
Xiao xia dan burung Phoenix kini tubuh nya sudah pulih setelah meminum pil penyembuh yang di berikan kakek lingxi.
"Apakah tubuh mu sudah pulih." tanya Kakek Lingxi.
"Ya tubuh ku sudah pulih" ucap xiao xia.
Xiao xia menatap burung Phoenix dan berbicara kepadanya.
"Jadi bagaimana apakah aku bisa mengambil pedang itu?." tanya xiao xia.
"Tentu tuan." ucap burung Phoenix.
Eeh...kenapa kau sekarang memanggil ku dengan sebutan tuan?." tanya xiao xia.
"Di karena kan anda telah mengalahkan saya maka saya akan mengabdi kepada anda.Anda bisa menjadikan saya sebagai hewan kontrak anda." ucap burung Phoenix.
Burung Phoenix memang telah berjanji kepada dirinya sendiri jika suatu saat ada seseorang yang bisa mengalahkannya maka dia akan menjadi hewan kontraknya.
"Hewan kontrak apa itu?." tanya xiao xia bodoh.
__ADS_1
"Huh..katanya kau itu pintar tapi hewan kontrak saja kau tidak tahu." ucap kakek Lingxi.
"He..He..Aku kan lupa biasa lupa.." ucap xiao xia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hewan kontrak itu hewan yang akan selalu terikat dengan orang yang melakukan kontrak, jika sang pemilik mati maka hewan itu pun akan ikut mati." ucap kekek lingxi.
"Eh kenapa begitu? bukankah itu nama nya tidak adil." ucap xiao xia.
"Kenapa tidak adil?." tanya kakek lingxi.
"Ya jelas tidak adil, misalnya orang yang mengontrak hewan itu mati karena penyakitan sedangkan hewan kontrak tidak, e.... tiba tiba dia ikut mati bukankah itu tidak adil." ucap xiao xia.
"Huh.... dasar bodoh malas aku berbicara dengan mu. Intinya kamu itu mau apa tidak?." tanya Kakek Lingxi.
"Kenapa? tuan saya bisa melindungi anda." tanya burung Phoenix.
"Ya aku tau kau pun juga kuat sampai aku harus bersusah payah mengalahkan mu, namun aku menolak karena bagi ku itu tetap tidak adil buat mu. Kamu bisa hidup ratusan tahun lagi namun aku, aku ini hanya manusia biasa umur ku pun tidak akan bisa hidup panjang jadi aku tidak mau melakukan nya." ucap xiao xia.
Kakek lingxi dan burung Phoenix tersentuh dengan ucapan xiao xia ternyata gadis ini masih memiliki hati nurani.
__ADS_1
"Tapi izin saya mengikuti anda." ucap burung Phoenix. Ya burung Phoenix merasakan jika xiao xia bukanlah gadis biasa maka dia berniat akan tetap mengikutinya
"Baiklah kau bisa ikut dengan ku dan mulai sekarang kita berteman." ucap xiao xia.
"Baik tuan." ucap burung Phoenix.
"Dan jangan panggil aku tuan aku merasa geli mendengar panggilan itu, panggil saja aku Xia." ucap xiao xia.
"Baik tuan...eh..Xia." ucap burung Phoenix.
"Baiklah tuan bukankah anda menginginkan pedang itu?." tanya burung Phoenix..
"Ah iya aku lupa." xiao xia menepuk keningnya.
"Mari xia akan saya antar, namun sebelum itu saya akan memberitahukan kepada anda dulu. Pedang itu tidak sembarangan bisa orang menyentuhnya dia akan menolak di cabut jika memang pedang itu tidak di takdirkan untuknya. Jika sebaliknya orang itu memang sudah di takdirkan memiliki pedang itu maka pedang itu akan suka rela menyerahkan dirinya dimiliki oleh orang yang mencabutnya." ucap burung Phoenix.
"Intinya berarti itu harus takdir ya. Apakah aku di takdirkan.?." tanya xiao xia kepada Kekek lingxi dan burung Phoenix.
"Entah." ucap mereka berdua kompak.
__ADS_1
selamat membaca 🤗🤗🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏