
pagi hari nya Kakek lingxi masih setia menunggu xiao xia bangun..namun yang di tunggu malah asyik dengan mimpi indahnya
kakek lingxi sungguh khawatir dengan keadaannya xiao xia. namun kekhawatiran itu sia sia karena xiao xia malah asyik masih berpura-pura tidak sadarkan diri.
"ha...ha...ha...kau sungguh khawatir dengan ku ternyata, aku akan mengerjai mu ber capek capek lah kau menunggu ku." ucap xiao xia dalam hati melanjutkan bobo cantiknya.
"kenapa dia belum bangun ya. padahal aku sudah menyalurkan kekuatan ku untuk memulihkan nya dan apalagi aku juga sudah memberikan pil penyembuh tingkat 8 seharusnya dia sudah bangun." kakek lingxi berfikir keras. " tapi kenapa sampai sekarang belum bangun apa ada yang salah π€π€ atau jangan jangan.......π±π±" ucap kakek Lingxi lagi sambil mencak mencak.
xiao xia yang mengintip sedikit dengan ekor matanya tak tahan untuk tidak tertawa.
"apa yang harus ku lakukan ....apa yang harus ku lakukan....." ucap kakek Lingxi berjalan bolak balik seperti setrikaan sambil berfikir..
seperti mendengar sesuatu kakek lingxi berhenti mencari sumber suara. di carinya tidak ada dia pun beralih melihat xiao xia yang masih berbaring di atas batu.
"apakah suara tadi dari nya ?, apakah sebenarnya dia sudah bangun." ucap kakek Lingxi dalam hati.
karena mengetahui xiao xia hanya berpura-pura tidur kakek Lingxi bersedekap dada sambil menatap tajam xiao xia.
"bangun kau." kakek lingxi kesal
"kalau kau tidak cepat bangun aku akan menghajar mu." ucap nya lagi.
karena xiao xia tidak bisa menahan tawa nya dan meledak lah.
"ha...ha...ha...ha..." tawa xiao xia terbahak bahak.
sedangkan kakek Lingxi masih setia menatap tajam xiao xia.
__ADS_1
"kau senang." tanya kakek lingxi
"tentu." jawab xiao xia masih Dengan tawanya.
jawaban xiao xia yang seperti tidak merasa bersalah membuat Kakek lingxi geram . bukannya berterimakasih malah sebaliknya nya mengerjai nya dengan berpura pura tidur padahal kakek lingxi sangat khawatir dengan keadaan nya.
"kau memang gadis yang tak tahu diri." ucap kekek lingxi kesal.
"kata siapa." tanya xiao xia.
"tadi..aku sangat menghawatirkan mu tapi apa kau malah mengerjai ku." ucap kakek Lingxi kesal.
"ppfffttt .... kau menghawatirkan ku ya...π" ucap xiao xia.
"tentu saja." ucap kakek Lingxi memukulπ
"berterimakasih lah dengan benar." ucap kakek Lingxi senang karena xiao xia akan berterimakasih
"baiklah......huuuuh." xiao xia menarik nafas..
seperti mau lomba saja pake tarik nafasπ€π€
sedangkan kakek Lingxi sudah menanti kata yang di keluarkan dari mulut xiao xia.
lama menunggu........πͺπͺ
"hei....cepatlah..." geram kakek Lingxi karena kesal dari tadi xiao xia hanya terus terusan menarik nafas hembuskan menarik nafas hembuskan macam seperti mau melahirkan saja.πππ.
__ADS_1
"apa kau menunggu ku." ucap xiao xia.
"tentu bodoh." ucap kakek Lingxi sungguh geram.
"baiklah baiklah dengar kan aku, dengar dengan sungguh sungguh." ucap xiao xia.
"baik." ucap kakek Lingxi bersungguh sungguh karena ingin xiao xia mengucap kan terimakasih.
"hhuf ....kakek tua aku xiao xia wanita yang paling cantik pintar baik hati dan tidak sombong dan BLA.... BLA .....BLA... BLA ...mmasih banyak nya...." ucap xiao xia panjang.
"cukup....kau itu mau berterima kasih atau mau membanggakan dirimu." tanya Kakek Lingxi.
"entah." ucap xiao xia enteng.
"dasar gadis tengil mati saja kau sanaπ ππ." ucap kakek lingxi meninju xiao xia hingga terbang( anggap saja seperti itu biar asyik).
sedangkan burung Phoenix yang ada situ hanya bingung bengong bodoh melihat tingkah mereka berdua..
" apakah mereka berdua gila, apakah aku nanti akan ikut gila seperti mereka oh tidaaaakπ±π±π±" ucap burung Phoenix dalam hati.
"autor." jelas kau juga akan ikutan gila burung Phoenix seperti autor ππππ€£π€£π€£π€£ juga ikut gila melihat mereka berdua.
di bawa happy aja yaπ€π€π€jangan tegang terus nanti jenuhπππ
selamat membaca π€π€π€
jangan lupa like and komen ππππ
__ADS_1
bila berkenan silahkan vote juga