
peri kecil yang tak lain bernama meng Lin seorang putri dari istana hutan cahaya. setelah perdebatan yang di buat xiao xia mereka pun berkenalan dan kini mereka berdua menjadi teman, meng Lin yang mengetahui bahwa xiao xia merasa capek Krena perjalanan panjang mereka meng Lin pun mempersilahkan mereka berdua untuk istirahat.
"istirahat lah dulu anggap saja istana ini milik kalian juga." ucap meng Lin
"tentu saja." xiao xia tak tahu malu.
"baiklah pelayan antarkan nona xiao xia menuju kamarnya." ucap meng lin
"baik tuan putri." ucap pelayan itu dan mengantrkan xiao xia
setelah sampai
"silahkan nona." pelayan mempersilahkan xiao xia masuk ke kamar.
"trimakasih ." memberikan senyuman manisnya kepada pelayan.
"sama sama nona.kalau begitu saya permisi dulu nona." pelayan itu pamit di angguki oleh xiao xia.
xiao xia masuk kekamar yang telah di sediakan oleh meng Lin untuknya. dilihatnya kamar yang elegan dan indah.direbahkan tubuhnya di atas kasur yang sudah di sediakan walau pun tidak seempuk miliknya di saat masih di jaman moder.
"ah....akhirnya aku bisa juga tidur di atas kasur walau pun tidak terlalu empuk dari pada tidur di tanah yang hanya beralaskan kain." ucap xiao xia merebahkan tubuhnya.
"ah nikmatnya bila hidup seperti ini terus... kenapa dari dulu yang aku rasakan dari mulai aku hidup di jaman modern sampai jaman aneh ini aku selalu saja memiliki musuh kapan aku tenangnya dan mendapat kedamaian untuk diri ku sendiri." ucap xiao xia sendirian.
"oh iya baru ingat kemana Kakek tua itu." xiao xia mencari.
__ADS_1
"kek....kau dimana." teriak xiao xia memanggil.
"jangan bilang kau mengintip gadis gadis cantik itu ya." xiao xia masih berteriak.
"mengintip apanya." kakek lingxi memukul kepala xiao xia.
"aduuuh...kau seperti hantu saja kadang hilang kadang ada." ucap xiao xia..."uuuups ....kau kan memang hantuπ."xiao xia menutup mulutnya
"dasar gadis tengil kenapa kau panggil panggil aku dengan suara cempreng mu itu." tanya kakek lingxi
"he...he...he...jangan lah marah marah." rayu xiao xia dengan senyum manisnya
"kau pasti ada maunya kan." selidik Kakek lingxi.
"mana ada aku kan gadis baik. cantik dan tidak sombong." xiao xia membanggakan dirinya.
"ciiih... itu menurutmu. apa yang kau inginkan ?." tanya kakek lingxi
dia berfikir pasti xiao xia meminta untuk menjaga nya tidur karena selama ini sebelum xiao xia tidur harus ada yang menemani sampai dia tidur..
fix ya hanya menjaga bukan tidur bersama.
entah kenapa setiap kali xiao xia akan tidur harus di temani dulu sampai dia tertidur..saat ditanya oleh kakek lingxi xiao xia hanya menggelengkan kepala dan terlihat sedih. melihat itu kekek lingxi sempat berfikir mungkin ada suatu kejadian yang membuat nya takut sampai terbawa tidur. karena ia tidak tega jadi setiap malam sebelum tidur kakek lingxi akan selalu ada di sampingnya menjaganya sampai dia terlelap.
"he ...he...tamani aku tidur seperti biasa ya. please." xiao xia memohon.
__ADS_1
"sudah bisa di tebak." ucap kakek Lingxi. " tidurlah aku akan menjagamu." ucapnya lagi.
"kau yang terbaikππ." xiao xia memberikan kedua jempolnya.
"aku ini memang baik." ucap kekek lingxi.
setelah itu xiao xia pun mulai memejamkan matanya sedangkan kakek lingxi hanya duduk mengamati xiao xia.
kalau seperti ini kan enak di lihat gak berantem terus kaya Tom and Jerry.ππ
selamat membaca π€π€
jangan lupa like and komen ππππππ
selalu dukung karya autor ya.
uator masih baru jadi tolong di maklumi jika
ceritanya tidak menyenangkan.. ππππ
silahkan lihat cerita lain milik autor ya.
.
" pembantuku jantung hati ku ."
__ADS_1
" cinta ceo untuk sang janda."