
Pertarungan mereka semua berlangsung cukup lama, dengan lawan masing masing. Sedangkan Raja Zhaen hanya menonton pertarungan mereka semua.
Kini hanya tinggal Kaisar Zhao dan Kaisar Hantu yang masih bertahan. Sedangkan yang lainnya di menangkan oleh Xiao xia, Jenderal Choe dan Tetua Liu. Sedangkan orang kepercayaan Kaisar Hantu semuanya sudah babak belur di buat oleh Xiao xia yang menghajarnya dengan bringas.
Xiao xia tahu kalau Kaisar Zhao sedikit terdesak melawan Kaisar Hantu, karena Kaisar Hantu mengeluarkan ilmu hitam nya. Berbeda dengan Kaisar Zhao yang tidak bisa mengeluarkan kekuatan iblis nya, di karenakan banyak nya orang di tempat itu. Apalagi saat ini ia masih menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya.
Xiao xia melesat membantu Kaisar Zhao. Dan kini mereka berdua berhadapan dengan Kaisar Hantu.
"Gadis manis, kenapa kau ikut dalam pertarungan ku dengan nya? Lebih baik kau duduk diam dan melihat kita menyelesaikan pertarungan ini. Jika nanti aku menang aku akan menjadikan mu permaisuri ku," ucap Kaisar Hantu memberikan tatapan penuh minat.
"Diam kau! Dia adalah kekasih ku. Jangan sekali-kali kau berani merebutnya dari ku," bentak Kaisar Zhao marah dengan tatapan tajam nya.
Kaisar Hantu yang mendengar tertawa keras, "Hahaha.....Lihatlah gadis manis, bukan kah dia sangat menyebalkan?"
Xiao Xia yang muak melihat wajah jelek itu seakan ingin muntah, "Berhentilah mengoceh setan jelek. Lagian siapa juga yang sudi bersama dengan mu yang menjijikkan itu! Cih! Melihat mu saja aku muak, apalagi bersama mu. Aku tidak akan sudi dengan pria yang sudah menyentuh banyak wanita. Bagi ku kau itu hanya sampah, menjijikkan," hina Xiao xia dan membuat wajah Kaisar Hantu mengeras.
Kaisar Zhao yang mendengar tersenyum senang, saat wanita nya menghina Kaisar Hantu begitu tajam, "Ternyata mulut mu sangat pedas juga. Tapi itu malam semakin membuat ku jatuh cinta pada mu sayang," ucap Kaisar Zhao mencium pipi Xiao xia dengan gemas.
__ADS_1
Kaisar Hantu yang mendengar hinaan serta kemesraan itu sangat marah. Pikirnya, bisa-bisa nya mereka masih bermesraan di depan nya. "Berani nya kalian bermesraan di depan ku!" bentaknya dengan keras.
Kaisar Zhao dan Xiao Xia menaikkan sebelah alisnya melihat kemarahan Kaisar Hantu, "Apakah kau terganggu dengan ini?" ucap Kaisar Zhao santai sambil mencium bibir Xiao xia dengan lembut.
"Dasar badjingan! Akan ku bunuh kau! Berani nya membuat ku menginginkan juga," bentak Kaisar Hantu dengan mengepalkan tangan dan maju menyerang Kaisar Zhao.
Kaisar Hantu melesat kearah Kaisar Zhao, menyerangnya dengan kekuatannya. Xiao xia yang melihat tidak tinggal diam, ia ikut membantu Kaisar Zhao menghadapi Kaisar Hantu, berharap peperangan ini cepat selesai.
Pertarungan satu lawan dua membuat Kaisar Hantu terdesak. Kekuatan mereka saling mereka keluarkan. Ledakan demi ledakan terdengar membuat tempat itu bergetar dan hancur.
Hingga akhirnya Xiao xia bergabung dengan Arlong. Aura yang keluar dari tubuh Xiao xia, menguar, membuat semua orang yang ada di tempat itu tertekan, tak terkecuali Raja Zhaen yang berada di tempat itu.
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Raja Zhaen berniat untuk kabur dari tempat itu, untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. Namun sebelum dia berhasil kabur, Tetua Liu dan Jenderal Choe yang melihat gelagat aneh Raja Zhaen langsung menghadang .
"Mau kemana anda Yang Mulia Raja?" tanya Tetua Liu menatap penuh selidik.
"Minggir kau! Jangan halangi jalan ku," usir Raja Zhaen kesal karena niat nya untuk kabur di gagalkan oleh manusia di depannya..
__ADS_1
"Kenapa terburu buru Yang Mulia? Bukankah sudah lama saya tidak melihat anda. Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar saja?" ucap Tetua Liu menaikkan sebelah alisnya, ia tahu jika Raja Zhaen ingin kabur dari tempat itu.
"Siapa yang sudi mengobrol dengan mu Liu. Lebih baik kau minggir dari hadapan ku dan biarkan aku pergi dari sini," ucap Raja Zhaen mengusir kembali.
Tetua Liu tersenyum kecil. "Anda sungguh memang keras kepala Yang Mulia. Apa anda pikir saya akan dengan mudah melepaskan anda Yang Mulia? Tidak! Saya tidak akan melepaskan anda. Jika pun saya ingin melepaskan anda, tuan putri pun juga belum tentu melepaskan anda," jawab Tetua Liu santai.
Raja Zhaen diam, memikirkan sesuatu dalam otak tuanya. Namun sedetik kemudian, tiba tiba ia melesat pergi meninggalkan mereka berdua.
Melihat Raja Zhaen kabur, Tetua Liu dan Jenderal Choe langsung mengejar Raja Zhaen dengan cepat. Sedangkan kedua cucunya yang terluka hanya diam, menatap dengan tatapan benci.
Pikir mereka dalam hati, bisa bisanya kakek nya meninggalkan mereka dalam keadaan mereka yang terluka parah. Berbeda dengan Pangeran Xue Yi, ia malah tersenyum kecil tanpa di ketahui semua orang.
.
.
Selamat membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like and komen.
Salam sayang dari autor selalu๐๐๐