
mereka berciuman cukup lama membuat xiao xia kehabisan nafas.
"hah..hah..." kamu ingin membuat ku mati." ucap xiao xia cemberut.
"mana mungkin sayang." ucap kaisar zhao.
mereka berdua mandi bersama tanpa rasa canggung dan malu lagi...karena di tutupin pun mereka sudah sama sama melihat walaupun tidak melakukan hal yang berlebihan..
" sini." ucap kaisar Zhao menyuruh xiao Xia duduk di depan nya memunggungi kaisar Zhao.
kaisar Zhao menggosok punggung xiao xia dengan pelan.
"ada apa dengan rambut dan mata mu kenapa berubah, mana yang asli diri mu." tanya xiao xia menengok sambil menyentuh rambut putih kaisar zhao.
"semuanya adalah diri ku sayang. aku pernah bilang apa pun tentang diri ku jangan pernah tinggalkan aku." ucap kaisar Zhao masih fokus menggosok punggung putih xiao xia..
"aku akan bercerita tentang diri ku, tapi aku ingin kamu janji jangan membenci dan meninggalkan ku. namun jika kamu ingin membunuh ku aku siap asal kan tangan mu sendiri yang membunuh ku." ucap kaisar Zhao.
ucapan kaisar Zhao membuat xiao xia mengernyitkan alisnya tanda dia bingung dengan ucapan kaisar zhao.
"apa maksud mu." ucap xiao xia berbalik menghadap kaisar wu.
"tubuh ku ini memang seorang kaisar dari kekaisaran xia, namun aku juga seorang iblis dari kekaisaran iblis." ucap kaisar zhao.
__ADS_1
mendengar kenyataan yang di ucap kan kaisar zhao sungguh membuat xiao xia kaget.
"iblis.. apakah kamu seorang iblis." ucap xiao xia waspada.
"benar sayang. entah kenapa jiwa iblis ini bisa ikut kedalam tubuh kaisar ini." ucap kaisar Zhao.
"tunggu...tunggu maksud mu apa ..?apakah jiwa mu bukan asli kaisar zhao dari kekaisaran xia." ucap xiao xia...
"ya kamu benar jiwa ku adalah seorang pengeran dari kekaisaran iblis." ucap kaisar zhao sambil melihat mimik wajah xiao xia.
"apakah kau yang ingin membunuh ku." ucap xiao xia marah.
"bukan sayang dengarkan lah aku dulu dan mana mungkin aku membunuh wanita yang aku cintai."ucap kaisar Zhao.
setelah mendengar cerita kaisar zhao, xiao xia sungguh sedih ternyata hanya karena tahta seorang kakak tega membunuh adik nya sendiri. dan dia sangat kagum dengan kejujuran kaisar zhao, Entang kenapa itu malah membuat xiao xia tambah cinta.
biarlah ...entah itu iblis Manusia atau yang lain nya aku tetap mencintai nya..persetan dengan yang lain nya dan untuk kakek lingxi aku harus menyembunyikan kenyataan ini dari nya. aku takut kakek tua itu tidak memperbolehkan ku dengan kaisar Zhao." ucap xiao dalam hati.
melihat xiao xia yang sedang berfikir kaisar zhao pasrah dengan keputusan nya. namun dia akan tetap berusaha mempertahan kan cinta nya walaupun nyawa taruhan nya.
"apakah kamu akan membenci ku sayang." ucap kaisar zhao sedih.
xiao xia yang melihat wajah sedih kaisar Zhao tersenyum dan menghambur memeluk kaisar zhao, kaisar zhao kaget karena xiao xia malah memeluk nya.
__ADS_1
"ya aku sangat membenci mu. karena kamu telah berani berbohong kepada ku. tapi aku tetap mencintai mu walaupun kamu iblis atau bukan aku akan tetap mencintai mu." ucap xiao xia dalam pelukan kaisar Zhao.
kaisar Zhao yang mendengar ucapan cinta keluar dari mulut manis xiao xia hatinya sangat senang
dia mendekatkan wajah nya mencium bibir xiao xia lagi dengan rakus menarik tengkuk nya untuk memperdalam ciuman mereka.
karena cukup lama mereka berendam mereka berdua menyudahi aktifitas di kamar mandi itu. kaisar Zhao lebih dulu keluar dari bak mandi, melihat tubuh telanjang kaisar Zhao membuat wajah xiao xia memerah bak kepiting rebus.
setelah selesai memakai hanfunya kaisar Zhao menyuruh xiao Xia memakai pakaian nya.
"keluarlah apa kamu tidak merasa dingin sayang." ucap kaisar zhao mengangkat tubuh polos xiao xia dan menutupnya dengan kain tipis dan membawa nya menuju ranjang.
sungguh pemandangan itu membuat kaisar Zhao harus mati Matian menahan sesuatu.
"berbalik lah jangan menatap ku seperti itu. apakah kamu belum puas melihat tubuh ku." ucap xiao xia.
kaisar Zhao langsung membalik kan tubuh nya karena tidak ingin terus memandang tubuh xiao xia, bisa bisa dia tidak bisa mengontrol dirinya.
selamat membaca 🤗🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1