Xiao Xia Putri Jendral Perang

Xiao Xia Putri Jendral Perang
peri kecil


__ADS_3

perkelahian mereka masih berlanjut.


tubuh xiao xia yang di selimuti oleh api rambutnya terangkat keatas karena kemarahan nya , dia merentahkan tangannya kesamping akar pohon yang menjalar berdiri di belakang tubuh xiao xia. xiao xia mengarahkan tangan nya kedepan, akar akar pohon yang ada di belakang xiao xia menyerang pria itu


duuuaar. .....duuaaaaar....


suara ledakan dari pria itu menghancurkan akar akar. namun karena xiao xia yang sekarang berada d hutan dia lebih di untungkan dengan situasi sekarang..


xiao xia tak berhenti di situ ia terus mengerahkan elemen kayunya. akar menjalar terus keluar mengapung pria itu. pria itu merasa kualahan karna tidak ada habisnya setiap di tebas akar itu akan muncul lagi.hingga sekarang tubuhnya terlilit oleh akar besar itu.


"bukan kah kau ingin membunuhku." ucap xiao xia mendekati sambil menodongkan pedangnya di leher pria itu.


"bunuh saja aku nona...walapun kau membunuh ku masih banyak yang akan membunuh mu..dan kau pun tidak akan bisa lari dari kaisar iblis. ha.....ha......ha......" ucap pria itu dan tertawa


"brengsek....." ucap xiao xia marah menebas kepala pria itu.


setelah membunuh ketua kelompok itu xiao xia mengeluarkan apinya di tangannya mengarahkan kepada mayat kelompok itu dan terbakarlah tubuh mereka semua setelah padam xiao xia mengibaskan tangannya hingga abu mereka terbang terbawa angin.


"suatu hari akan ku bunuh kau kaisar iblis keparat karna diri mu aku menjadi incaran semua orang." ucap xiao xia marah sambil mengepalkan tangannya.


"bagus kau sudah menyelesaikan mereka." ucap kakek Lingxi.


"kau kemana saja." ucap xiao xia memukul kepala kakek tua hingga benjol. "setiap ada yang ingin membunuh ku kau selalu tidak ada setelah selesai kau nongol lagi." ucap xiao xia marah.


"he....he....he.... lagian kau juga sudah membunuh mereka semua." ucap kakek Lingxi tanpa merasa bersalah.."kalau aku ikut berkelahi takutnya wajah tampan ku ini akan menjadi rusak...aku takut gadis gadia tidak menyukai ku lagi." ucapnya lagi.


xiao xia sungguh marah mendengar ucapan kakek lingxi.

__ADS_1


"mati saja kau sana....." ucap xiao xia meninju kakek lingxi terbang di atas awan..


hari ini suasana hati xiao xia sungguh sangat tidak baik seperti aura gelap kaluar dari dalam tubuh xiao xia karena marah hingga hewan spirit yang ada di hutan ilusi tidak berani mendekat.


xiao xia ingin melanjutkan perjalannya namun sebelum itu...tiba tiba dia mengincar sebuah kotak kecil yang memiliki ukiran unik.


"apa ini." tanya xiao xia mengambilnya.


"sepertinya ini barang bagus ." ucap kakek Lingxi yang tiba tiba nongol di belang xiao xia sambil melihat melihat kotak yang di pegang xiao xia


"kau sungguh mengagetkan ku." ucap xiao xia kesal.


"sepertinya ini susah untuk di buka." ucap xiao xia lagi.


"dasar bodoh." ucap kekek lingxi memukul kepala xiao xia..dan xiao xia hanya mendengus kesal.


"perhatikan yang benar pola itu kau harus mengaturnya agar menjadi benar" ucap kakek tua geram karena kadang xiao xia nampak bodoh.


"memang kau ini bodoh." saut kakek lingxi.


"aku ini pintar tau, kadang saja aku bodoh tapi banyakan pintarnya." saut xiao xia sewot.


"terserah kau, tapi kau itu memang banyak bodohnya dari pada pintarnya." ucap kakek lingxi dan itu berhasil membuat xiao xia mendengus sebal.


xiao xia berhati hati membuka kotak kecil itu ia takut jika dalam nya adalah sebuah jebakan tau yang lainnya.setelah berhasil menyusun pola kecil itu kotak itu terbuka. sebuah sinar keemasan membuat silau mata xiao xia.


"uuuuh...silaunya." ucap xiao xia menutup mata.

__ADS_1


sinar itu perlahan memudar terlihatlah peri cantik yang sedang meringkuk di dalam kotak itu..


"apa ini." ucap xiao xia menoel Noel tubuh peri kecil itu dengan jari telunjuknya.


"sepertinya ini peri." ucap kakek Lingxi. yang juga ikutan mengamati.


karena xiao xia belum pernah melihat wujud asli peri jadi dia tidak tau.


"apakah peri seperti ini. kenapa seperti capung kecil sekali." ucap xiao xia masih menoel noel tubuh kecil itu dan itu berhasil membangunkan peri kecil itu.


"mata peri kecil itu terbuka ia mengerjab ngerjabkan dan mengucek matanya.


"siapa kalian." ucap peri itu namun tidak di dengar oleh xiao xia dan kekek lingxi.


"aaaa.....iiiiii.....e......ooooo.....uuuuu." dengar xiao xia dan kakek lingxi.


"apakah menurut mu dia berbicara kepada kita." tanya xiao xia kepada kakek Lingxi.


"sepertinya begitu." ucap kakek Lingxi.


"kamu tau dia bilang apa." tanya xiao xia.


"tidak aku hanya mendengar aaa.....iiiii....eee....oooo....uuu...." ucap kakek tua memperagakan ucapan yang di dengarnya dari peri kecil itu.


peri kecil itu marah mendengar ucapan mereka berdua bukannya menjawab malah sebaliknya...peri kecil itu marah marah sambil mengangkat tangan kecilnya membuat. kepalan.


"apakah dia marah..." tanya xiao xia melihat nya.

__ADS_1


"seperti nya iya." ucap kakek tua menggaruk kepalanya karena dia bingung.


ya karena kekuatan peri kecil itu sangat lemah jadi dia tidak bisa bertelepati sehingga orang tidak bisa mengerti apa yang di ucapkannya..


__ADS_2