
Jenderal Choe dan Tetua Liu mengejar Kaisar Zhaen. Cukup jauh mereka mengejar, akhirnya mereka kini saling berhadapan.
"Anda tidak bisa pergi lagi yang mulia," ucap Tetua Liu yang berdiri di depan Kaisar Zhaen.
"Minggir kau Liu! Kau penghianat, beraninya menghalangi raja mu ini," usir Kaisar Zhaen marah.
"Raja? Apakah anda pikir saya akan mengakui anda lagi sebagai raja saya? Tidak, yang mulia. Saya tidak akan mengakui anda lagi. Karena hanya raja atau ratu dari keturunan Ratu Xi-Ling lah yang akan saya akui," Jawab Tetua Liu lantang.
Kaisar Zhaen yang mendengar wajahnya langsung memerah, marah dengan ucapan Tetua Liu, "Dasar bodoh! Mereka semua sudah mati. Tidak ada gunanya kau masih mengabdi dengan mereka. Lebih baik kau menjadi bawahan ku, dan aku akan mengangkat mu menjadi penasehat kerajaan nanti," tawar Kaisar Zhaen menahan amarahnya, ingin sekali ia membunuh Liu karena masih setia dengan Ratu Xi-Ling.
"Ha...Ha...Ha....anda lucu sekali yang mulia. Asal anda tahu, sampai mati pun aku tidak akan pernah menjadi bawahan orang licik dan pembunuh seperti mu, yang tega menusuk keluarga nya sendiri hanya demi kepentingan pribadi," tunjuk nya pada wajah Kaisar Zhaen.
"Kau__! Hah, Baik lah karena kau tidak mau berpihak dengan ku, lebih baik ku bunuh saja kau," Raja Zhaen langsung menyerang Tetua Liu. Dan mau tidak mau ia harus membunuh penghianat itu.
Jenderal Choe yang melihat tidak tinggal diam, ia membantu Tetua Liu yang kini bertarung dengan Raja Zhaen. Dan pertarungan pun terjadi di kedua belah pihak hingga begitu sengit.
Di tempat lain, Xiao xia dan Kaisar Zhao juga sama, mereka saling mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing untuk mengalahkan lawan nya.
Syuut.....
Syuut.....
Syuut.....
Duuuuuaar.....
Ledakan besar terjadi karena kekuatan yang mereka keluarkan.
Trang...
Trang...
__ADS_1
Trang....
Bugh....
Bugh....
Duuaaar.....
Ledakan pun kembali terdengar hingga membuat tempat itu begitu kacau.
"Brengsek! Beraninya kalian mengeroyok ku," marah Kaisar Hantu sambil memegang dadanya karena pukulan kekuatan yang di berikan oleh Xiao xia.
"Apapun di perbolehkan dalam bertarung. Bukankah yang terpenting adalah hasil akhirnya, yaitu menang?" jawab Xiao xia tersenyum smirk.
Kaisar hantu yang mendengar mendengus kesal, "Itu namanya pecundang, dan bukan pendekar. Jika kau merasa pendekar ayo satu lawan satu."
"Tidak mau," tolak Xiao xia cepat. Dan hal itu membuat Kaisar hantu begitu murka, apalagi saat melihat wajah Xiao xia yang begitu menyebalkan.
Xiao xia yang mendengar dan merasakan gigitan itu, mendengus. "Menghukum ku? Memang aku salah apa?" tanya Xiao xia menyelidik dengan mata memicing.
"Bukankah kau tadi merayu seorang laki laki?Maka bersiap lah, aku akan menghukum mu dan mencabik-cabik mu nanti di ranjang. Karena dengan berani nya kamu menggoda laki laki lain di hadapan ku," jawab Kaisar Zhao menarik tengkuk Xiao xia dan mencium bibir itu serta melu-matnya pelan.
Kaisar Hantu yang melihat sungguh sangat geram dengan apa yang mereka berdua lakukan. Ia seolah tidak di anggap ada di tempat itu, "BERANI NYA KALIAN BERCIUMAN DI DEPAN KU!! AKU SUNGGUH SANGAT MARAH. AKAN KU BUNUH KALIAN BERDUA," marah Kaisar Hantu dengan wajah yang jelek.
Kaisar Zhao dan Xiao xia yang mendengar kemarahan Kaisar Hantu langsung melepas ciuman nya, saling pandang, "Sayang, seperti nya dia iri karena aku mencium mu di depan nya," ucap Kaisar Zhao.
"Kau itu memang aneh. Masih sempat-sempat nya mencium ku di saat kita sedang berperang," jawab Xiao xia mencubit pinggang Kaisar Zhao.
"Jangan salahkan aku karena sudah tidak tahan mencum-bu mu. Melihat kecantikan mu, ingin ku makan kamu saat ini," ucap Kaisar Zhao memberikan senyum manisnya.
Lagi-lagi Kaisar Hantu marah-marah karena mereka berdua mengabaikan nya, "Hei...., jangan bermesraan di depan ku, sialan!" maki nya dengan tangan menunjuk ke arah mereka berdua.
__ADS_1
Karena sudah tidak tahan melihat kemesraan mereka berdua, Kaisar Hantu pun menyerang kembali Xiao xia dan Kaisar Zhao. Dan pertempuran pun kembali terjadi lagi, hingga beberapa jam dan akhirnya pertarungan pun di menangkan oleh Xiao xia dan Kaisar Zhao.
Sedangkan di lain tempat, Jenderal Choe dan Tetua Liu juga sama, mereka juga berhasil mengalahkan dan membunuh Raja Zhaen.
Setelah berhasil membunuh mereka, Xiao xia dan yang lainnya berkumpul bersama dengan Pangeran Xue Yi. Xue Yi yang melihat Xiao xia ada di dekat nya, Xue Yi langsung berjalan menghampiri Xiao xia.
"Sayang," Xue Yi merentangkan tangan hendak memeluk tubuh Xiao xia.
Kaisar Zhao yang melihat melotot dengan apa yang akan di lakukan Xue Yi, "Hei, mau apa kau?Minggir! Berani-berani nya kau ingin memeluk wanita ku, tidak akan ku biarkan," ucap Kaisar Zhao menghalangi tubuh Xue Yi.
Xue Yi yang melihat, kaisar Zhao berada di depannya, kepalanya menoleh menatap Xiao Xia, "Sayang, lihat lah dia sangat pelit sekali. Aku kan hanya ingin memeluk mu, tidak lebih," ucap Xue Yi dengan wajah imut dan manisnya.
Kaisar Zhao yang melihat wajah mengerikan itu merasa jijik, " Apa yang kau lakukan? Kau menjijikkan sekali. Minggir kau!" kesal Kaisar Zhao karena ingin muntah melihat dengan wajah yang seperti wanita .
Xue Yi mendorong tubuh Kaisar Zhao, dan berdiri tepat di depannya. "Sayang," panggil Xue Yi.
Kaisar Zhao yang melihat langsung berteriak. "Berhenti memanggil wanita ku dengan sebutan sayang . Dia hanya milik ku, dan hanya aku yang boleh memanggilnya sayang," ucap Kaisar Zhao kesal.
"Kau kan belum menjadi suami nya? Jadi aku masih memiliki kesempatan," ucap Xue yi.
"Kau..!!!!!!!" ucap Kaisar Zhao meninju Xue Yi.
Xue Yi yang tidak bisa apa-apa merintih, "Au... Kenapa kau jahat sekali. Sayang lihatlah wajah tampan ku sekarang menjadi babi. Dia sangat kasar sayang," adu nya memeluk lengan Xiao xia.
Xiao xia yang melihat perdebatan mereka berdua hanya memutar bola matanya malas. Sungguh Xiao xia merasa pusing dengan keadaan yang di lihatnya saat ini. Jika ia bisa memilih, lebih baik ia bertarung dari pada di perebutkan oleh dua pemuda yang sangat tampan.
Selamat membaca.
Jangan lupa like and komen.
Jangan bosen dengan cerita autor ya.
__ADS_1
Salam sayang untuk semuanya๐๐๐