Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
perdebatan tentang panggilan


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan, kaisar Zhao membayar makanan mereka semua dan membawa xiao xia pergi dari tempat itu.


"Kau mau membawa ku kemana ?." ucap xiao xia karena di tarik oleh kaisar Zhao.


"Sudah lah aku hanya ingin kamu menemani ku berkeliling sayang." ucap kaisar Zhao.


"Cukup.." ucap xiao xia.


"Kenapa ?." ucap kaisar Zhao memandang wajah cantik xiao xia


"Berhentilah memanggil ku dengan panggilan itu." ucap xiao xia dengan wajah merona nya.


"Apa kamu tidak suka ?." ucap kaisar Zhao masih setia memandang wajah cantik xiao xia.


"Ya....dan berhentilah menatap ku seperti itu." ucap xiao xia salah tingkah.


"Kenapa aku suka melihat mu dan jika memang kamu tidak suka dengan panggilan itu baiklah aku tidak akan memanggil mu dengan sebutan sayang." ucap kaisar Zhao dan hal itu membuat xiao xia senang.


"Bagus." ucap xiao xia.


"Bagaimana kalau aku panggil dengan panggilan permaisuri ? Apakah kamu suka dengan panggilan ini permaisuri ku ?." ucap kaisar Zhao.


Xiao xia yang mendengar panggilan permaisuri menatap tajam kaisar Zhao

__ADS_1


"Apa apan laki laki ini kenapa sekarang malah memanggil ku dengan permaisuri, panggilan ini seolah olah aku ini adalah istri nya.....Aaaaaaaaa...kenapa dia seenak nya jidat memberi kan nama panggilan...tapi kenapa aku senang ya." batin xiao xia


"Kenapa kau memanggil ku seperti itu ?, Bukan kah aku sudah bilang jangan memanggil ku dengan sebutan aneh itu, lagi pula aku bukan istri mu." ucap xiao xia.


"Tapi aku suka memanggil mu seperti itu karena kau adalah wanita ku, dan sebentar lagi kan kamu juga akan menjadi permaisuri ku. Jadi mulai sekarang biasakan lah, Aku akan tetap memanggil dengan panggilan seperti itu." ucap kaisar zhao tak mau kalah.


Mendengar itu xiao xia cemberut dan juga geram


"Siapa juga yang mau menjadi istri mu." ucap xiao xia.


"Aku akan memaksa mu untuk menjadi permaisuri ku walaupun kamu menolak. Dan kamu juga jangan memasang bibir mu seperti itu, aku tidak yakin bisa menahannya disini." ucap kaisar Zhao .


"Memang a...." ucap xiao xia belum selesai kaisar zhao menarik tubuh xiao xia dan mencium bibir ranum itu. Kaisar zhao tak menghiraukan bahwa sekarang dia berada di tempat keramaian yang banyak pasang mata sedang melihat dan menatap mereka berdua.


"Lihat lah mereka berdua aaaah ...mereka cocok sekali. " sebagian warga merasa mereka dua sangat romantis dan serasi


Mamun kaisar Zhao tak menghiraukan mereka baginya ucapan mereka sangat lah tidak penting.


Xiao xia melotot melihat kaisar zhao mencium nya lagi di tempat umum. Xiao xia mendorong tubuh kaisar Zhao..


"Kenapa kau mencium ku lagi ? Lihat lah mereka melihat kita." ucap xiao xia cemberut.


"Berarti kalau hanya kita berdua aku boleh mencium mu begitu permaisuri ku ?, kamu menginginkan seperti itu ?." goda kaisar zhao yang.

__ADS_1


"Si..siapa juga yang menginginkannya." ucap xiao xia kesal berjalan meninggalkan kaisar Zhao..


"Tapi aku menginginkannya permaisuri ku." ucap kaisar xhao


"Dasar tidak tahu malu." ucap xiao xia


"Aku memang tidak tahu malu hanya kepada mu permaisuri ku." ucap kaisar zhao mengikuti langkah xiao xia.


"Berhenti memanggil ku permaisuri." ucap xiao xia kesal fikir nya pasti mereka semua yang melihat berfikir bahwa mereka berdua adalah sepasang suami istri yang sedang bertengkar.


"Tapi aku akan tetap memanggil mu permaisuri." ucap kaisar zhao


"Stop." ucap xiao xia memberhentikan kaisar Zhao dengan tangannya.


"Kenapa ? ." tanya kaisar Zhao bingung.


"Berhentilah memanggil ku dengan panggilan itu, aku sungguh tidak nyaman lihat lah mereka semua melihat kita seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar. Jadi aku mohon jangan panggil aku dengan panggilan itu." ucap xiao xia.


"Terus aku harus memanggil apa ?." ucap kaisar Zhao bingung.


"Terserah." ucap xiao xia meninggal kan kaisar zhao.


"Baiklah aku aku akan memanggil mu sayang saja." ucap kaisar Zhao menyusul xiao xia.

__ADS_1


Sedangkan xiao xia sudah pusing dengan kaisar Zhao dia malas berbicara pikirnya terserah dia mau memanggilnya apa yang penting jangan memanggilnya dengan sebutan permaisuri.


Beda hal nya dengan Feng, kakek lingxi dan Phoenix mereka hanya tertawa melihat wajah marah, kesal xiao xia dengan tingkah kaisar Zhao.


__ADS_2