
trimakasih kepada semua nya yang telah mendukung karya saya, tak terasa sudah 44 hari saya menjadi autor, menggarap novel ini sampai bab yang ke 76. semoga semua para pembaca novel ku bisa terhibur.ππ
dan maaf karena terkadang tidak bisa update, karena hp nya cuman satu jadi terkadang di pake anak buat mainanπππ
ini anak autor yang selalu ngrusuhin hp autor πππππ
............-
Xing Yun membawa mereka semua masuk di wilayah klan Yun, terdapat sebuah bangunan pintu masuk yang sangat besar, dan yang hanya bisa membuka adalah anggota keluarga klan Yun saja.
Xing Yun meneteskan setetes darah di wadah kecil seperti mangkuk kecil, setelah darah itu di teteskan, darah setetes itu mengalir mengitari pintu masuk itu dan.
gleeedek...gleeedek... gleeedek
anggap saja seperti itu ya suara pintu besar terbukaπππππππππ autor juga bingung soalnya.
xiao xia, kakek lingxi dan Phoenix yang melihat sungguh kagum. mereka berfikir tak sembarangan orang bisa masuk di sini, apalagi tadi saat masuk wilayah klan Yun, mereka ternyata menggunakan pelindung tingkat tinggi yang tak sembarangan orang bisa menghancurkan nya. sunggung klan yang sangat misterius.
setelah pintu terbuka Xing Yun mengajak xiao xia masuk.
"Mei-mei ayo kita masuk, kakek pasti sudah menunggu kedatangan kita." ucap Xing Yun.
"em." xiao xia mengangguk.
setelah mereka masuk pintu besar itu otomatis menutup kembali, xiao xia hanya mengamati dan berjalan mengikuti Xing Yun.
di perjalanan xiao xia melihat banyak orang beraktifitas, dan dia berfikir mungkin itu penduduk dari klan ini.
setelah lama berjalan, mereka berdua telah sampai di pintu masuk kediaman ketua klan Yun shui Yun, yang tak lain adalah kakek xiao xia.
"kita sudah sampai. ini adalah tempat kakek berada. ayo kita masuk." ucap Xing Yun dan di angguki xiao Xia.
mereka masuk kedalam, namun sebelum itu, Xing Yun membuka pintu ruangan itu dan ternyata di sana terdapat beberapa tetua yang telah lama menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
"salam tetua, Xing Yun memberi hormat." ucap Xing Yun.
namun beda dengan xiao xia, ia hanya berdiri diam mengamati saja. bingung mau ngapa.
Xing Yun yang tidak mendengar xiao xia memberi hormat menengok kebelakang, dan ternyata xiao xia hanya diam mengamati saja. sedangkan para tetua yang melihat bingung, fikirnya kenapa anak itu tidak memberi hormat.
"mei-mei, beri hormat kepada ketua." ucap Xing Yun pelan.
"haruskah." tanya xiao xia.
kakek shui Yun yang duduk di kursi ketua klan hanya melihat, diam dan mengamati xiao xia.
"ia, cepat lah." ucap Xing Yun.
"baiklah." ucap xiao xia malas, sedangkan kakek Lingxi dan Phoenix yang melihat ketawa dengan tingkah malas xiao xia.
"xiao xia memberi hormat." ucap xiao xia seperti malas.
"xiao xia." ucap semua tetua merasa bingung kenapa marga nya Xia bukan Yun.
"em... " xiao xia bingung. bukan bingung karna tidak tau, namun bingung karena lupaππ
melihat xiao xia yang berfikir para tetua saling berbisik satu sama lain. melihat hal itu ketua klan bertanya dengan suara berat nya.
"apakah kau putri dari jendral Choe dari kekaisaran han?." tanya ketua shui Yun.
"ya seperti nya benar." ucap xiao xia enteng.
"baiklah, duduk lah kalian." ucap ketua shui Yun
mereka berdua duduk di kursi yang di sediakan. namun sebelum itu, ketua shui yun seperti merasakan aura lain selain dari mereka semua.
"keluarlah..jangan bersembunyi." ucap ketua shui Yun
mereka yang ada situ bingung, dan mencari siapa yang di maksud oleh ketua mereka.
__ADS_1
"ternyata dia menyadari ku." ucap kekek lingxi.
"hebat juga dia, baiklah." ucap nya lagi.
wuuus.....tubuh kekek lingxi terlihat melayang .
"ha...ha ..ha ..." tawa kekek lingxi
"siapa kamu?." ucap para tetua bersiaga.
"aku....! kalian tidak perlu tahu." ucap kakek Lingxi santai sambil bersedekap.
"kau hebat juga ternyata pak tua." ucap nya lagi menunjuk ketua shui Yun.
"siapa kamu dan kenapa bisa sampai di sini." tanya ketua shui Yun.
kekek Lingxi bukan nya menjawab, namun ia malah duduk di kursi yang masih kosong, tidak menghiraukan semua orang yang sedang menatap nya. melihat tingkah Kekek lingxi yang bodo amat membuat xiao xia kesal.
plaak.. xiao xia memukul bahu Kakek lingxi.
"apa...? ucap Kakek lingxi.
"kenapa kau malah muncul." ucap xiao xia berbisik.
"bukan kah kau tadi sudah dengar.! dia merasakan aura ku bodoh." ucap kekek lingxi berbisik.
semua orang yang ada di sana menatap mereka berdua yang malah asyik berbisik bisik.
ge-ge Xing Yunππ
selamat membaca π€π€π€π€π€
jangan lupa like and komen ππππ
__ADS_1