meja rias. Alexa sudah siap, mengambil apa yang sudah menjadi miliknya.
Persetan dibilang anak tidak tahu diri, ia lelah harus mengalah pada nasib yang selalu tidak pernah baik padanya.
***
Sebuah mobil merah meluncur, itu adalah mobil koleksi terbatas sang papa. Dengan sekali tatapan, penjaga langsung mempersilahkan Alexa melengang dengan bebas tanpa hambatan.
Sampai di depan perusahaan, ia langsung turun dengan percaya diri serta dagu yang terangkat. Alexa berjalan melewati banyak karyawan yang menyapa dengan ramah tapi hati yang penuh dengan cibiran. Mereka menaruh hormat di depan tapi di belakang, mengunjing Alexa habis-habisan.
KLEK
__ADS_1
Melihat siapa yang datang, tuan Anggara langsung memegangi kepalanya yang terasa pusing. Apa Alexa ingin posisinya? Bersambung.