Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
membeli pakaian


__ADS_3

Kaisar Zhao terus membututi kemana xiao xia pergi. Hingga xiao xia berada di depan penjual aksesoris .


"Ada yang bisa saya bantu nona ?." tanya penjual.


"Saya hanya ingin melihat lihat tuan." ucap xiao xia kepada penjual yang sudah agak tua.


"Silahkan nona." ucap penjual itu


xXiao xia melihat lihat aksesoris seperti anting, gelang, tusuk rambut dan lainnya. Karena sedang asyik dia tidak menyadari kaisar Zhao sudah berada di sampingnya.


"Apakah kamu menyukai nya sayang ?." ucap kaisar Zhao yang melihat xiao xia memegang sebuah tusuk rambut.


"Em.." ucap xiao xia mengangguk dia tidak menyadari bahwa seperti nya dia menanggapi panggilan sayang yang di ucap kan kaisar Zhao.


"Seperti nya ini juga bagus." ucap kaisar Zhao menunjuk sebuah kalung.


Xiao xia melihat barang yang di maksud kaisar zhao pun melihat.


"Benar tuan. Ini memang sangat cantik bila di pakai oleh kekasih anda." ucap penjual.


"Baiklah bungkus ini dan ini." ucap kaisar Zhao menunjuk kalung dan tusuk rambut.


"Kau membelikan untuk ku." tanya xiao xia.


"Tentu saja sayang." ucap kaisar Zhao memberikan senyum manisnya.


Xiao xia yang melihat senyum manis kaisar Zhao merona wajah nya sudah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"Ah kenapa senyum itu selalu membaut ku deg deg an. Hei..jangan tampilkan senyum manis mu itu kau bisa membunuh ku secara perlahan ." batin xiao Xia.


Kaisar Zhao yang melihat wajah merona xiao xia sangat gemas dan ingin sekali melahap gadis kecil nya.


"Ini tuan total nya 50 koin perak tuan ." ucap penjual


" Ini dan ambil lah kembaliannya." ucap kaisar zhao menyerahkan 1 keping emas.


"Ayo sayang." ucap kaisar Zhao mengajak xiao xia pergi.


"Terimakasih tuan terimakasih." ucap penjual itu berterimakasih.


"Kau mau membawa ku kemana ?." ucap xiao xia melihat tangannya di genggam oleh kaisar zhao.


"Kita beli pakaian untuk mu." ucap kaisar Zhao.


"Apa kamu tidak tahu nanti malam akan ada perayaan lampion." ucap kaisar Zhao.


"Benarkah ? tapi aku tidak tahu ?." ucap xiao xia memang tidak mengetahui.


"Makanya aku ingin kamu tampil cantik malam nanti. Aku ingin membawa mu melihat nya dan aku ingin membelikan pakaian untuk mu." ucap kaisar Zhao menyentuh pipi xiao xia dengan jari nya.


" Ayo." ajak kaisar Zhao.


Mau tidak mau xiao xia mengikuti kemauan kaisar Zhao jika di menolak pastinya kaisar zhao akan tetap memaksa. Kini mereka berdua sudah berada di depan toko milik penjual pakaian.


"Silahkan tuan." ucap penjaga.

__ADS_1


"Em.." ucap kaisar Zhao menarik tangan xiao xia untuk masuk.


Kini xiao xia dan kaisar Zhao telah masuk dan melihat banyak sekali bahan pakaian yang berjejer .


"Permisi tuan, Apakah ada yang bisa saya bantu ?." ucap pelayan.


"Ya...Carikan hanfu yang cocok untuk nya dan yang terbaik." ucap kaisar Zhao.


"Baiklah tuan, mari nona." ucap pelayan.


Xiao xia hanya menurut saja diam ngikuti pelayan wanita itu dan naik ke lantai dua yang di khususkan untuk bahan bahan berkualitas.


"Nona bagaimana dengan bahan ini ?." ucap pelayan menunjukkan kepada xiao xia.


"Tidak. Aku tidak suku warna nya dan kainnya terlalu tebal." ucap xiao xia.


"Carikan aku bahan nya yang ringan dan lembut." ucap nya lagi.


"Baik nona." ucap pelayan mencarikan kain yang di ingin kan xiao xia setelah mendapatkan nya pelayan wanita itu menunjukkan kembali kepada xiao xia.


"Bagaimana dengan yang ini nona ?." ucap pelayan.


Xiao xia melihat dan mengelus kain itu ia pun mengangguk kan kepala nya tanda setuju.


"Baik lah nona dan sekarang saya akan mengukur anda." ucap pelayan.


"Ya lakukan lah." ucap xiao xia.

__ADS_1


Setelah pelayan itu mengukur. Xiao xia dan kaisar zhao menunggu pakaian xiao xia sampai jadi. Lama menunggu akhirnya pelayan itu pun menghampiri mereka dan menyerahkan hanfu itu untuk xiao xia.


__ADS_2