
Raja Zhaen memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Xiao Xia dan lainnya. Dia tidak ingin menundanya, takut Xiao Xia dan lainnya lebih dulu menyerangnya.
Sebelum itu terjadi Raja Zhaen akan melakukan serangan terlebih dulu dengan di bantu oleh Kaisar Hantu.
"Sepertinya akan ada tamu yang datang sayang," ucap Kaisar Zhao memeluk tubuh Xiao Xia.
"Ya, aku juga merasakannya. Dan itu tidaklah sedikit. Bisakah kamu bilang pada ayah kalau ada tamu yang tak di undang?" pinta Xiao Xia.
"Tapi aku masih ingin seperti ini sayang," ucapnya dengan tangan nakalnya, meremas d*d* Xiao Xia dengan lembut. "Kenapa ada saja yang mengganggu waktu ku," imbuhnya dengan kesal.
Mendengar itu, Xiao Xia menghela napas dengan baik, "Sudah lah cepatlah pergi. Beritahu ayah dan lainnya," perintahnya membuat Kaisar Zhao pasrah, menuruti perintah itu.
"Baiklah," jawabnya dengan lesu.
Kaisar Zhao memakai pakaian nya kembali, dan setelah itu menghilang dari kamar wanitanya. Namun sebelum pergi Kaisar Zhao menyempatkan diri mencium bibir Xiao Xia dengan rakus, melum*tnya cukup lama.
.
.
.
Sesampainya di depan pintu kamar Jenderal Choe, Kaisar Zhao mengetuk pintu.
Tok...Tok...Tok...
Jenderal Choe yang mendengar bergegas membuka pintu. Di lihatnya Kaisar Zhao berdiri didepan nya
"Ada yang bisa saya bantu yang mulia?" tanya Jenderal Choe penasaran.
__ADS_1
"Sepertinya kita harus pergi saat ini juga. Ada tamu yang tak di undang mendekat ke arah sini. Dan sepertinya jumlah mereka cukup banyak. Lebih baik kita tinggalkan tempat ini karena saya takut menyakiti warga yang tidak bersalah jika kita bertarung nantinya," jelas Kaisar Zhao.
Jenderal Choe diam, dan setelah itu mengangguk. "Baik, Yang Mulia" jawab Jenderal Choe. Namun sebelum itu bertanya tentang putrinya, "Em...apakah putri saya sudah mengetahuinya Yang Mulia?"
"Em, saya sudah memberitahukannya karena saya dari kamarnya," Jawab Kaisar Zhao santai.
"Dari kamar?" batin Jenderal Choe tidak mengerti. Ia memicingkan mata, menatap Kaisar Zhao penuh tanya..
"Anda dari kamar Xia?" tanyanya dan di angguki. "Anda tidak melakukan sesuatu hal dengan putri saya kan Yang Mulia?" tanyanya lagi menyelidik.
"Em, sedikit mencumbunya," jawabnya lirih sambil berfikir.
Jenderal Choe yang mendengar terkejut, berharap pendengaran nya salah, "Apa?"
"Apa? memang jenderal mendengar apa?" kilah Kaisar Zhao seolah bodoh.
"Saya mendengar anda mencumbu putri saya," jawabnya menatap tajam.
"Apa? Anda mencium putri saya," ucap nya kembali terkejut, sungguh ia sangat tidak terima.
Tetua Liu dan Xiao Xia yang mendengar mereka berdua langsung keluar dari kamar mereka masing-masing. Melihat perdebatan kecil mereka berdua.
"Ya, saya menciumnya dan itu sungguh manis," jawab Kaisar Zhao benar-benar tidak tahu malu dan tidak merasa bersalah karena mengatakan itu.
Xiao Xia yang mendengar menepuk keningnya, sungguh bodoh pikirnya pria nya itu. Bagaimana bisa dia mengatakan itu pada ayahnya.
Sedangkan Tetua Liu yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya.
Jenderal Choe yang melihat Xiao Xia ada disana bertanya, "Putri ku, apakah benar yang dia katakan, bahwa kamu di cium olehnya?"
__ADS_1
Xiao Xia menghela nafas, "Ayah, sudah. Jangan dengarkan dia. Dia itu hanya ingin membuat ayah kesal saja," jawabnya membuat Jenderal percaya. Ia menatap kaisar dengan wajah garang nya.
"Jika anda bukan seorang Kaisar, mungkin saya sudah menggantung anda di alun-alun Yang Mulia," kesal Jenderal Choe dan setelah menatap Xiao Xia. "Mulai sekarang kamu harus selalu dekat dengan ayah," ucapnya membuat Xiao Xia tidak mengerti.
"Kenapa?"
"Ayah takut Yang Mulia Kaisar macam-macam dengan mu. Ayah tidak akan mengijinkannya menyentuh mu sebelum kalian menikah," ucap Jenderal Choe membuat Kaisar Zhao tertawa dalam hati.
"Aku sudah menyentuhnya, bahkan melihat semuanya dan merasakannya. Anda terlambat melarang ku Jenderal." ucap Kaisar Zhao dalam hati tertawa senang.
"Baiklah, terserah ayah saja." jawab Xiao Xia malas berdebat. Namun dalam hati ia berkata, "Ayah walaupun kamu melarangnya, dia akan tetap datang ke kamar ku."
Mendengar itu, Jenderal Choe merasa lega, "Baiklah, sekarang bagaimana?" tanyanya.
"Kita harus secepatnya meninggalkan tempat ini sebelum mereka sampai disini," jawab Tetua Liu.
"Terus kita akan kemana?" tanya Xiao Xia.
"Lebih baik kita ke hutan saja." jawabnya dan di angguki oleh mereka, "Baiklah, ayo kita berangkat sekarang juga."
Mereka semua pun langsung pergi meninggalkan penginapan menuju hutan yang tak jauh dari kerajaan.
Kaisar Zhao sekwan tidak senang dan tidak rela pergi meninggalkan tempat itu. Rasanya ia hanya ingin berduaan di kamar, menghabiskan waktu dengan wanitanya yang sangat cantik itu.
Xiao xia yang cantik membuat Kaisar Zhao klepek klepek.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan pernah bosen ya..Salam sayang dari autor.😘😘😘