Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
pedang api


__ADS_3

setelah kakek lingxi dan burung Phoenix itu selesai kini tinggallah xiao xia yang belum mencabut pedang itu.


xiao xia berjalan mendekati pedang itu di tatap nya dalam diam..


"semoga saja aku bisa mencabutnya..setelah aku mendapatkan pedang itu. entah apa yang akan aku lakukan lagi. sebenarnya aku tidak ingin melakukan perjalanan yang melelahkan serta membahayakan nyawaku..tapi aku tidak ingin menolak permintaan kakek tua itu yang selalu menemani ku di dunia ini..aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dari ku..maaf kan aku jika aku selalu kasar dengan mu, itu semua hanya untuk menutupi semua kesedihanku yang hidup sendirian di dunia aneh ini..trimakasih kau selalu ada untuk ku..aku janji aku akan membantu mu mencapai keinginan mu dan aku berjanji aku akan menjadi lebih kuat ." ucap xiao xia dalam hati sesekali melihat kakek lingxi.


kakek lingxi yang melihat suatu kesedihan di mata xiao xia hanya diam. xiao xia mengangkat tangan nya menyentuh pedang itu. diam lama xiao xia tidak mencabutnya. airmata xiao xia jatuh tepat mengenai pedang itu..


tes...air mata xiao xia terserap oleh pedang api itu. xiao xia menarik pelan pedang itu namun sama sekali tidak ada penolakan hingga pedang itu berhasil dicabut dan sekarang ada berada di genggaman xiao xia.


"ternyata aku adalah takdir mu trimakasih.. trimakasih ..temanilah aku seumur hidup ku dalam suka maupun duka. aku berhasil kek aku berhasil..ucap xiao xia menangis dalam hati namun tak bisa membohongi matanya, air matanya pun ikut jatuh di pipi mulus xiao xia. xiao xia cepat mengusap air mata nya takut kakek lingxi dan burung Phoenix melihatnya.



"aku berhasil." ucap xiao berbalik badan menghadap mereka berdua.

__ADS_1


"ternyata kau adalah takdirnya." ucap burung Phoenix. sedangkan kakek Lingxi masih diam menatap xiao xia.


"apa kau tidak ingin membuat ku senang karena telah berhasil mencabut pedang ini." ucap xiao xia berpura pura cemberut.


"tentu saja aku senang gadis tengil." ucap kakek Lingxi


"hei kenapa kau selalu memanggil ku dengan sebutan gadis tengil." ucap xiao xia kesal.


" kau pun juga sering memanggil ku dengan sebutan kakek sialan." ucap kakek lingxi .


"he...he...he...." xiao xia cengengesan


ternyata ucapan itu berhasil membuat xiao xia melupakan kesedihannya. tapi ia bersyukur xiao xia kembali lagi seperti biasanya..kakek Lingxi tahu di balik kata kasar sifat bar bar dan arogannya dia mencoba menutupi sebuah kesedihan di hatinya yang ia rasakan.


"apa yang kau fikirkan kenapa kau tersenyum seperti itu " ucap xiao xia melihat senyum Kakek lingxi.

__ADS_1


"aku lapar jadi buatkan aku makanan yang banyak dan enak." perintah kakek lingxi.


"tapi aku lagi malas lelah. lihat lah aku tidak mempunyai tenaga." ucap xiao xia pura pura lemas .


"aku tahu kau itu hanya berpura pura. cepat Carikan aku makanan." ucap kakek Lingxi.


"kenapa kau menyuruh ku mencari." ucap xiao xia.


"bukan kah kau akan memasakkan makanan buat ku setelah aku mencoba mencabut pedang itu." ucap kakek Lingxi.


"kau saja tidak berhasil mengambilnya. kenapa masih menyuruh ku." ucap xiao xia. "dan aku tidak mau mencari makanan.kau suruh saja burung Phoenix mencarinya." ucap xiao xia


"biarkan aku saja yang mencarinya." ucap burung Phoenix menyela.


"bagus." ucap xiao xia dan kekek lingxi bersama. dan hal itu membuat burung Phoenix bengong.

__ADS_1


selamat membaca 🤗🤗🤗🤗


jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2