
xiao xia juga ragu apakah dia bisa mendapatkan pedang itu atau tidak karena mendengar kata mereka berdua yang "entah" itu membuat dia sangat ragu. bagaimana kalau tidak takdir rugi kan xiao xia sudah mengeluarkan keringat mengahadapi burung Phoenix jelek itu eh...cantik kok cantik jangan marah ya🤭🤭
burung Phoenix." 😠😠😠😠😠😠
"baiklah ayo kita ambil kalau tidak bisa di cabut kau harus menggunakan gigi mu untuk mencabut." ucap xiao xia semangat
"ya..." ucap kakek Lingxi dan burung Phoenix kompak dan ikut semangat.. " eh apa tadi.." tanya mereka dua bingung.
"tidak ada kata pengulangan kalian sudah menyetujui nya." ucap xiao xia.
"
tidak bisa kau harus mengulanginya. aku takut kau membuat ide gila yang akan membahayakan kami." ucap kakek Lingxi
"mana ada aku membahayakan mu aku ini baik hati...sudah ayo kalian cepetan kenapa lelet sekali jalannya." ucap xiao xia.
"sedangkan kakek Lingxi dan burung Phoenix menyeret tubuh nya seperti sebagian nyawanya hilang. mereka berdua memiliki firasat buruk tentang ini, dan benar saja setelah sampai. mereka berdua harus memulai duluan mencabut pedang itu.
pertama kakek Lingxi di ancam oleh xiao xia jika tidak mau mencabut pedang itu xiao xia akan mencabuti jenggotnya hingga habis dan tidak akan membuatkan makanan untuk nya..
sedang burung Phoenix xiao xia mengancam akan menggunduli bulu nya hingga gundul.
karena mengetahui ancaman xiao xia pasti benar adanya mereka berdua terpaksa menyetujuinya.
__ADS_1
"uuuuh....kenapa aku selalu takut dengan nya..padahal aku kan lebih kuat darinya." ucap mereka berdua kehilangan separuh nyawanya.
"kenapa kau tidak menolaknya kakek tua." tanya burung Phoenix.
"jika aku menolaknya aku tidak akan mendapat jatah makan darinya." ucap kakek Lingxi frustasi.
"apakah sebegitu takutnya anda tidak mendapat makanan dari Xia." tanya burung Phoenix.
"tentu saja kau belum pernah merasakan masakan nya, jika kau sudah merasakannya kau akan siap melakukan apapun untuk nya, rasanya ingin sekali saja aku menghajar bajingan tengil itu sekarang juga. tapi apalah daya ku.😞😞." ucap kakek Lingxi lesu.
"bagaimana kalau kita hajar dia sekarang juga." ucap burung Phoenix.
"apa kau gila." Kakek lingxi memukul kepala burung Phoenix.
"cepat ...cepat....dia akan menjadi gila." ucap kakek Lingxi.
"aku mendengarnya lagi." ucap xiao xia
berteriak.
kini mereka bertiga sudah berada di depan pedang api itu pedang berwarna merah yang sedang berdiri dengan gagahnya menunggu sang takdir menjadi tuannya.
"cepat kau cabut pedang itu bukankan kau yang menjaga nya pasti dia tidak akan menolak mu." ucap xiao xia berbicara kepada burung Phoenix.
__ADS_1
"baiklah." ucap burung Phoenix pasrah.
burung Phoenix mendekati pedang yang sudah beribuan tahun di jaganya.dia menggunakan paruhnya untuk mencabut pedang itu..namun nihil pedang itu sama sekali tak bisa di cabut.
"huuh..huh...aku sudah berusaha xia namun sepertinya dia menolak ku." ucap burung Phoenix.
sedangkan xiao xia tak mendengarkan burung Phoenix itu berbicara dia malah larut dalam lamunannya.
tidak terjadi sesuatu dengan Phoenix. hanya susah saja di jabut. biarkan kakek juga mencobanya. kalau memang tidak terjadi sesuatu lagi, tidak perlu ada yang di khawatirkan..
"kek sekarang giliran mu." ucap xiao xia.
kakek lingxi maju mendekati pedang itu dan memegangnya namun naasnya pedang itu langsung mengeluarkan api panasnya dan membuat tubuh kakek lingxi gosong terkena api..
xiao xia dan burung Phoenix melihat tertawa terbahak bahak melihat rambut kakek lingxi berdiri kribo dan dengan wajah gosong nya.
"ha....ha...ha...ha ..ha....tawa mereka berdua.
kalian berdua memang bajingan tengil." ucap kakek Lingxi menghampiri mereka dan memukul xiao xia dan burung Phoenix.
👊👊👊buuk...buuk...buuuk... mereka berdua hancur di hajar kakek lingxi (🤕🤕🤕🤕🤕)
selamat membaca 🤗🤗🤗
__ADS_1
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏