Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
Gua di dasar danau


__ADS_3

Xiao xia sekarang tepat di depan danau itu. Dia memandang danau dengan diam. Hanya tuhan dan autor yang tahu apa yang sedang di fikirkan nya.


"Apakah benar ada disini." tanya xiao xia kepada kakek lingxi.


"Ya, aku merasakan nya kalau bunga itu ada disini." ucap kakek lingxi.


"Tapi dimana?, Disini hanya ada air dan salju, mana dimana?." xiao xia mencari ke sana kemari dengar pandangannya.


"Hais...Ternyata dia memang masih bodoh." ucap kakek lingxi.


"Benar sekali." ucap phoenix.


"Apa yang kalian bilang, aku bodoh begitu?." ucap xiao xia meremas kepalan tangan nya.


Kreek...Kreek... Suara kepalan tangannya.


"Mati aku." ucap phoenix.


"Ah kenapa aku lupa, kalau dia gadis iblis." ucap kakek lingxi pasrah.


"He...He...He...Bukan begitu xia." ucap phoenix mencari alasan.


"Lalu apa? Em...." ucap xiao xia mendekati mereka.


"Jangan mendekat xia." ucap phoenix takut.


"Kenapa?, apa kalian takut dengan ku?." ucap xiao xia mengeluarkan pedang apinya.


"Jangan bunuh aku." ucap phoenix berteriak.


"Heh...aku akan tetap membunuh mu." ucap xiao xia melesat ke arah phoenix.

__ADS_1


Melihat xiao xia mengarah ke arah nya, Phoenix sudah pasrah jika xiao xia membunuhnya sekarang juga. Phoenix menutup matanya agar dia tidak melihat darahnya keluar.


Sreeet...Sreeet...Craas.


"Aaaaaaaa...." teriak phoenix.


"Eh kenapa tidak sakit, bukan kan xiao xia akan membunuh ku dengan pedang itu, tapi kenapa tidak asa rasanya. Apakah aku benar benar sudah mati jadi tidak merakan sakit lagi." ucap phoenix dalam hati.


kakek lingxi dan xiao xia yang melihat Phoenix memejamkan matanya dari tadi hanya tertawa dalam hati. Sungguh raut wajah phoenix sangat lucu karena sudah pucat.


"Kenapa kau menutup mata mu dengan badan gemetar begitu." ucap xiao xia.


"Jika aku membuka mata, aku takut kalau aku benar benar sudah mati." ucap phoenix masih memejamkan matanya.


"Dasar bodoh, Siapa juga yang membunuh mu." ucap xiao xia.


"Benarkah kau tidak membunuh ku xia." ucap phoenix


"Ya.." xiao xia menjawab singkat.


Phoenix pun akhirnya membuka matanya, dilihatnya di sekitar, matanya menangkap seekor beruang yang cukup besar tergeletak tak bernyawa dengan bersimbah darah.


"Jadi kau membunuh nya?." tanya phoenix.


"Ya." jawab xiao xia.


"Baiklah sekarang kita cari bunga itu. Aku akan mencari dengan penglihatan ku." ucap kakek lingxi.


"Em.." xioa xia mengangguk.


Kakek lingxi memejamkan matanya mencari dimana letak bunga itu berada. Lama dia berdiam diri akhirnya dia menemukan hawa bunga kehidupan itu.

__ADS_1


"Ternyata bunga itu ada di dalam danau itu." ucap kakek lingxi.


"Benarkah, berarti jika ingin mengambi harus berenang di danau itu." ucap xiao xia.


"Ya, dan itu tugas mu." ucap kakek lingxi.


"Baiklah, aku akan mengambil nya." ucap xiao xia.


"Tapi kamu harus berhati hati. Aku tidak yakin jika bunga itu tidak ada yang menjaganya." ucap kakek lingxi.


"Ya, Dia benar. Pasti ada yang menjaga bunga itu, jadi berhati hatilah xia." ucap phoenix.


"Aku akan ingat pesan kalian." ucap xiao xia.


Xiao xia bersiap untuk masuk ke dalam danau itu dan.


Byuuur....


Tubuh xiao xia masuk sepEnuhnya kedalam danau.


"Air disini sangat dingin sekali, Dimana bunga itu berada?" xiao xia terus berenang sambil melihat sekeliling. " Akan ku cari dengan penglihatan ku." lama mencari. "Ternyata hawa bunga itu disana." xiao xia menuju di mana hawa bunga itu berada.


Setelah cukup dekat dengan hawa bunga itu.


"Gua...di dalam danau ada gua. Sungguh menakjubkan." xiao xia berenang masuk kedalam gua itu.


"Eh ....di gua ini tidak ada airnya sungguh aneh, Kenapa bisa seperti ini?." ucap xiao xia sendirian bingung.


Xiao xia berjalan terus masuk kedalam gua itu.


sMSelamat membaca🤗🤗🤗

__ADS_1


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak ya. biar autor tambah semangat update nya.


__ADS_2