
Ke esokan harinya.
.
Setelah Rafael menyelesaikan mata kuliah nya, dia langsung menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Zuhra, tak lupa juga dia mengajak Rifki, dan membeli parcel buah.
Sedangkan Citra, hari ini dia tidak masuk kuliah, karena harus menjaga sahabat tersayangnya itu di rumah sakit, semalam juga dia menginap dan menemani Zuhra di rumah sakit.
Kasian sekali Zuhra, sudah tidak memiliki orang tua, sodara pun sudah tidak peduli. Bahkan wajah nenek atau kakeknya saja dia tidak tahu, karena memang mereka tidak pernah bertemu, walau sekalipun.
#
Sesampai nya Rafael dan Rifki di rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruang rawat Zuhra.
"Assalamualaikum" ucap Rafael dan Rifki kala melihat Zuhra yang sedang bersender di brankar dan Citra yang duduk di samping nya.
"Waalaikum salam" jawab Zuhra dan Citra.
"Woeh kak Lugan ma kak Rafael bawa buah ya, sini Citra periksa dulu, aman apa nggak tu buahnya," ucap Citra langsung menyambar parcel buah yang ada di tangan Rafael, dan dia langsung mengambil satu buah jeruk dan mengupas nya, dia memakan buah itu sampai habis.
"Eh lo gimana si rut, itu buah kan buat Zuhra, kenapa jadi lo yang makan dah.! Gue kira tadi lo ngupas buah buat Zuhra. Eh ternyata malah lo embat sendiri hedeh." gemas Rifki melihat Citra.
"Apaan si kak, aku kan cuman mastiin aman apa enggak buah nya buat Zuhra, kalo gak aman mau tanggung jawab hah! terus apaan tadi, rut rut emang aku curut apa!" jawab Citra kesal.
"Iya gue manggil lo curut, pantes banget panggilan itu buat lo yang suka nyambar sesuatu milik orang lain" ucap Rifki sambil menyentil jidat Citra.
Sedangkan Rafael dan Zuhra mereka menjadi penonton setia.
__ADS_1
"Kalian mau ribut terus ya? Ga kasian tuh Zuhra yang lagi sakit harus ngeliat perdebatan kalian yang nggak berfaedah itu?" ucap Rafael memisahkan dua manusia yang sedang debat itu.
"Aku gak apa apa kok kak, malah aku ngerasa terhibur, hehe" jawab Zuhra tertawa pelan.
"Gimana keadaan lo sekarang Ra?" tanya rafael dengan suara lembut.
"Alhamdulillah udah mendingan" jawab Zuhra sambil tersenyum.
"Syukur deh."
"Oh ya, lo mau makan buah gak? Gue ambilin ini ada apel, jeruk, pir, lo mau yang mana?"
"Hm apel aja deh, makasih ya kak udah repot repot bawain Zuhra buah gini" ucap Zuhra tak enak hati.
"Iya gak apa, bahkan gue seneng liat ke adaan lo udah mulai membaik" ucap Rafael refleks mengusap kepala zuhra yang terbalut hijab.
"Iya Ra gue juga, lo yang sabar ya." lanjut Rifki.
zuhra hanya menatap mereka berdua dengan senyum tipis namun sendu.
"Iya makasih" jawab Zuhra di iringi senyumnya.
"Maaf sebelum nya, bukan maksud gue lancang atau apa, tapi meninggal nya bokap sama nyokap lo itu kenapa si?... Ya maksud gue kronologis nya itu gimana? tanya Rafael hati- hati.
"Aku juga nggak tau, tapi menurut info dari suster waktu itu kata nya, mobil yang di bawa ayahku itu ditabrak dari belakang oleh mobil jeep hitam yang enggak ada plat nya." jawab Zuhra pelan, namun masih terdengar.
"Tunggu deh raf, menurut dari citra si Zuhra ini bukan kecelakaan biasa ya nggak si...Ini kaya kecelakaan yang di sengaja, bahkan mungkin ini udah di rencanain sebelumnya." ucap Rifki.
__ADS_1
"Hm bener juga. Gak mungkin kan ada orang yang tiba-tiba nabrak dari belakang terus dia langsung kabur?" jawab Rafael.
"Kayanya masalah kecelakaan bokap nyokap lo perlu di selidiki deh Ra," lanjutnya.
"Di selidiki?" tanya zuhra.
"Iya, bener apa yang dibilang kak Rafa Ra. Siapa tau ada dalang di balik semua ini, ya nggak si? Citra ikut bersuara.
" iya. Nanti kalo lo udah sembuh dan keluar dari rumah sakit, kita selidikin ini sama-sama ya?" ucap Rafael
"He'em, makasih kak Rafa, kak Rifki, Cit kalian udah baik banget sama aku" ucap Zuhra terharu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Citra langsung memeluk Zuhra sambil berkata
"Shtt kamu ngomong apa si Ra, aku bakal selalu ada buat kamu kok."
"Iya lo nggak usah berterima kasih sama kita, karena sebagai manusia kan kita harus saling tolong menolong ya kan?" ucap Rafael yang mendapat anggukan dari semuanya (rifki, citra, zuhra).
"Terimakasih ya allah, engkau telah mempertemukan aku dengan mereka yang sudah sangat baik dan tulus untuk membantuku.
Untuk ayah dan bunda, semoga kalian tenang di sana.
walaupun ada sesak di dada yang tak bisa ku tahan saat rinduku tak terbalaskan" batin Zuhra.
#
…
__ADS_1
🍃