Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
episode 30


__ADS_3

setelah ritual mandi xiao xia selesai kini xiao xia nampak sangat cantik sekali. Linlin yang melihat sungguh terpana pipinya memerah melihat kecantikan xiao xia.


"ada apa dengan wajah mu kenapa memerah begitu. apakau sakit." tanya xiao xia kepada Linlin.


"ah maaf kan hamba putri. hamba baik baik saja hanya hamba sangat mengagumi kecantikan anda putri." ucap Linlin menundukkan kepalanya.


mendengar ucapan Linlin xiao xia tersenyum.


"aku lapar apakah kau bisa mengambilkan aku makanan." tanya xiao xia


"baik putri. silahkan anda tunggu disini Linlin akan mengambilkan makanan untuk anda." ucap Linlin dan pergi meninggalkan xiao xia.


setelah Linlin pergi kakek tua muncul.


"kemana saja kau." tanya xiao xia.


"aku tidak kemana mana hanya melihat mu. nampaknya kau nyaman disini." ucap kakek tua.


"ya aku memang sangat nyaman disini." ucap xiao xia


"jangan lupakan tugas mu untuk mengambil pedang api di gunung wuya waktu mu tidak banyak kamu tahu sendiri bla....bla....bla..." ucap kakek tua panjang lebar.


"kenapa kau berisik sekali aku ingin merasakan kenyamanan ini dan kau selalu menggangu saja dengan ocehan mu yang panjang kali lebar kali tinggi itu." ucap xiao xia kesal menyimpan mulut kakek tua dengan kue di meja.


plaak.....kakek tua memukul kepala xiao xia.


"hei kenapa kau suka memukul kepala ku. apakah tidak ada yang lain selain kepala." ucap xiao xia marah.

__ADS_1


"tidak ada hanya itu yang paling enak di pukul." ucap kakek tua dan itu berhasil membuat xiao xia marah.


xiao Xia berdiri menghampiri kakek tua melihat xiao xia yang yang ingin membalas kakek tua berniat kabur tapi sebelum itu.


"mau kemana kau." ucap xiao xia menarik baju belakang kakek tua dengan mata marahnya.


"aku ingin ke kamar mandi perut ku sakit." ucap kakek tua alasan.


"apakah perut mu sakit." ucap xiao xia dengan suara beratnya.


ya ya...i..i..ya.." ucap kakek tua tergagap.


"di mana yang sakit, aku akan menyembuhkan mu." ucap xiao xia


"tidak.... nanti sembuh sendiri." ucap kakek tua menolak


"ayolah akukan sedang berbaik hati." ucap xiao xia menarik kakek tua dan menggangunya untuk di jadikan pelampiasan olahraga tinjunya.


"ah senangnya aku hari ini." ucap xiao xia merasa senang.


"kau senang lihatlah wajah tampan ku ini aku sudah seperti babi saja." ucap kakek tua.


"ha...ha...ha..." tawa xiao xia.


"dasar kau gadis iblis tidak berperasaan padahal aku ini hanya mengingatkan mu. " ucap kakek tua merajuk


"aku sudah tau makanya jangan banyak bicara aku pusing mendengar mu mengoceh terus." ucap xiao xia

__ADS_1


"nanti malam kita akan keluar dari sini." ucap nya lagi.


"em...baiklah aku pergi dulu aku ingin merawat wajah tampan ku ini aku takut para gadis tidak akan mau melihat ku." ucap kakek tua.


"hei.. siapa juga yang akan melirik mu. kau itu sudah tua keriput masih mengharapkan gadis segar dasar tak tahu malu." ucap xiao xia


sedangkan kakek tua tak menghiraukan ucapan xiao xia dia pergi kembali kedalam buku.


Linlin datang dengan membawa nampan berisi makanan. berjalan mendekat ke xiao xia.


"ini putri makanan nya." ucap linlin menata makanan yang dibawa di atas meja


"silahkan di makan putri." ucapnya lagi dan berdiri di samping xiao xia.


xiao Xia mengambil makanan untuk dimakan sebulum menyuapkan nasinya kemulut cantiknya dia melihat Linlin yang masih berdiri di sampingnya.


"apakah kau sudah makan." tanya xiao xia.


"hamba sudah makan putri." ucap Linlin.


xiao Xia tahu kalau Linlin belum makan karena dia mendengar perut Linlin berbunyi.


"makanlah bersama ku." ucap xiao xia


"maaf putri hamba tidak berani. hamba juga sudah makan tadi putri." ucap Linlin menolak.


"apakah kau menolak ajakan ku. baiklah aku juga tidak akan makan." ucap xiao xia menaruh sumpitnya

__ADS_1


melihat xiao xia yang tidak jadi makan membuat Linlin bingung dan serba salah. "


"apakah aku akan makan dengan putri tapi itu sangat tidak sopan. tapi jika aku tetap menolak maka putri tidak akan makan. bila yang mulia tau putri tidak makan pasti aku akan di hukum." fikir Linlin bimbang


__ADS_2