Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
BAB 112. SALING BERHADAPAN


__ADS_3

Mereka pergi menuju hutan yang tak jauh dari kerajaan. Sedangkan para prajurit kerajaan yang datang di penginapan Xiao Xia kecewa karena orang yang harus ia tangkap sudah tidak ada di tempatnya.


Mengetahui tidak ada nya anggota Xiao Xia, salah seorang prajurit langsung melaporkan semuanya bahwa Xiao Xia dan lainnya telah pergi.


Raja Zhaen yang mendengar itu tentu saja sangat marah. Ia mengepalkan tangan dan mengeraskan rahangnya, wajahnya nampak memerah dan dengan napas memburu. "Kurang ajar! Apakah dia sudah mengetahui bahwa kita akan menangkapnya?"


"Seperti nya tidak yang mulia. Dan sepertinya mereka juga belum terlalu jauh dari tempat ini. Bagaimana jika kita coba mencarinya di hutan yang mulia?" ucap Kaisar Hantu dan di angguki Kaisar Zhaen.


"Baiklah yang mulia, mari kita langsung berangkat ke hutan. Saya yakin mereka pasti bersembunyi di sana," ucap Raja Zhaen.


"Tapi setelah ini kau harus memberiku gadis-gadis perawan untuk ku," pinta Kaisar Hantu.


"Tenang saja yang mulia, aku akan memberikan mu wanita yang sangat cantik jika anda bisa membawa mereka kepada ku," jawab Raja Zhaen membuat Kaisar Hantu senang.


"Baiklah. Tapi apakah memang ada wanita yang sangat cantik di kerajaan ini?" tanya Kaisar Hantu memastikan tentang wanita cantik itu.


"Tentu saja ada yang mulia. Dia cucuku, gadis yang begitu cantik. Dan asal anda tahu, orang yang akan kita tangkap sebenarnya adalah dia, gadis cantik yang akan ku berikan pada mu," jawab Raja Zhaen menjelaskan.


Mendengar itu Kaisar Hantu semakin penasaran dengan wanita yang di maksud Raja Zhaen tentang cucunya itu. Mungkin kah gadis itu memang cantik seperti yang di katakan pria tua itu? "Wah sepertinya aku akan bersemangat kali ini. Ku harap yang kau katakan benar adanya, bahwa gadis itu sangatlah cantik," ucap Kaisar Hantu.


"Tenang saja. Apa yang ku katakan ini bisa di percaya. Hanya saja sepertinya tidak akan semudah itu untuk menangkapnya yang mulia. Mendengar kabar bahwa mereka bisa membunuh Kaisar Iblis membuat ku ragu, apakah aku bisa membunuh mereka," ucap Raja Zhaen sambil berfikir.


Mendengar itu, Kaisar Hantu yang penuh percaya diri bahwa dirinya akan mampu, berkata. "Anda tenang saja yang mulia. Kaisar iblis memang sangat bodoh, dia tidak menggunakan akal nya untuk bertindak. Dan itu lah akibatnya, mati di tangan musuhnya," ucap Kaisar Hantu dan di angguki Raja Zhaen. Mungkin memang benar apa yang di katakan Kaisar Hantu bahwa Kaisar Iblis memanglah bodoh.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Kau menyusullah nanti," lanjutnya dan menghilang dari tempatnya.


.


.


Kini mereka semuanya telah berada di dalam hutan. Dan Raja Zhaen telah menemukan keberadaan Xiao-xia berada. Dan saat ini mereka saling berhadapan, baik dari pihak Xiao Xia maupun dari pihak Raja Zhaen kini keduanya saling menatap satu sama lain.


"Sungguh cantik sekali. Dan aku benar-benar menginginkannya," ucap Kaisar Hantu menginginkan Xiao Xia dengan wajah penuh minat.


Kaisar Zhao yang berada di sana tentunya tidak senang dengan apa yang di ucapkan Kaisar Hantu. Menginginkan? Heh, dia pikir siapa? Enak saja menginginkan wanitanya! Kesal Kaisar Zhao mengepalkan tangan, menatap tajam Kaisar Hantu. "Berani nya kau menginginkan wanita ku," marahnya dengan tatapan mematikan.


Kaisar Hantu yang mendengar tentu saja, menaikkan sebelah alisnya. Pikirnya siapa pria itu? Mungkinkah pria itu adalah kekasih wanita yang di diinginkannya? Jika benar, ia harus merebutnya. "Kenapa aku tidak berani? Bahkan Aku akan dengan terus terang mengambil nya dari mu," jawab Kaisar Hantu membuat Kaisar Zhao semakin marah.


"Ku harap kau menang, sayang," gumam Xiao Xia. Dan setelah itu tidak memperdulikan mereka berdua lagi yang sedang bertarung. Kini Xiao-xia beralih menatap fokus pada Raja Zhaen yang ada di depan nya.


"Hallo kakek. Apa kau tidak merindukan cucu mu ini?" sapa Xiao Xia santai, merubah mimik wajahnya selembut mungkin. Namun dalam hati, ingin sekali dia membunuh pria tua di hadapannya ini.


Raja Zhaen yang mendengar sapaan itu berdecih, jijik dengan panggilan kakek itu, "Cih! Siapa yang merindukan mu gadis tengil? Dan jangan sekali-kali kau memanggil ku kakek, karena aku bukanlah kakek mu," jawab Raja Zhaen menatap benci.


Xiao Xia yang mendengar hanya menaikkan sebelah alisnya, ia terkekeh kecil dengan senyum manisnya, "Oh benarkah kamu tidak merindukan cucumu ini kakek? Aku sungguh sedih lo karena kakek ku tidak merindukan ku," Xiao Xia secepat mungkin merubah mimik wajahnya sesedih mungkin, berakting.


Raja Zhaen yang melihat mendengus kesal karena gadis di depannya mudah sekali berubah-ubah. "Aku tidak akan luluh dengan air mata palsu mu itu gadis sialan!"

__ADS_1


"Huh, kenapa kamu bisa tahu? Tidak seru lagi karena ketahuan sedang berakting," ucap Xiao Xia tersenyum kecil sambil mengelap air matanya yang menetes tadi.


Sungguh siapa pun yang melihat Xiao Xia saat ini akan terpesona dengan tingkah manisnya. Terutama seorang pemuda yang saat ini menatap Xiao Xia tanpa berkedip. Bibir manis pemuda itu tertarik membuat lengkungan. Namun karena tidak tahan, ia tiba tiba melesat pergi ke arah Xiao Xia dan memeluknya.


Xiao xia yang mendapatkan pelukan mendadak dari pemuda yang tidak di kenalnya tercengang, bingung. Siapa pemuda itu, pikirnya?


"Lepas!" ucap Xiao Xia mendorong tubuh kekar itu.


Raja Zhaen yang melihat juga tak kalah terkejutnya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Begitupun Kaisar Zhao yang tak sengaja melihat pemandangan bahwa wanitanya di peluk oleh seorang pemuda yang cukup tampan. Wajah Kaisar Zhao yang melihat tentu saja merah padam karena marah. Bisa-bisanya wanitanya di sentuh oleh bajingan yang tidak di kenalnya.


.


.


.


Ayo tebak kira kira siapa pemuda cantik ini?



Selamat membaca


Jangan lupa like and komen.

__ADS_1


salam sayang dari autor😘😘😘😘


__ADS_2