
xiao Xia tetap berusaha untuk melepas pelukan kaisar Zhao namun semua nya sia sia
"lepaskan mesum." ucap xiao xia
"aku tidak akan melepaskan mu." ucap kaisar Zhao.
"apa mau anda." ucap xiao xia.
"em...karena kamu adalah gadis ku maka aku akan membawa mu keistana." ucap kaisar Zhao menggendong xiao xia menuju istana.
"turunkan saya. siapa yang mau menjadi gadis mu lepaskan." ucap xiao xia memukul dada kaisar Zhao namun tak di hiraukan.
Feng dan Xing Yun mengikuti dua orang yang sedang berdebat.
"apakah kaisar Zhao memang seperti itu." tanya Xing Yun
"tidak saya baru bertama kalinya melihat yang mulia membawa seorang gadis dan mengakui bahwa itu gadisnya."ucap Feng masih memperhatikan kaisar zhao.
"jadi apakah dia wanita pertama yang di bawa kaisar Zhao." tanya Xing Yun dan di angguki oleh Feng.
setelah sampai di istana semua pelayan dan prajurit yang melihat kaisar nya membawa seorang wanita dalam gendongannya sunggung kaget mereka hanyut dalam lamunan mereka sendiri sendiri.
"turunkan saya." ucap xiao xia merasa malu karena banyak yang melihatnya.
"tidak akan." ucap kaisar zhao tetap membopong tubuh xiao xia..
xiao hanya cemberut dan memonyongkan bibirnya.kaisar Zhao yang melihat sungguh sangat gemas
setelah sampai di sebuah kamar kaisar Zhao menurunkan xiao xia.
"ini kamar mu. istirahatlah kau pasti sangat lelah." ucap kaisar Zhao lembut dan akan menyentuh rambut xiao xia.
Xiao Xia yang melihat kaisar Zhao ingin membelai rambutnya langsung mundur.kaisar Zhao yang melihat hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
"baiklah aku akan keluar di luar ada yang menjaga mu jika kamu butuh sesuatu mintalah kepada mereka."ucap kaisar Zhao namun tak di jawab satu kata pun oleh xiao xia.
"istirahatlah." ucap nya lagi.
melihat waktu yang masih dini hari xiao xia berjalan menuju ranjangnya untuk istrirahat.
pagi harinya seorang dayang datang mengetuk pintu.
tok..tok..lama dayang mengetuk pintu namun tak kunjung ada sahutan.
"apakah putri belum bangun."tanya pelayan bernama linlin kepada penjaga pintu kamar xiao xia.
"sepertinya belum karna saya belum mendengar suara dari dalam kamar putri." ucap penjaga pintu.
"em ya sudah saya masuk dulu ."ucap linlin menundukkan kepala dan membuka pintu.
Linlin masuk kedalam dan melihat seorang gadis masih tertidur dengan pulas nya di atas ranjang. Linlin setia menunggu sampai xiao xia bangun.
"apakah putri belum bangun." tanya kaisar Zhao kepada Linlin.
"hormat hamba yang mulia. pelayan menjawab putri belum bangun yang mulia seperti nya putri sangat kelelahan." ucap Linlin bersimpuh.
"em seperti nya memang dia sangat lelah hingga tidurnya sangat nyenyak." ucap kaisar Zhao duduk dekat xiao xia di pinggir ranjang sambil tersenyum.
Linlin yang melihat sekilas senyum kaisar Zhao sangat saget.
"apakah aku berhalusinasi." ucap Linlin dalam hati melihat senyuman kaisar Zhao.
"layani dia dengan baik." ucap kaisar Zhao kepada Linlin.
kaisar Zhao membelai pipi xiao xia dengan lembut sebelum meninggalkannya.
"baik yang mulia." ucap Linlin
__ADS_1
"eeem..." xiao xia menggerak kan tubuhnya dan membuka matanya.
"putri sudah bangun." tanya Linlin
"siapa kau." tanya xiao xia
"hamba dayang yang di tugaskan yang mulia untuk melayani anda tuan putri." ucap dayang Linlin
"aku tidak ingin dilayani." ucap xiao xia
"tapi putri ini permintaan yang mulia. jika hamba tidak menjalani perintah ini hamba akan di hukum putri." ucap linlin sedih sambil bersimpuh.
mendengar ucapan Linlin xiao xia sungguh tak tega
"baiklah. siapa nama mu." tanya xiao xia
"hamba Linlin putri." ucap Linlin masih bersimpuh
melihat Linlin tak bangun dari duduk nya xiao xia menyuruh Linlin bangun.
"kenapa kau masih duduk di situ bangunlah." ucap xiao xia menyuruh Linlin bangun.
Linlin pun bangun dan berjalan mendekati xiao xia
"apakah anda ingin mandi putri. hamba akan menyiapkan air untuk putri." ucap Linlin
"baiklah aku ingin mandi badan ku sudah sangat pegal pegal." ucap xiao xia memutar badan kekanan ke kiri.
melihat perilaku xiao xia Linlin hanya mengernyitkan alisnya.
selamat membaca 🤗
semoga suka.
__ADS_1