Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
xiao xia vs jiao xing


__ADS_3

Xiao xia memandang tubuh jiao xing yang di kelilingi kabut hitam. Di tempat pertemuan itu menjadi kacau banyak dari mereka yang takut melihat kabut hitam yang membuat mereka semua sesak.


"Apakah kau tahu kabut itu a'dai ?" tanya xiao xia kepada naga hitam dalam fikirannya.


"Berhenti memanggil ku dengan sebutan itu xia, aku sungguh jijik mendengarnya." ucap naga hitam kesal.


"Kenapa ?, bukankah nama itu bagus ?" ucap xiao xia.


"Bagus palamu, itu sungguh membuat ku jijik dan nama itu tidak cocok dengan diriku yang gagah dan tampan ini." ucap naga hitam.


"Ciih...gagah dan tampan dari mana nya, kau itu sudah jelek, hitam, dekil, tidak pernah sikat gigi gak pernah mandi pula." ejek Arlong.


"Arloooong...." teriak naga hitam marah.


"Kalian sungguh berisik, a'dai apakah kau benar benar tidak tahu ?" ucap xiao xia.


"Xia berhentilah memanggil ku dengan sebutan itu, berilah nama yang lebih baik dari itu." ucap naga hitam masih tidak terima.


"Tapi ini nama yang cantik, aku suka memanggil mu dengan nama a'dai jadi tidak usah protes." ucap xiao xia.


"Oh ayolah aku sungguh jijik sekali di panggil a'dai, hilang sudah ketampanan dan karisma ku." gerutu naga hitam pelan.


"Aku mendengar a'dai." ucap xiao xia.



Ini dia naga hitam yang terus menggerutu tidak suka dengan panggilan a'dai🤭🤭🤭.


"Telinga mu itu terbuat dari apa?, aku berbicara pelan saja kau sudah dengar." kesal naga hitam.


"Cepetan jawab apakah kau pernah melihat kabut itu ?." ucap xiao xia.


"Aku tidak pernah melihat, selama aku bersama bai si aku tidak pernah melihat kabut seperti itu." ucap naga hitam.


"Arlong apakah kau pernah melihat?." tanya xiao xia.


"Aku pun tidak pernah melihat, kan kamu sendiri tahu aku tersegel cukup lama." ucap arlong.


"Baiklah." ucap xiao xia.


Setelah kabut hitam yang mengitari jiao xing hilang nampak lah wanita berbeda. Mata merah menyala di kepala nya ada dua tanduk ang cukup panjang dan juga kuku yang panjang.


Semua yang ada di tempat itu kaget begitu juga jenderal choe dan liang xing.


"Ibu." ucap liang xing pelan.


Kaisar zhao yang melihat menyipitkan matanya.


"Apakah ini iblis, tapi aku sama sekali tidak merasakan hawa iblis di tubuhnya. Ini berbeda dari kaum ku, apa sebenarnya dia." ucap kaisar zhao dalam hati.


Xiao xia yang merasakah hawa mencekam dari jiao xing akhirnya memerintahkan kepada semuanya untuk meninggalkan tempat itu.


"Apa kau ini ?" tanya xiao xia.


"Ha...ha..ha...apa kau takut sekarang xiao yun." ucap jiao xing tersenyum sambil memperlihatkan taringnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah takut dengan wanita yang jelek seperti mu." ucap xiao xia.


"Apa kau bilang aku jelek, aku ini wanita yang sangat cantik mungkin mata mu lagi sleweng melihat ku." ucap jiao xing.


"Cantik ?, sama sekali tak ada cantik catiknya nya dan manis manisnya." ucap xiao xia.


"Ibu kenapa ibu jadi seperti ini ?" tanya liang xing bergidik ngeri melihat rupa ibu nya.


"Siapa kau ?" ucap jiao xing.


" Aku liang bu, kenapa ibu tidak ingat dengan ku?" ucap liang xing.


"Apakah kau adik wanita sialan itu? " ucap jiao xing kepada xiao xia.


" Bukan ibu aku kakak nya, apakah ibu lupa?." ucap liang xing.


Jiao xing tersenyum menyeringai mendengar jawaban liang xing. Dan tiba tiba jiao xing melesat ke arah liang xing dan mencekik leher liang xing.


"I...ib..u..le...lepaskan li..liang bu." ucap liang xing terbata bata karena leher nya tercekik tangan jiao xing.


"Lepaskan permaisuri ku." ucap kaisar xiuhuan menyerang jiao xing.


Namun bukannya jiao xing yang terkena pukulannya malah kaisar xiuhuan yang terpental karena kibasan tangan jioa xing.


"Jioa lepaskan putri ku." teriak jenderal choe.


Jiao xing menoleh ke arah suara, matanya menatap jenderal choe dengan tatapan bingung.


"Siapa kau ?" ucap jioa xing.


"Sepertinya dia tidak mengenal putrinya ayah." ucap xiao xia.


"Kamu benar putri ku dan sepertinya yang hanya ia kenal adalah dirimu.." ucap jenderal choe.


"Mei." ucap xiang.


"Ge..Ah berikan ini kepada ibu. Ia akan sembuh nanti." ucap xiao xia menyerahkan sebuah pil emas


"Sayang sepertinya ia di kontrol oleh seseorang untuk membunuh mu." ucap kaisar zhao.


"Kamu benar sayang. Sepertinya ada yang ingin bermain main dengan ku." ucap xiao xia.


"Tapi kita harus berhati hati sepertinya mereka bukan orang yang midah kita atasi." ucap kaisar zhao.


"Ya.." ucap xiao xia.


Xiao xia kembali menatap jiao xing yang masih mencekik leher liang.


"Lepaskan dia, bukan kah kau ingin membunuhku. Jadi lepaskan kan kakak ku. Ayo kita selesaikan urusan mu dengan ku." ucap xiao xia.


"Heh...kamu pikir aku akan melepaskannya." ucap jiao xing menusuk perut liang xing dengan tangannya.


Jleeeeb....


"Aaahh ...uhuk...uhukk...i..ibu..." ucap liang xing tidak percaya kalau ibu akan membunuhnya.

__ADS_1


Melihat hal itu xiao xia langsung melesat kearah jiao xing dan menendang tubuhnya.


Buuuk... braaak....


Xiao xia mengangkat tubuh liang ling yang terluka dan menyerahkan kepada ayahnya.


"Minumlah ini, aku tidak ingin kau mati sebelum aku menampar mu." ucap xiao xia.


Liang xing meneteskan air matanya melihat xiao xia yang masih peduli dengannya.


"Mei..." ucap liang xing pelan.


"Diam lah..atau kau akan mati sekarang juga." ucap xiao xia.


Xiao xia kembali menatap jiao xing.


"Entah apa yang membuat mu seperti ini, tapi aku akan menyelesaikan mu dan membunuh mu." ucap xiao xia


Tanpa banyak bicara lagi xiao xia melesat ke arah jiao xing.


Wuuuus....syuuut ....duuuuar...


Jiao xing terpental karena tendangan xiao xia.


Jiao xing sangat marah ia pun menyerang xiao xia. mengetahui jiao xing ingin menyerangnnya xiao xia terbang menghindar dan setelah itu keluar dari tempat itu. Xiao xia tidak ingin merusak atau menyakiti orang orang yang tidak bersalah.


Pertarungan mereka pun terjadi, mereka berdua saling menyerang satu sama lain. jiao xing terus mengeluarkan kekuatannya dan mengarahkan ke arah xiao xia.


Duuuuar.....Duuuuar....Duuuuar...


pertarungan mereka beruda sungguh sangat sengit. Xiao xia mengeluarkan pedang phoenix nya dan menyerang jiao xing.


Syaaat....syaaat...syaaat...Duaaaar.....


Mereka semua yang ada di tempat itu tidak percaya akan kekuatan mereka berdua. Mereka seakan tidak percaya mereka berdua memiliki kultivasi yang tinggi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Udah ah capek....jempol autor minta bobo.


Bay bay sayang ku semua...jangan lupa jempolnya untuk like and komen ya.

__ADS_1


__ADS_2