
Kata yang di ucapkan akan menyerahkan mahkota pribadi pada saat sudah menikah ternyata hanya bualan saja, Nyatanya disaat kedua anak manusia yang di landa gairah cinta bersama akhirnya melakukan hubungan sebelum waktunya.
Xiao xia terus mendes*h merasakan kenikmatan yang di berikan oleh Kaisar Zhao.
Dan tanpa henti Kaisar Zhao terus saja memompa bagian inti tubuh Xiao-xia dengan senjatanya.
"Sayang, Aaah...ini sungguh nikmat sayang," seru Kaisar Zhao terus melakukan kegiatannya.
"Aaaah..." Xiao xia terus saja Mende*ah di bawah tubuh kekar itu.
Mereka terus melakukan olahraga di malam hari yang menguras keringat. Beberapa kali mereka telah mencapai ******* nya, hingga akhirnya merek berdua tumbang karena mencapai puncak yang terakhir dengan di akhiri suara eranga*n bersama.
Mereka berdua nampak begitu kelelahan, keringat membanjiri tubuh mereka. Kaisar Zhao yang sudah begitu puas menarik tubuh itu dalam pelukannya.
"Terimaksih sayang," ucap Kaisar Zhao mencium kening Xiao Xia.
"Em..."
"Ingin mandi?" tanya Kaisar Zhao.
"Ya..." jawabnya dengan anggukan.
Kaisar Zhao langsung turun dari ranjang dan mengangkat tubuh Xiao Xia, setelah itu masuk kedalam pemandian. Di masukkan nya tubuh Xiao Xia kedalam air dan kini mereka berdua tengah menikmati mandi malam nya.
"Apakah sakit sayang?" tanya Kaisar Zhao.
"Em.." ucap Xiao Xia mengangguk.
"Maaf sayang, habis nya enak sekali sih. Jadi nya kan aku sangat bersemangat," Kaisar Zhao tanpa malu mengatakan itu semua, dan hal itu langsung mendapat kan pukulan keras di lengannya.
"Kau itu, berikan jeda juga lah. Masa terus menerus, aku kan juga lelah sayang."
"Tapi suka kan? Buktinya tadi mendes*h meminta terus," Goda Kaisar Zhao dengan mengerlingkan satu matanya.
"Tidak! Kapan aku meminta terus? Kalau kamu iya aku baru percaya," jawab Xiao Xia cemberut.
"Jangan cemberut sayang! Bagaimana kalau ini bangun lagi? Aku tidak yakin jika tidak menyerang mu lagi"
"No...! Aku lelah," jawab Xiao Xia cepat mungkin.
"Uuh...Menggemaskan sekali sih," Kaisar Zhao mencubit pipi Xiao Xia, setelah itu menghisap leher Xiao hingga membuat tanda merah di leher putih itu.
"Aau... Kenapa menggigit ku?" tanya Xiao Xia kesal.
"Hanya ingin menambah hasil karya ku sayang," jawab Kaisar Zhao tanpa bersalah.
"Apakah masih kurang? Lihatlah semua hasil ulah mu ini membuat tubuh ku penuh dengan tanda," tunjuk nya pada bagian bagian tubuh yang penuh tanda merah hasil perbuatan Kaisar.
"Apakah perlu aku tambah lagi sayang?" tanya nya dengan nada menggoda.
"Tidak...!" tolak Xiao Xia cepat.
Kaisar Zhao yang mendengar penolakan Xiao Xia malah terkekeh. Dia tidak peduli jika Xiao akan marah. Zhao kembali menyerang Xiao Xia, memberikan banyak tanda merah lagi di bagian bagian tertentu. Hingga akhirnya Xiao xia kembali mendes*h karena ulah Kaisar Zhao yang membuat nya selalu melayang karena kenikmatan.
Dan akhirnya kegiatan itu pun terulang kembali, kegiatan panas penuh erang*n dan desah*n.
__ADS_1
Cukup lama mereka melakukan nya, mereka berdua pun akhirnya selesai dengan kegiatan mereka berdua.
.
.
Pagi hari mereka berdua masih terlelap menikmati tidurnya. Seorang Dayang datang dan mengetuk pintu untuk membangunkan Xiao Xia.
Tok...Tok...Tok...
"Tuan putri," panggil Wenwen.
Wenwen terus mengetuk dan memanggil. Sedangkan yang di bangunkan masih bergelut dalam selimut sambil berpelukan.
"Tuan putri," panggil Wenwen kembali.
Kaisar Zhao yang mendengar suara orang memanggil akhirnya membuka mata. Dilihat nya Xiao Xia masih terlelap sambil memeluk tubuh nya.
Cup...
Kaisar Zhao mengecup kening Xiao Xia dengan lembut.
Dengan hati hati Kaisar Zhao melepaskan tubuhnya dari pelukan Xiao Xia. Kaisar Zhao menyelimuti tubuh polos Xiao Xia dan setelah itu memakai pakaiannya, pergi menghilang dari kamar itu.
Sedangkan di luar kamar, Wenwen akhirnya memberanikan diri masuk kedalam kamar Xiao xia. Dilihatnya Tuan putrinya masih terlelap.
Wenwen tidak berani membangunkan Xiao Xia yang sedang tidur. Wenwen membersihkan kamar Xiao Xia yang berantakan, mengambil pakaian yang berserakan di lantai. Setelah membereskan barang barang yang tergelatak, Wenwen mengisi bak mandi untuk mandi Xiao Xia.
Setelah beberapa menit di tunggu, Xiao Xia perlahan membuka matanya dan duduk, menyandarkan tubuhnya untuk mengumpulkan kesadarannya.
"Uwaaah....Ah lelahnya," ucap Xiao xia merenggangkam ototnya.
"Dasar singa! Bisa-bisa nya dia menghajar ku semalaman," gumam nya lirih dengan hanya menggunakan selimut yang menutup tubuhnya.
Mata Xiao melihat sekeliling kamar mencari Kaisar Zhao. Namun yang di dapat bukannya Kaisar, melainkan Wenwen yang masih setia menatapnya.
"Aaa....." teriak Xiao Xia kaget.
"Tuan putri," Wenwen pun menghampiri Xiao yang terkejut
"Sejak kapan kau disitu?" tanya Xiao Xia mengerutkan kening.
"Sejak anda masih tidur Tuan Putri," jawab Wenwen.
"Em, begitu ya. Aku ingin mandi."
"Hamba sudah menyiapkan airnya Tuan Putri. Mari saya bantu anda membersihkan diri," ucap Wenwen membantu.
Hari ini Xiao Xia sungguh sangat malas mandi sendiri, dan akhirnya ia mengizinkan Wenwen untuk membantunya.
Xiao Xia turun dari ranjang dengan pelan sambil melilitkan selimut di tubuh nya. Melihat Xiao Xia berjalan sangat hati hati sambil meringis seperti menahan sesuatu, Wenwen yang melihat langsung menghampiri dan memapah Xiao Xia menuju tempat pemandian.
"Terimakasih."
"Ini sudah menjadi tugas saya Tuan Putri," jawab Wenwen.
Wenwen melepas selimut yang melekat di tubuh Nona mudanya dan meletakannya di keranjang. Saat tubuh itu polos, mata Wenwen melihat banyak tanda merah di tubuh Xiao Xia, tetapi dia hanya diam, tidak bertanya apapun.
__ADS_1
"Mari Putri saya bantu menggosok tubuh anda."
Xiao Xia masuk kedalam bak mandi, berendam untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lelah. Sedangkan Wenwen menggosok tubuh dan membersihkan tubuh Nona Mudanya.
"Pasti ada yang ingin kau tanyakan?" ucap Xiao Xia.
"Tidak ada putri," jawab Wenwen masih setia membersihkan kuku Xiao Xia.
"Aku tahu yang ada di otak kecil mu itu. Kau pasti bertanya tanya tentang banyak nya tanda merah di tubuh ku ini kan?"
"........" Wenwen diam, setelah beberapa detik Wenwen menjawab. " Tidak putri."
"Sudah lah, aku akan menjawab apa yang ada di fikiran mu. Ini semua ulah Kaisar Zhao yang menyiksakku seperti singa yang memangsa mangsanya."
Wenwen mendongakkan kepala saat mendengar kata menyiksa. "Anda di siksa putri? Kenapa anda tidak memberitahukan kepada yang lainnya bahwa anda telah di siksa Kaisar Zhao sampai seperti ini." ucap Wenwen polos.
"Apa yang kau pikirkan ha...? kKmu fikir dia memukuli ku begitu?" tanya Xiao Xia menyentil kening Wenwen yang polos.
"Maaf putri," Wenwen memegang keningnya yang di sentil.
"Maksudku menyiksa ku dengan cara yang menyenangkan tahu." jawab Xiao Xia terkekeh saat mengingat Kaisar Zhao menyiksa penuh kenikmatan.
"Menyenangkan?" jawab Wenwen bingung.
"Hahahaha....kau lucu sekali. Aku akan memberitahukan mu. Tapi kamu harus janji jangan pernah memberitahukan ini kepada siapa pun."
"Baik Tuan Putri."
"Kaisar Zhao menyiksaku di atas ranjang, menyiksa dalam arti๐ ๐" ucap Xiao Xia sambil memberikan suatu tanda.
Wenwen yang mengerti maksud ucapan Xiao Xia wajahnya langsung memerah. Xiao Xia yang melihat Wenwen merona tertawa terbahak bahak.
"Hahahahah......Nanti jika kau sudah menikah kau pasti akan merasakan juga."
"Apakah Putri selalu melakukannya dengan Kaisar?" tanya Wenwen penasaran.
"Tidak! Ini pertama nya buat ku," Jawab Xiao Xia.
"Maaf putri, apakah itu sakit?" tanya Wenwen penasaran.
"Ya sakit. Tapi setelah itu sungguh sangat-sangat nikmat, nikmat sekali. Tapi untuk mu jangan sekali kali kamu melakukan dengan orang yang tidak kamu cintai," Xiao Xia memperingati.
Obrolan mereka berlangsung cukup lama. Dan akhirnya selesai juga karena Wenwen yang membersihkan tubuh Xiao Xia telah selesai.
Wenwen melayani Xiao Xia dari memakaikan pakaian dan berdandan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Selamat membaca.