
Xiao xia melepas hanfu nya dan berjalan masuk ke dalam bak mandi dalam keadaan telanja*g, dengan rambut di gerainya membuat Xiao xia terlihat begitu sexy.
"Ah, segarnya!" gumamnya menikmati air di dalam bak mandi.
Xiao xia berendam, menyandarkan kepala nya di bibir bak mandi itu, memejamkan matanya menikmati wangi yang menyeruak masuk ke dalam hidung nya.
Sedangkan Kaisar Zhao yang saat ini ada di kamar nya sudah sangat merindukan wanita yang sangat di cintai nya itu.
Dia menghilang dari kamar nya pergi menuju kamar Xiao xia. Di lihat nya begitu sepi seperti tidak ada penghuninya saat mata itu menelisik kamar yang di tempati wanita nya. Dan samar-samar telinga mendengar suara gumaman dari tempat pemandian, ia pun langsung berjalan menuju arah suara.
Saat sampai, di lihatnya wanita yang begitu canti dengan rambut tergerai sedang berendam di dalam bak mandi dengan uap yang mengepul di tubuh itu.
Kaisar Zhao tersenyum tipis, lalu melepas semua pakaian nya dan berjalan mendekati Xiao xia tanpa suara.
Tanpa membuat pergerakan yang akan mengejutkan Xiao-Xia, Kaisar Zhao languang masuk kedalam bak mandi itu. Di tatap nya wajah cantik itu membuat senyum di bibirnya mengambang.
Cup...
Xiao xia membuka matanya saat merasakan bibirnya di kecup oleh seseorang. Di lihat nya laki-laki yang di cintainya kini ada di depannya.
"Kapan kesini?" tanya Xiao xia.
"Barusan sayang, karena kamu asyik menikmati mandi mu makanya kamu tidak tahu jika aku datang menemui mu," jawab Kaisar Zhao mencubit hidung Xiao xia dengan gemas.
"Sakit tahu!" elusnya di hidung mungil nya.
Kaisar Zhao mengangkat tubuh itu dan kini ia duduk di belakang, memeluk tubuh Xiao xia dengar erat, menyandarkan kepala nya di bahu sambil mengendus-endus wangi tubuh wanitanya.
"Kamu wangi sekali," gumamnya lirih.
Sungguh Kaisar Zhao begitu tergila-gila dengan Xiao-Xia. Ia memberikan kecupan kecupan kecil di leher itu. Sedangkan Xio xia yang merasakan bibir lembut itu merayapi leher nya, ia hanya bisa memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut itu.
Aaaah......
Des*h Xiao-xia saat tangan nakal itu merambat ke dua gunung kembarnya dan merem*s nya dengan pelan. Sentuhan itu langsung membuat Xiao-xia mendes*h karena permainan Kaisar Zhao yang membuatnya melayang.
__ADS_1
Tak hanya di tempat itu saja, tangan Kaisar Zhao juga mencari sesuatu yang berada di bawah, menyentuh dan mengelusnya dengan lembut menggunakan jemarinya.
Aaaaah...... Sayang," des*h Xiao-xia dengan suara sexy.
"Nikmati sayang, aku suka suara desah*n mu," Kaisar Zhao kembali memberikan kecupan-kecupan di leher itu.
Mereka berdua begitu menikmati acara mandi dengan sensasi yang begitu berbeda.
Kaisar Zhao mengangkat tubuh itu dan menghadapkan nya ke arahnya. Kini mereka berdua saling berhadapan, memandangi wajah yang mereka kagumi dan mereka cintai.
"Aku mencintai mu sayang," Kaisar Zhao mengungkapkan rasa cinta nya sambil mengelus pipi mulus itu.
Dengan perlahan Kaisar Zhao mendakatkan wajah nya dan mencium bibir ranum itu, ******* dan menyes*pnya dengan lembut. Mereka berdua saling bertukar saliva menikmati ciuman panasnya. Dengan rakus saling mengabsen bibir satu sama lain dan saling membelit lidah.
Kaisar Zhao melapas ciumannya dan kini berganti menyusuri leher serta buah d*d* yang kenyal itu. Memberikan kecupan kecupan dan tanda di area itu. Tangan nya pun merem*s, memberikan pijatan di tubuh itu. Dan mulutnya pun tidak tidak diam, menghisap pujuk buah d*d* itu dengan rakus layak nya seorang bayi yang kehausan.
Desah*n terus saja keluar dari bibir itu saat menikmati permainan Kaisar.
"Sayaaang......" des*h Xiao-xia.
"Sayang aku sungguh tidak kuat, aku tidak bisa menahan nya lagi," ujar Kaisar Zhao yang langsung membopong tubuh itu menuju ranjang.
Dengan hati-hati Kaisar Zhao meletakkan tubuh itu di atas ranjang, menindihnya nya dan menyerang kembali bibir ranum itu. Dan mengabsen setiap inci tubuh dengan bibir nya tanpa terkecuali.
Xiao-xia yang merasakan kenikmatan itu meremas rambut panjang itu, meminta agar Kaisar memperdalam permainan nya.
"Sa..sayang," gumamnya dengan suara parau.
Kaisar yang merasakan milik Xiao-xia sudah basah, langsung melihat wajah Xiao-xia. Meminta izin untuk di perbolehkan melakukan hal yang diinginkan nya saat ini.
Xiao xia yang sudah tertutup gairah dan juga begitu menginginkannya akhirnya mengijinkan agar Kaisar segera melakukannya.
Kaisar Zhao yang mendapatkan izin tersenyum, dia pun memposisikan miliknya ke arah inti Xiao. Xiao Xia melihat kearah milik Zhao yang besar, wajahnya langsung merona saat melihat aset besar itu yang siap menggempurnya milik nya.
Kaisar Zhao yang melihat wajah merona Xiao bertanya, "Kenapa?"
__ADS_1
"Itu sangat besar. Apakah muat jika itu masuk? Dan itu___Em pasti akan sakitkan?" jawab nya membuang muka
Mendengar itu Kaisar tersenyum, ia mengecup kening itu dengan lembut, "Mungkin akan terasa sakit sayang, tapi hanya sebentar. Dan setelah itu akan terganti dengan kenikmatan. Aku yakin kamu akan menyukai nya."
"Aku akan melakukan nya dengan pelan," lanjutnya dan Xiao pun akhirnya mengangguk.
Kaisar Zhao memposisikan milik nya ke arah lubang Xiao dan siap masuk dengan pelan-pelan.
"Aaaa...sakit sayang," rintihnya saat benda tumpul itu mencoba mendobrak bagian inti nya.
"Tahan sayang, sebentar lagi," serunya dan terus mendorong miliknya.
Aaaah...
Teriak Xiao-xia saat merasakan sesuatu menerobos masuk dengan paksa.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku," Kaisar Zhao sambil menciumi wajah itu dengan lembut. Xiao hanya mengangguk tanda tidak apa-apa.
Melihat Xiao yang sudah tenang, Kaisar Zhao melakukan kegiatannya. Bergerak sesuai irama di sertai suara desah*n yang menggema di kamar itu.
.
.
.
Haredang haredang panas panas panas.
Wkwkwkwkkwkw.
Lanjutkan saja sendiri ya ceritanya.
selamat membaca
Jangan lupa like and komen.
__ADS_1