Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
hutan cahaya


__ADS_3

lama berjalan


"kapan sih kita sampai." ucap xiao xia


peri kecil itu memberi isyarat bahwa tinggal beberapa langkah.


"kau jangan membohongi ku lagi ya." ucap xiao xia mengancam


ya karna dari pertama xiao xia mengeluh peri kecil itu selalu membohongi nya yang kata tinggal beberapa langkah namun apa hasilnya sudah berjalan setengah hari namun tak kunjung sampai


peri kecil itu memberi tanda bahwa dia tidak membohongi nya


"baiklah jika kamu membohongiku lagi jangan salahkan aku kalau kamu akan aku pites."ucap xiao xia kesal dan peri kecil itu pun mengangguk bahwa dia tidak berbohong


mereka pun berjalan beberapa langkah peri kecil itu pun menyuruh mereka berhenti


"kenapa berhenti." tanya xiao xia.


peri kecil memberi isyarat kalau sudah sampai.


"kita sudah sampai benarkah." xiao xia berbinar namun setelah itu sirna lantaran apa yang dilihatnya hutang seperti biasanya bukan kah katanya hutan cahaya sangat indah lah ini sama saja.


"seperti inikah hutan cahaya." xiao xia bertanya dan di angguki peri kecil. " iyakah...oh no" masih tidak percaya


"benarkah seperti ini kakek tua" tanya nya lagi masih tidak percaya.


" aku tidak tahu kenapa kau malah tanya. aku sendiri saja bingung." ucap kakek tua bingung.

__ADS_1


lama xiao xia berfikir


"mana nya yang kata mu hutan cahaya itu indah ha..... lihat apa ini....ini sama saja seperti hutan hutan lainnya....kau ingin membohongiku peri kecil๐Ÿ‘Š๐Ÿ‘Š." peri kecil mendapatkan semprotan kemarahan xiao xia.


"aaaaa.....iiii....eee....OOO...uuuu." ucap peri kecil.


"jangan membodohi ku lagi ..aku tidak mau dengar...aku tidak mau dengar ." geram xiao xia menutup telinga


berdebatan panjang mereka yang tak berfaedah pun selesai


peri kecil seperti sedang membaca sebuah mantra yang tidak di mengerti oleh xiao xia dan kekek lingxi.


"dia sedang apa." tanya xiao xia


"mana aku tahu. sudah diam lah kau itu cerewet sekali." ucap Kakek lingxi memukul kepala xiao xia dengan kepalannya๐Ÿ‘Š.



"waaaaah ." hanya itu yang bisa di ucap kan xiao xia dan kakek Lingxi


"apakah ini jalan nya untuk masuk." ucap xiao xia dengan mata berbinar.


"aaaa...iii..eee..ooo.uuu.." ucap peri kecil.


"sudah lah aku tak akan mengerti dengan apa yang kau bicarakan..jangan membuang buang tenaga mu.... jangan membuat ku lama menunggu di sini....ayo kita masuk let's go." ucap xiao xia menarik kakek lingxi dan peri kecil.


peri kecil hanya bisa membatin. " siapa sebenarnya yang memiliki tempat ini kenapa seperti dia yang seolah olah memilikinya nasib nasib ketemu dengan orang yang tak normal."

__ADS_1


mereka pun masuk dan pintu yang di buka itu pun menghilang xiao xia dan kakek lingxi tak henti hentinya mengagumi keindahan disini macam macam bunga tumbuh dengan indah, harum semerbak pun memanjangkan hidung mereka.



"uh cantiknya..." ucap xiao xia. "kakek tua kita tinggal disini saja ya. aku suka tempat ini kapan lagi kita akan ketemu tempat tinggal yang seperti ini." ucap xiao xia dengan mimik wajah memelas.


"tidak." ucap kakek Lingxi singkat


"ayolah." rengek xiao xia


"tidak." tolak kakek lingxi.


"please." xiao xia memasang wajah imutnya


"aku bilang tidak ya tidak." kekeh kakek lingxi tetap menolak


" aaah.....kau sungguh sangat menyebalkan kenapa kau tidak bisa menghiburku sebentar saja menyetujui permintaan ku heeh." ucap xiao xia kesal.


"lihat lah ooooh ini sangat indah.." ucap xiao xia tak henti hentinya mengagumi keindahan hutan ini



kakek Lingxi dan peri kecil tak menghiraukan xiao xia karena jika di ladeni akan jadi perdebatan panjang membuat darah tinggi kakek tua naik.


selamat membaca ๐Ÿค—๐Ÿค—


jangan lupa like and komen ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2