Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
Undangan kaisar xiuhuan


__ADS_3

Xiao xia dan xinxin berjalan menuju ruang keluarga dimana sudah terdapat semua keluarga nya. Xiao xia berjalan dengan anggun wajah cantik yang ia miliki mampu menghipnotis setiap orang yang melihatnya.


"Salam ayah." ucap xiao xia tanpa memberi salam kepada yang lainnya.


Ibu li-wei yang tidak mendapatkan salam dari putrinya merasa sedih hatinya seakan ter iris iris. berbeda dengan ibu Jiao xing yang memang masih membenci xiao xia.


Apa lagi sekarang ia mengetahui xiao xia makin cantik, ia merasa was was takut kaisar xiuhuan tertarik dan menjadikan xiao xia sebagai selirnya dan liang xing akan tergeres karena kehadiran xiao xia.



"Duduk lah." ucap jenderal choe.


"Baik ayah." ucap xiao xia.


"Apakah ada sesuatu sehingga ayah memanggil ku ?" tanya xiao xia.


"Ya ada yang ingin ayah bicarakan dengan mu." ucap xiao xia.


"Apa ?" tanya xiao xia.


"Ayah mendapat undangan dari kekaisaran han untuk datang kesana bersama seluruh anggota kelurga dan itu terutama diri mu putriku. Kaisar meminta diri mu juga hadir dan kamu tidak dapat menolak perintahnya." ucap jenderal choe.


"Kenapa aku tidak bisa menolak ?" ucap xiao xia.


"Karena dia seorang kaisar mei, perintahnya tidak bisa di tolak dan harus di patuhi." ucap xiang.


"Cih kenapa aku harus mematuhi nya, aku saja selalu melawan jika bersama dengan kaisar zhao padahal dia juga kaisar tidak seperti xiuhuan yang seenak jidat lebarnya memerintah harus ia." gerutu xiao xia dalam hati


"Apakah aku harus memang hadir ayah ?" tanya xiao xia.


"Ya..." ucap jenderal choe.


"Jika memang kamu tidak ingin hadir juga tidak masalah, tapi bersiaplah kau akan mendengar kabar semua keluarga mu mati karena ulah mu yang tidak ingin hadir." ucap jiao xing


"Kenapa seperti itu ?" ucap xiao xia.

__ADS_1


"Itulah aturan kekaisaran siapa yang membangkang perintah kaisar akan di anggap penghianat." ucap jiao xing.


"Jiao..." ucap jenderal choe sedikit meninggikan suaranya.


"Maaf tuan." ucap jiao xing.


'Ayah tidak memaksa mu putri ku. Itu terserah diri mu mau hadir atau tidak, tapi ayah ingin diri mu hadir walau sebentar saja untuk menghormati kaisar." ucap jendreral choe.


Xiao xia diam sambil berfikir dan akhirnya ia pun menganggukkan kepala nya bertanda ia akan hadir dalam undangan kaisar xiuhuan.


"Baiklah xiao akan hadir." ucap xiao xia.


"Benarkah putri ku kamu akan hadir, ayah sangat senang mendengarnya." ucap jenderal choe.


"Ya..aku hadir tapi bukan karena kaisar xiuhuan, aku hadir demi ayah." ucap xiao xia.


"Terimakasih putri ku." ucap jenderal choe senang.


"Baiklah setelah ini kita akan langsung berangkat ke istana." ucap jenderal choe dan di angguki oleh semuanya.


"Sebelum kita berangkat kita makan dulu karena makanan sudah disiapkan." ucap ibu li wei.


"Mari nak." ucap li-wei kepada xiao xia.


"Em..." jawab xiao xia dingin.


Hati li wei sungguh sedih karena xiao xia dingin terhadap diri nya. Xiang yang melihat ibu nya sedih merasa kasihan, memang xiao xia berhak marah karena ulah ibu nya yang dulu lebih membela liang xing dan malah tega mengusir xiao dari kediaman. Hal itu lah yang membuat xiao xia sangat dingin, dan hangat hanya kepada ayah nya jenderal choe.


Mereka semua akhirnya sarapan pagi dan setelah ini mereka akan bersiap siap untuk pergi ke isatana atas undangan dari kaisar xiuhuan.


Setelah beberapa menit berlalu kini semua anggota sudah siap berangkat dan hendak naik kereta menuju kekaisaran.


"Mei apakah kau mau satu kereta dengan ge-ge ?" tanya xiang.


Bukannya menjawab pertanyaan xiang, xiao xia malah bertanya kepada ayahnya.

__ADS_1


"Ayah, apakah xiao boleh satu kereta dengan ayah ?" ucap xiao xia.


Jenderal choe melihat kearah putra nya xiang yang nampak sedikit sedih.


*Ayah." panggil xiao xia.


"Apakah kamu tidak ingin dengan gege mu?" tanya jenderal choe.


"Bukan tidak ingin hanya saja xiao ingin bersama ayah." ucap xiao xia.


"Baiklah kalau begitu." Ucap jenderal choe.


Setelah itu xiao xia bersama dengan jenderal choe duduk di dalm kereta paling depan. swdangkan kereta kedua di isi oleh ibu li wei dan ibu jiao xing.


*********


Untuk kakek lingxi ia sudah pergi ke alam yang seharusnya karena jiwanya sekarang sudah tenang setelah kaisar iblis meninggal akhirnya dia meninggalkan tempat yang seharusnya tidak ia tempati dan itu memang sudah tugasnya hanya mengantar xiao xia sampai bisa membunuh kaisar iblis.


Berbeda dengan phoenix, saat peperangan itu kini phoenix sudah bersatu dengan pedang api xiao xia yang kini sudah di beri nama Pedang Phoenix Api.


Sedangkan naga hitam sudah resmi menjadi hewan kontrak xiao xia. Kini xiao xia memiliki dua hewan kontrak yaitu Naga hitam dan Arlong yang berada di dalam tubuh xiao xia.


*******


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Selamat membaca


__ADS_2