
mengetahui banyak yang datang kakek lingxi membuat barir di sekitar gunung wuya untuk menghalangi mereka masuk..
"heh kalian pikir aku akan diam saja melihat kalian akan mengacaukan semua ini. jangan harap aku akan diam saja." ucap kakek Lingxi sendiri.
sedang kan di atas langit xiao xia masih saling menyerang satu sama lain tak di pungkiri burung Phoenix ini memang sangat kuat. suara ledakan ledakan terus menggema di udara. kobaran api terus menyala di atas langit
"hah...hah...kau sungguh sangat kuat Phoenix." ucap xiao xia Ter engah engah.
"kau bukan tandingan ku manusia. namun kau juga cukup hebat dapat menandingi kekuatan ku..jika di lihat tingkat kultivasi mu hanya di tahap manifes surgawi puncak. aku akui kau hebat." ucap Phoenix.." namun jangan senang dulu aku akan membunuh mu saat ini." ucap nya lagi.
"aku tidak akan menyerahkan nyawa ku." ucap xiao xia melesat menyerang kembali burung Phoenix itu.
sedangkan para pendekar serta kaisar mengzi telah sampai di hutan itu tidak jauh dari gunung wuya berada. dan kini mereka dapat melihat dengan jelas pertarungan mereka.
"sungguh Manusia yang sangat kuat." ucap kaisar mengzi memandang ke langit melihat pertarungan antara Phoenix dan xiao xia.
"benar yang mulia namun siapa gerangan orang yang telah berani melawan Phoenix itu." ucap Qin ming.
"entah aku juga tidak tahu. tetapi seperti nya dia bukan berasal dari kekaisaran kita." ucap kaisar mengzi.
__ADS_1
"seperti nya benar yang mulia." ucap Qin ming.
"yang mulia seperti nya banyak tamu tak diundang yang ikut hadir dan melihat." ucap Qin ming.
"benar yang mulia hamba juga merasa kan nya." ucap jendral Hao.
"ya kalian benar. ayo kita kesana supaya kita lebih dekat melihatnya." ucap kaisar mengzi .
mereka pun menuju ke gunung wuya agar lebih dekat dengan pertarungan itu namun sayangnya mereka sama sekali tidak bisa masuk karna ada sebuah barir yang menghalanginya.
"yang mulia seperti nya kita dan seluruh para pendekar yang menuju ke sini tidak akan pernah bisa masuk." ucap Hao
"benar yang mulia. dan juga sepertinya barir ini bukan barir biasa."ucap hao
"ya kau benar barir ini adalah barir tingkat tinggi. sebenarnya seberapa kuatnya orang ini?." ucap kaisar mengzi.
sedangkan para pendekar lain yang ingin mendekati xiao xia mereka pun juga sama tidak bisa masuk karena terdapat barir yang menghalangi mereka.
kakek lingxi hanya tersenyum karena fikirnya tidak akan ada yang bisa menghancurkan barir yang telah di buatnya.
__ADS_1
kakek lingxi menatap langit di lihatnya xiao xia masih bertarung mati Matian untuk mengalahkan burung Phoenix api..
"aku yakin kau pasti bisa mengalahkannya." ucap kakek Lingxi sendiri
"manusia mengaku kalahlah dan urungkan niat mu menginginkan pedang itu." ucap burung Phoenix
"tidak...aku tidak akan mengaku kalah aku akan tetap berusaha untuk mengalahkan mu..karena aku sangat membutuhkan pedang itu.." ucap xiao xia masih menyerang burung Phoenix.
"ternyata kau sangat keras kepala manusia." ucap burung Phoenix.
jika aku tidak keras kepala dan tidak berusaha mengalahkan mu maka aku tidak akan memiliki pedang itu. aku tidak ingin di hajar kakek tua sialan itu." ucap xiao xia.
kakek tua yang sedang di bawah sungguh kesal fikirnya masih sempat sempat nya xiao xia mengumpat nya saat masih dalam pertarungan.
pertarungan xiao xia dan burung Phoenix berlangsung hingga malam... xiao xia sungguh marah kesal menjadi satu karena belum bisa mengalahkan nya juga..kemarahan xiao xia yang meluap luap hingga membuat sesuatu aura yang ada di dalam tubuh nya bocor.
selamat membaca 🤗🤗🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1