Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
Menata rambut


__ADS_3

"Sayang" ucap kaisar zhao.


"Em..."


"Ambilkan pakaianku itu." ucap xiao xia memerintah.


Jika ada yang mengetahui xiao xia memerintah seorang kaisar pastinya xiao xia sudah di penggal kepalanya. Namu alih alih bukan nya kaisar zhao marah, ia malah menuruti permintaan xiao xia mengambilkan pakaian xiao xia di meja.


Kaisar zhao mengambilkan pakaian xiao xia dan menyerahkan kepada xiao xia.


"Pakailah baju mu kenapa kau telanj*ng seperti itu." ucap xiao xia merona melihat tubuh kaisar zhao.


"Memang kenapa sayang em..." ucap kaisar zhao mencondongkan kan tubuhnya dekat dengan xiao xia


"Kau membuat ku malu." ucap xiao xia.


"......." tersenyum dan kaisar zhao pun mengibaskan tangan nya, sebuah pakaian sudah melekat di tubuhnya.


"Aku akan memakaikan baju untuk mu." ucap kaisar zhao memegang hanfu dan memakaikan kepada xioa xia.


Satu persatu pakaian kaisar zhao pakaikan ke tubuh xiao xia hingga selesai.


"Duduk lah aku akan menata rambut mu." ucap kaisar zhao menyuruh xiao xia duduk di deoan meja rias.


"Apakah kau bisa ?." ucap xiao xia.


"Em.. aku akan belajar. Jika nanti kamu sudah menjadi permaisuri ku aku akan mengurus mu." ucap.kaisar zhao.


Wajah xiao xia bersemu merah mendengar ucapan kaisar zhao.



Kaisar zhao menata rambut xiao xia dengan telaten. Sedangkan di luar xinxin mondar mandir karena nona nya tidak kunjung memanggil nya.

__ADS_1


"Kenapa nona lama sekali, kenapa tidak memanggil xinxin. Apakah aku harus masuk, tapi bagaimana kalau nona marah." ucap xinxin sendiri.


Di dalam kamar.


"Apakah kamu akan menemui mereka?." tanya kaisar zhao.


"Yah..." ucap xiao xia


"Apakah kamu menyayangi mereka?" tanya kaisar zhao.


"Tentu saja apalagi ayah. Ayah begitu menyayangi ku." ucap xiao xia.


"Baiklah, apakah mereka tahu tentang hubungan kita." ucap kaisar zhao masih sibuk menata rambut xiao xia.


"Tidak mereka semua tidak mengetahui. Pada saat perang mereka tidak mengenali mu karena diri mu berubah ke bentuk iblis mu" ucap xiao xia.


"Setelah selesai kamu membunuh kaisar bai si kamu langsung pergi meninggalkan tempat itu jadi tidak ada satupun yang tahu bahwa itu kamu." ucap xiao xia.


"Ya aku memang langsung pergi agar mereka tidak mengetahui siapa diri ku. Aku takut jika aku menunjukkan siapa diri ku keluarga mu akan melarang ku untuk dekat dengan mu." ucap kaisar zhao.


"Ternyata kamu pintar menata rambut ku, ini akan jadi tugas mu jika kamu sudah menjadi suami ku." ucap xiao xia.


"Baiklah sayang apapun untuk mu." ucap kaosar zhao mencium sekilas bibir xiao xia.


Di luar kamar


Karena xinxin sudah tidak tahan akhirnya dia memberanikan dirinya mengetuk pintu.


"Nona." panggil xinxin.


"Seperti nya dia pelayan mu." ucap kaisar zhao mendengar xinxin memanggilnya.


"Ya...pasti dia khawatir karna aku tidak memanggil manggil nya dari tadi." ucap xiao xia.

__ADS_1


"Baiklah aku akan pergi dulu, jaga diri mu sayang, aku mencintai mu." ucap kaisar zhao mencium bibir xiao xia dan ******* nya sebentar.


"Pergilah." ucap xiao xia.


"Apakah kamu tidak ingin mencium ku?" ucap kaisar zhao.


"Dari tadi kamu juga sudah mencium ku kenapa minta lagi." ucap xiao xia kesal.


"Baiklah baiklah, jangan marah sayang, aku pergi dulu eemmuach." ucap kaisar zhao mencium kening xiao.


Setelah kaisar zhao pergi xiao xia membuka pintu kamar nya, di lihatnya wajah xinxin yang sangat khawatir.


"Nona." ucap xinxin.


"Ada apa ? kenapa wajah mu begitu?" ucap xiao xia.


"Apakah nona baik baik saja ? xinxin snagat khawatir dengan nona karena nona tak kunjung memanggil saya." ucap xinxin.


"Eh nona anda sudah berdandan. Apakah anda berdandan sendiri?" tanya xiao xia.


"Oh ini..ya aku menata rambut ku sendiri, yah walaupun tidak terlalu rapi tapi aku suka melakukannya." ucap xiao xia.


"Oh jadi nona lama di dalam karena anda manata rambut anda sendiri." ucap xinxin.


"Ya bisa di bilang begitu." ucap xiao xia.


'Oh iya tadi gege datang saat aku mandi dan berpesan agar aku menemuinya. Ayo antar aku menemui ayah." ucap xiao xia.


"Baik nona mari..." ucap xinxin.


Xinxin dan xiao xia berjalan menuju ruang kelaurga dimana disana sudah ada beberapa orang menunggunya termasuk ibu pertama dan juga ibu keduanya.


Selamat membaca

__ADS_1


Ayo selalu berikan like nya dan komennya agar autor tetap semangat melanjutkan ceritanya hingga tamat.


Salam sayang semuanya.😘😘


__ADS_2