
mereka masuk kedalam hutan cahaya xiao xia terus melihat sekeliling hutan yang nampak indah itu.
"jadi kau tinggal di sini." tanya xiao xia dan peri kecil itu mengangguk.
xiao xia masih asyik memandangi bunga bunga
setelah cukup jauh xiao xia melihat peri cantik yang manyambut mereka namun kali ini ukuran tubuh peri itu seperti manusia pada umumnya
"selamat datang kembali putri." Lei Lin menyambut mereka.
sedangkan xiao xia dan kakek lingxi bingung siapa yang mereka sebut putri mungkinkan peri kecil ituπ±π±
"mari ikuti saya nona." ucap lei lin dan di angguki oleh xiao xia dan kakek lingxi.
mereka pun mengikuti Lie lin pergi keistana peri banyak peri berjejer manyambut kedatangan mereka
"apakah itu tempat kalian." tanya xiao xia.
"benar nona mari." ucap lie Lin.
setelah sampai mereka memasuki aula yang tak kalah indah dari pemandangan di luar
"sungguh mengagumkan." ucap xiao xia pada diri nya sendiri.
"silahkan duduk nona." ucap lie Lin
"trimakasih." ucap xiao xia tersenyum.
setelah itu lie Lin meninggalkan mereka ..para pelayan menjamu xiao xia dengan sangat baik.
merasa ada yang kurang xiao xia mencari keberadaan peri kecil.
"kamu mencari apa." tanya kakek lingxi
"aku tidak melihat peri kecil. dimana dia..? kamu tahu kakek tua.?" tanya xiao xia.
__ADS_1
"ia ..dimana dia.? " kakek lingxi ikut mencari
lama mencari tiba tiba mereka di kagetkan suara seseorang
" apa kalian mencari ku." ucap peri kecil
xiao xia dan kakek lingxi menoleh ke asal suara betapa kagetnya dia melihat seorang gadis cantik yang sedang tersenyum ke arah nya.
anggap saja sedang tersenyum ya.πππ
"kalian mencari ku." ucapnya lagi.
"siapa dia." bisik xiao xia kepada kakek Lingxi.
"aku tidak tahu." jawab kakek lingxi tak mengalihkan pandangannya. " yang penting dia cantik." ucapnya lagi.ππ
"dasar kakek tua, lihat yang bening saja sudah seperti orang mesum." ucap xiao xia.
"biarin kan untuk memanjakan mata." ucap kakek Lingxi. sedangkan peri kecil dan lainnya hanya tersenyum melihat mereka berdua
"apa kalian melupakan ku." tanya peri kecil
"kalian tidak mengenali ku." tanya peri kecil dan di jawab dengan gelengan oleh xiao xia dan kekek lingxi.
"ha...ha...ha...ha..." tawa peri kecil, dan jangan ditanya lagi xiao xia dan kakek Lingxi malah bingung melihat wanita cantik itu tertawa.
" aku suka wajah bingung kalian." peri kecil menahan tawa. " ayo coba tebak siapa aku." ucapnya lagi.
"siapa sih orang ini." bisik xiao xia kepada kakek Lingxi.
"aku juga tidak tahu tapi sepertinya dia mengenal kita." bisik kakek lingxi.
π π π ," wajah peri kecil marah karena tak di hiraukan mereka.
"apakah dia gila." bisik xiao xia.
"seperti nya." jawab kakek lingxi.
"aku mendengar kalian dan aku juga tidak gila." peri kecil itu marah π‘π‘
__ADS_1
"oh tuhan dia menakutkanπ±." ucap xiao xia
"tapi tetap cantik." jawab kakek lingxi dengan wajah mengagumi.
"cantik pala mu lihat lah dia sudah seperti Hulk kalau marah." marah xiao xia memukul kepala ππ
peri kecil merasa tidak di hiraukan karena xiao xia dan kakek Lingxi malah asyik berdebat sendiri pun sangat sangat marah
"diaaaaaaaaaaaaam...hah...hah..uhuuk...uhukkk." peri kecil berteriak dan terbatuk batuk. melihat itu xiao xia tak tahan untuk tertawa.
"ha..ha..ha...ha...ha.." tawa xiao xia terpingkal pingkal sambil memukul mukul tanah.
"kalian ini memang sangat aneh dan sangat menyebalkan." peri kecil kesal.
sebenarnya xiao xia dan kakek lingxi sudah mengetahui jika gadis yang sedang berbicara dengan nya itu peri kecil tapi entah kenapa mereka berdua ingin mengerjai peri itu dengan cara tak mengenalnya....emang ya dasar usil
"eheem...ehem...baik lah aku akan mengenalkan diri ku." ucap peri kecil.
"tidak ingin tahu." ucap xiao xia enteng.
"π€¦π€¦π€¦oh tuhan aku sungguh akan gila bila dekat kalian." ucap peri kecil
"tidak ada yang menyuruh." ucap xiao xia
"dasar gadis aneh." kesal peri kecil
"tidak dengar." ucap xiao xia sambil mengorek ngorek telinga
"xiao xia." teriak peri kecil
"tidak ingin dengar." ucap xiao xia masih mengorek telinga.
"xiao xia kau itu memang gadis yang sangat menyebalkan." teriak peri kecil marah, di kepala nya bagaikan ada kempulan asap yang mengepul
"puffffff buahahhahahahha." lihatlah wajah marah nya sungguh sangat lucu." xiao xia tertawa terbahak bahak sambil memegang perutnya.
kakek lingxi yang tidak tega peri kecil di kerjai xiao xia ia pun membisikkan sesuatu di telinganya.mendengar itu peri kecil dan kakek lingxi menggulung baju di lengannya siap dengan aksinya
buk...buk...buk..bukππππ...kakek lingxi dan peri kecil memukuli xiao xia bersamaan..π€π€π€.kapan lagi bisa memukuli xiao xia gadis aneh nan bar bar yang suka seenak nya sendiri itu.
selamat membaca π€π€π€π€
__ADS_1
jangan lupa like and komen ππππ