
pagi nya xiao xia dan kekek lingxi berpamitan kepada meng Lin Dan yang lain nya.
"apakah kamu benar benar akan melanjutkan perjalanan mu." tanya meng Lin Lin
"ya aku tidak bisa menundanya lagi. waktu nya tinggal sedikit dan aku pun tidak boleh terlambat." ucap xiao xia
"baik lah.... pergilah." ucap meng Lin.
"kita pergi dulu jangan lupa merindukan kami...." ucap xiao xia teriak dan pergi.
xiao xia dan kakek lingxi pun meninggalkan mereka yah walau pun pertemuan mereka sangat lah singkat. tapi meng Lin sungguh sangat bahagia pernah mengenal xiao xia.
"semoga kita bertemu lagi." ucap meng Lin sendiri sedih
"tuan putri." ucap pelayan nya
"tidak...apa apa..aku baik baik saja ayo kita masuk." ucap meng Lin menenangkan pelayannya walau pun hatinya merasa sedih
3 hari perjalanan xiao xia tanpa henti kini dia dia sudah berada di kaki gunung wuya, berbagai rintangan dia lalui dari perkelahian dengan musuh, hewan spirit, terluka, lelah sudah ia rasakan hingga mereka bisa berdiri menatap gunung yang tinggi yang seperti tidak pernah terjamah oleh manusia.
banyak hewan spirit dengan tingkat tinggi di hutan itu namun hanya ada beberapa saja yang menghadang xiao xia mungkin kakek lingxi mengeluarkan aura sehingga para hewan spirit itu tidak berani mendekati mereka...
xiao xia menatap gunung itu dengan perasaan yang tidak bisa di jabarkan, tempat dimana dia di tugas kan oleh kakek lingxi untuk mengambil sebuah pedang..entah xiao xia juga tidak tahu, apakah pedang itu sangat sangat lah hebat hingga kekek lingxi menyuruh xiao Xia harus mendapatkannya hanya kekek lingxi dan autor yang tahu wkwkw🙈🙈
"apakah benar ini tempat nya." tanya xiao xia.
"ya...apa kau merasa takut." ucap kakek lingxi menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"mana ada xiao xia takut..tidak ada kata takut bagi xiao xia." ucap xiao xia sambil menepuk dadanya.
"baiklah aku percaya pada mu tapi jangan sampai kau mengompol jika melihat sesuatu yang belum kau lihat." ucap Kakek lingxi menakut nakuti xiao xia padahal tidak akan ada apa apa🤣🤣
"benarkah ada sesuatu yang mengerikan nanti disana." tanya xiao xia sungguh sungguh.
"tentu." jawab kakek Lingxi singkat dan meninggalkan xiao xia.
"hei...tunggu aku." teriak xiao Xia berlari menyusul kakek lingxi.
mereka kini sudah berada di atas gunung wuya xiao xia bergidik ngeri fikirnya apakah dia akan terjun di dalam gunung itu, bukankah jika dia masuk tubuhnya akan langsung meleleh melihat lahar panas di dalam gunung itu.
"masuk lah." ucap kakek Lingxi
"tentu." ucap kakek Lingxi singkat
"apa kau gila kau ingin aku mati mengenaskan memeleh di lahap api panas itu." ucap xiao xia tidak percaya.
"kalau kau tidak masuk bagaimana kau akan mengambil pedang itu dasar bodoh." ucap kakek Lingxi
"kau saja yang masuk, bukankah kau hanya arwah tidak akan terbakar juga kan kalau kau masuk." ucap xiao xia.
"aku tanya disini siapa yang membutuhkan." tanya Kakek lingxi..
"aku.." ucap xiao xia
__ADS_1
"siapa yang ingin kuat." tanya kakek lingxi.
"aku..." ucap xiao xia.
"kalau begitu turunlah." ucap kakek Lingxi
"tapi apakah benar aku akan turun kesitu lihatlah api itu seperti seakan dia tersenyum kepada ku menyuruh ku terjun untuk menjadi santapannya." ucap xiao xia memasang wajah takutnya.
"buahahhaha." kakek lingxi tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah takut xiao xia.
"kenapa kau tertawa." tanya xiao xia.
"lihat lah wajah mu, kamu sungguh terlihat sangat jelek dan lucu dengan wajah takut mu itu." ucap kakek Lingxi masih tertawa.
"kau menertawakan ku. aku ini serius." ucap xiao xia marah.
"ya ya ..aku juga serius." ucap kakek Lingxi tapi masih tertawa.
"serius apa lihat lah kau masih menertawakan ku." ucap xiao xia kesal.
"baiklah baiklah aku tidak akan bercanda sekarang." ucap kakek Lingxi masih menahan tawa menutup mulut nya dengan tangannya.
"apa nya yang tidak akan bercanda lagi lihatlah kau saja masih menahan tawa dengan menutup mulut mu jelek mu itu." ucap xiao xia kesal.
selamat membaca 🤗🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1