Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
penganggu.


__ADS_3

kaisar zhao yang mendengar suara orang berdehem, menghentikan aksinya. menoleh ke samping, kearah suara itu berasal.


"sial mengganggu saja, siapa sih mereka, apa mereka tidak tahu aku merindukan wanita ku yang cantik ini dan ingin ku lahap bibirnya. dasar tua tua bangka mengganggu anak muda saja." ucap kaisar zhao menggerutu.


autor : hei kaisar zhao bukan kan diri mu juga tua bangka.


kaisar zhao : aku tidak merasa tuh๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’


autor : idih marah๐Ÿคญ๐Ÿคญ.


kaisar zhao : jelas, karna autor bilang aku tua, apa autor tidak tahu aku ini sangat tampan dan gagah๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ.


autor : terlalu percaya diri๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


kaisar zhao : jelas, buktinya xiao xia tergila gila padaku๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ.


autor : baiklah kalau begitu, aku akan buat xiao xia meninggalkan mu๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


kaisar zhao : jangan..๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ kasihanilah aku๐Ÿ˜ซ๐Ÿ˜ซ


.


.


.


.


"siapa kalian, mengganggu saja." ucap kaisar zhao kesal.

__ADS_1


"eh...maaf yang mulia bukan saya mengganggu anda, namun seperti nya anda harus melihat keadaan." ucap xing yun.


"benar yang mulia." ucap kakek shu yun.


"apa, mengganggu ya mengganggu." ucap kaisar zhao masih kesal.


sedangkan xiao xia dan kakek lingxi yang melihat kaisar kesal hanya tersenyum.


"sudah lah, kenalin ini kakek ku ketua klan yun, shui yun. dan ini kakek lingxi, orang selalu di dekat ku. dan untuk dia, pastinya kamu sudah tahukan." ucap xiao xia.


"selalu ada di samping mu?, dia ." ucap kaosar zhao menunjuk kaisar zhao.


"em." xiao xia mengangguk.


"kenapa kamu disini sayang ?, disini sangat berbahaya, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu." ucap kaisar zhao ingin memeluk.


"ehem....ehem...." kakek shu yun berdehem lagi.


xiao xia sungguh ingin tertawa melihat kaisar zhao yang kesal karena ulang kakek nya.


"apakah tenggorokan anda sakit tuan?." ucal kaisar zhao sangat kesal.


"kenapa dari tadi berdehem terus." ucap nya lagi.


"tidak yang mulia, tenggorokan saya baik baik saja." ucap kakek shui yun menahan tawa.


"sudah sudah, jangan marah." ucap xiao xia memeluk lengan kaisar zhao.


"xiao...." ucap kakek shui yun memperingatkan kan untuk melepas tangan nya, karena itu sangat tidak sopan.

__ADS_1


"apa lagi." ucap kaisar zhao.


"maaf yang mulia, saya hanya mengingatkan kepada cucu saya agar dia sopan kepada anda. bagaimana pun anda adalah seorang kaisar. jadi cucu saya juga harus menghormati anda." ucap kakek shui yun.


"dia tidak perlu menghormati ku, karena bisanya saja dia juga sangat nakal." ucap kaisar zhao meliril xiao xia dengan senyum penuh arti.


"apa..?. itu tidak benar." ucap xiao xia.


"apa yang tidak benar sayang." ucap kaisar zhao memeluk pinggang xiao xia.


sedangkan ketiga orang yang melihat sudah tidak bisa berkata kata lagi, melihat mereka yang terus terusan ingin bermesraan.


"sudah biarkan saja mereka." ucap kakek lingxi.


"haaah, baiklah." ucap kakek shui yun.


"jika dia bukan kaisar, sudah aku pukul kepalanya karena seenak nya saja ingin mencium dan memeluk cucu ku." ucap nya lagi.


kaisar zhao yang mendengar, langsung beralih menatap kakek shui yun.


"jika anda bukan kakek wanita ku, sudah ku cabut jenggot putih mu itu." ucap kaisar zhao tersenyum mengejek.


"apa.." ucap kakek shui yun kesal dan ingin marah.


"sudah kek, sudah.." ucap xing yun menengahi.


mereka bertiga akhirnya membiarkan xiao xia dan kaisar zhao, meninggalkan mereka berdua. sedangkan mereka bertiga mengintai hewan legenda yang sedang bertatung dengan beberpa pendekar.


selamat membaca๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


jangan lupa tinggal kan jempol dan komenya..๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2