Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
Menolak kaisar xiuhuan.


__ADS_3

Setelah rombongan kereta jenderal choe sampai di istana mereka semua turun dari kereta dengan di bantu beberapa prajurit kekaisaran.


"Silahkan jenderal." pajurit mempersilahkan jenderal choe serta keluarga masuk ke ruang perjamuan.


Semua keluarga berjalan memasuki ruangan itu, dan yang pertama masuk adalah jenderal choe di susul oleh kedua istrinya dan putra nya. Sedangkan xiao xia masuk yang paling terakhir.


Saat xiao xia berjalan masuk semua mata memandang xiao xia dengan tatapan lapar bagi para pria. Sedang kan bagi wanita terutama liang xing sangat kesal marah dan juga iri karena melihat kecantikan xiao xia..


Xiao xia sama sekali tidak menghiraukan semua tatapan yang mereka arahkan kepadanya. Xiao xia tetap santai berjalan memasuki tempat perjamuan itu.


Salam yang mulia, semoga anda di berikan umur panjang." ucap jenderal choe memberi hormat beserta yang lainnya.


Berbeda dengan xiao xia yang hanya diam berdiri tak memberi salam. Melihat xiao xia tidak memberi hormat semua mata yang ada di ruangan itu memandang aneh xiao xia.


Liang xing yang melihat angkat bicara.


"Apakah kamu tidak memiliki sopan santun ?." ucap liang xing.


"Punya." ucap xiao xia enteng.


"Kenapa kau tidak memberi salam kepada yang mulia." ucap liang xing kesal


"Malas." ucap xiao xia.


Semua yang mendekar kata "malas" dari mulut xiao xia saling berbisik mengatakan xiao xia gadis yang tidak memiliki aturan.


Kaisar xiuhuan hanya melihat dan mengamati xiao xia.


"Tangkap wanita itu karena dia sama saja tidak menghormati kaisar, pukul 100 kali menggunkan papan." ucap liang xing lantang.


Beberapa prajurit mendekat dan mengepung xiao xia. Sedangkan xiao xia hanya memutar bola matanya malas. Jenderal choe yang melihat tak tinggal diam.


"Ampun yang mulia, ampuni putri hamba yang sudah menyinggung anda. Putri hamba tidak tahu bagaimana cara memberi salam jadi hamba mohon ampunilah putri ku." ucap jenderalchoe.


"Tidak tahu caranya memberi hormat?. Apakah selama ini putri mu tinggal di hutan?. Apakah kau tahu jenderal, seorang anak kecil saja sudah tahu bagaimana caranya menghormati seorang kaisar. Aku sungguh ingin tertawa jika putri mu tidak tahj caranya." ucap liang xing.


"Cepat tangkap wanita itu dan hukum dia." ucapnya lagi.


"Ampun yang mulia jika memang putri hamba harus di hukum biarkan hamba yang akan menggantikan putri hamba dengan hukuman itu. Tapi tolong jangan hukum putri hamba." ucap jenderal choe.


"Jenderal putri mu bersalah dan harus mendapat kan hukuman karena tidak menghormati kaisar, jadi ini tidak ada sangkut paut nya dengan anda." ucap liang xing.


Jenderal choe melihat liang xing dengan tatapan tak bisa di artikan.


"Kenapa anda melihat saya seperti itu jenderal ?, apakah anda tidak terima ?"ucap liang xing.


"Jenderal choe." ucap kaisar xiuhuan.


"Ya yang mulia." ucap jenderal choe.


"Aku akan memaafkan putri mu dan tidak akan menghukumnya." ucap kaisar xiuhuan.


"Apa!!! Tapi yang mulia." ucap liang xing tidak terima.


Kaisar xiuhuan hanya memberi isyarat agar permaisuri nya diam dan jangan banyak berbicara.

__ADS_1


"Benarkah yang mulia anda akan memaafkan putri hamba." ucap jenderal choe.


"Ya...tapi dia harus menjadi selirku." ucap kaisar xiuhuan.


Semua yang ada di tempat itu kaget terutama xiao xia.


"Cih...kamu pikir aku akan berterimaksih karena kau memaafkan ku jangan mimpi aku tidak akan sudi." ucap xiao xia dalam hati.


Xiao xia ingin melihat apakah ayah nya akan menyetujui atau tidak.


"Bagaimana jenderal." ucap kaisar xiuhuan.


Jenderal choe diam tidak langsung menjawab ia berfikir dan sesekali melihat putrinya.


Xiao xia hanya acuh tidak memperdulikan tatapan ayahnya.


"Ampun yang mulia hamba tidak bisa memutuskannya, karena saya tidak tahu putri hamba bersedia atau tidak." ucap jenderal choe.


Xiao xia tersenyum karena ayahnya ternyata masih memikirkannya.


"Apakah itu tandanya kau menolak jenderal ?" ucap kaisar xiuhuan.


"Ampun yang mulia hamba tidak bermaksud begitu. Hamba hanya ingin menyerahkan keputusan ini kepada putri hamba." ucap jenderal choe.


"Baiklah, bagaimana putri xiao yun apakah anda bersedia menjadi selir kehormatan saya." ucap kaisar xiuhuan.


"Kenapa aku harus menjadi selirmu jika kekasihku saja akan menjadikan ku permaisuri. Cih...aku sungguh tidak sudi." ucap xiao xi dalam hati.


"Tidak." ucap xio xia singkat..


Salah seorang yang ada di ruangan itu angkat bicara.


"Apakah anda menolak permintaan yang mulia putri xiao yun ?. Apakah anda tahu akibatnya anda menolak permintaanya?. Seluruh keluarga anda akan dikatakan penghianat dan bisa saja keluarga anda akan di penggal karena tidak mematuhi permintaan kaisar." ucap salah seorang petinggi.


"Aku tidak perduli, dan aku tidak ingin menjadi selirnya. Sunggung menggelikan menjadi seorang selir." ucap xiao xia tanpa rasa bersalah.


"Mei-mei." ucap xiang pelan.


Semua keluarga tidak tahu apa yang ada di kepala xiao xia. fikir mereka semua bjsa bisanya xiao xia menolak permintaan orang tertinggi di kekaisaran han.


"Apakah kau ingin melihat kita semua mati." ucap jiao emosi.


"Apa hubungan nya dengan mu ?. Aku yang menolak kenapa kau yang sewot." ucap xiao xia


Semua yang ada di tempat itu saling berbisik karena xiao xia berbicara dengan ibu kedua nya dengan nada yang cukup tinggi.


"Putri ku." ucap jenderal choe.


"Apakah ayah juga akan menyalahkan ku karena aku menolak kaisar itu ?" ucap xiao xia menunjuk kaisar xiuhuan.


"Jaga sikap anda putri. Anda tidak pantas menunjuk seorang kaisar seperti itu, anda putri seorang jenderal perang namun kenapa sikap anda tidak mencerminkan seorang putri." ucap kasim tertinggi.


"Jadi maksud anda aku harus lemah lembut begitu." ucap xiao xia.


"Betul putri." ucap kasim tertinggi.

__ADS_1


"Ciih...Membosankan. Aku tidak suka di atur." ucap xiao xia.


"Dasar anak tak tahu diri. Kau sudah mempermalukan seluruh keluarga jenderal termasuk ayah mu." ucap jiao xing.


"Kenapa kau sangat marah karena aku menolaknya. kalau begitu kenapa tidak kau saja yang menjadi selirnya." ucap xiao xia.


"Dasar anak jala*g." ucap jioa xing melayangkan tangannya.


Namun sebelum tangan itu menyentuh pipi xiao xia, xiang menangkap tangan jiao xing.


"Apa, kenapa kau mengghentikan ibu putra ku ?" ucap jiao.


"Ibu cukup. Aku tidak ingin ibu menyakiti meimei lagi, jika meimei menolak biarlah itu memang keputusannya. Jika kita akan mendapat hukuman aku siap menggantikannya." ucap xiang


"Ampun yang mulia, jika anda akan memberi hukuman karena xiao yun menolak anda, hamba siap menggantikannya asalkan seluruh keluarga hamba tidak di beri hukuman. anggap saja ini permintaan terakhir hamba selama hamba mengabdi di kekaisaran ini." ucap xiang.


Xiao xia sungguh teharu karena gege nya membela nya dan siap mati untuknya.


"Apa yang kau ucapkan xiang. Kamu masih muda masa depan mu masih panjang, biarkan ayah yang menanggung nya." ucap jenderal choe.


"Cukup kenapa kalian malah berdebat. Ini semua kesalahan putri xiao yun jadi dia lah yang harus mendapatkan hukuman karena berani menolak kaisar untuk menjadi selirnya." ucap kasim tertinggi.


Tangkap putri xiao yun dan bawa ke alun alun penggal kepala nya karena berani membantah dan menolak kaisar." ucap kaisar xiuhuan karena kecewa xiao xia menolaknya.


"Bagus akhirnya aku tidak memiliki saingan, sebaiknya kau memang mati saja adik ku." ucap liang xing senang dalam hati.


Beberapa prajurit yang mengepung xiao xia tadi mendekat dan ingin menanggkap xiao xia.


Jenderal choe yang melihat tidak terima dan menyerang para prajurit itu.


Traang...trang...traaang....suara pedang saling beradu.


"Jenderal apakah kau juga ingin menjadi penghianat." ucap kaisar xiuhuan.


"Biarkan hamba menjadi penghianat asalkan hamba bisa melindungi putri hamba yang mulia." ucap jenderal choe.


Kini jenderal choe dan xiang bertarung dengan prajurit kerajaan sedangkan xiao xia berada di dekat ibu li wei.


"Tenang lah putri ku, ibu yakin ayah mu bisa mengatasi ini." ucap li wei.


"Apakah ibu tidak marah karena aku menolak kaisar untuk menjadi selirnya?" ucap xiao xia.


Tidak ibu tidak marah itu sudah keputusan mu. jika pun kita semua harus mati ibu siap melakukannya. Putri ku maafkan ibu karena dulu ibu telah mengusirmu, ibu hanya ingin kamu meninggalkan tempat itu agar kamu selamat. Sebenarnya waktu itu ibu mu jiao memiliki rencana ingin kamu mati dia bekerjasama entah dengan siapa. Namun sepertinya orang itu cukup rumit karena ia mengetahui identitas mu yang ibu sendiri tidak tahu." ucap ibu li wei.


Siapa? apakah orang yang bekerjasama dengan jiao ingin membunuh ku juga." ucap xiao xia.


"Ya, ibu mendengar langsung percakapan mereka, namun ibu tidak mengetahui siapa dia karena dia memakai jubah hitam yang menutupi wajahnya." ucap li wei.


"Dia berniat membunuhmu, yang ibu dengar kamu akan menjadi penghalang untuk nya menaiki tahta. ibu tidak tahu apa maksudnya, Maafkan ibu sayang karena ibu dulu kasar sampai harus mengusir mu dari kediaman." ucap li wei menangis.


"Siapa? Apakah aku memiliki musuh yang tidak aku ketahui...tapi kenapa ini soal tanta, apakah aku memiliki identitas lain yang tidak di ketaui semua orang." ucap xiao xia dalam hati.


Xiao xia terus berfikir. Sedangkan jenderal choe dan xiang masih bertarung dengan prajurit kekaisaran.


Selamat membaca..

__ADS_1


Jangan lupa selalu berikan like dan komen agar autor semangat. Jika tidak autor sedih lo.


__ADS_2