Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
kekesalan meng lin


__ADS_3

"apa rencanamu selanjutnya." tanya meng Lin.


namun sebelum di jawab oleh xiao xia kakek lingxi malah bertanya kepada putri meng lin


"apa kah kamu ada tempat yang bagus untuk berkultivasi tuan putri." tanya kekek lingxi yang tiba tiba mucul


"apakah kalian ingin berkultivasi." tanya meng Lin.


"bukan aku tapi dia." ucap kekek lingxi menunjuk xiao xia.


"kenapa aku." tanya xiao xia


"kamu harus secepatnya meningkatkan tingkat kultivasi mu. mumpung kita sekarang berada di hutan cahaya berkultivasi lah karena disini adalah tempat yang bagus untuk meningkatkan kultivasi mu." ucap kakek Lingxi.


"bukankah kau ingin bertambah kuat." tanyanya lagi.


"yah kau benar aku harus segera bertambah kuat karena musuh ku sedang menunggu, aku tidak ingin nyawa ku melayang sia sia di tangan mereka.." ucap xiao xia


"siapa musuh kalian, apakah dia kuat." tanya meng Lin.


"yah bisa di bilang dia sangat kuat. aku pun tidak tahu apakah aku bisa mengalahkannya." ucap xiao xia.


"aku percaya padamu kamu pasti bisa mengalahkan nya." ucap kakek Lingxi memberi semangat.


"ya kau benar. aku pasti bisa mengalahkannya." ucap xiao xia.


"siapa dia apakah aku mengenalnya." tanya meng Lin.

__ADS_1


dia kaisar iblis." ucap kakek Lingxi


" apa... kaisar iblis." ucap meng Lin kaget


fikirnya kenapa mereka berdua juga memiliki musuh yang sama.


"kenapa kalian memiliki musuh yang sangat kuat itu." tanya meng lin.


"entah aku pun juga tidak tahu. tapi yang aku tahu mereka para aliran hitam selalu menargetkan ku dan lebih parahnya ternyata semuanya atas perintah kaisar iblis." ucap xiao xia mendesah


"apa kah keluarga mu pernah memiliki permusuhan kepada kaisar iblis." tanya meng Lin.


"seperti nya tidak." ucap xiao xia.


"apakah kau memiliki sesuatu yang besar maksud ku sesuatu yang membuat kaisar menginginkan mu." tanya xiao xia


sedangkan kakek lingxi sudah was was apakah xiao xia akan mengatakan rahasianya tentang sesuatu yang sedang tertidur di dalam tubuhnya tapi bukankan xiao xia tidak mengetahuinya fikirnya.. beda dengan meng Lin dia sungguh sangat penasaran dengan suatu yang besar di diri xiao xia.


"apa." ucap kakek Lingxi dan meng Lin bersamaan.


"apakah kalian ingin tahu itu apa." tanya xiao xia dan berhasil membuat mereka berdua penasaran dan menganggukkan kepala nya.


"tentu saja da..da..ku.🀣🀣🀣" ucap xiao xia tertawa.


sedang kan mereka yang berdua mendengar langsung bengong mendengar ucapan xiao xia dan menganga tak percaya.


setelah mereka berdua tersadar mereka sangat marah dengan ucapan xiao xia. bagaimana tidak mereka mendengar dengan serius namun xiao xia malah bercanda.

__ADS_1


mereka berdua mengepalkan tangan nya siap memukul xiao xia.


"kau.".....buk...buk...buk...πŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘Š kini kepala xiao xia nampak benjolan benjolan besar karena pukulan merekaπŸ€•πŸ€•πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


anggap saja seperti itu ya...😁😁


"berhenti....kenapa kalian memukul ku." teriak xiao Xia.


mereka berdua pun berhenti memukul xiao xia, dan meniup kepalan tangan mereka masing masing sehabis memukul


"huuuuh...." meniup seperti membersihkan kotoran yang menempel


"itulah akibat jika kau berani mempermainkan kami." ucap meng Lin.


"mempermain kan apa..? kapan..? " ucap xiao xia


barusan..bukannya kami tadi bertanya sungguh sungguh tapi apa ...kau malah mempermainkan kami dengan menyebut da..da..mu adalah hal yang besar yang kau miliki." ucap meng Lin kesal.


bukankah memang begitu." tanya xiao xia nampak bodoh.


sungguh aku ingin sekali menendang mu." ucap meng Lin sangat sangat kesal


sungguh xiao xia memang pandai membuat mereka berdua kesal tingkat dewa, dengan kelakuan kelakuan yang tidak jelas apalagi saat berbicara itu sungguh sangat menyebalkan menurut mereka.


selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


jangan lupa like and komen πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2