
Setelah dari Flow cafe, kini Zuhra sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Tentu saja dia di antar oleh Rafael.
Didalam mobil, hanya terdapat keheningan diantara keduanya. Zuhra dengan pikirannya yang melayang kepada sikap Citra yang menurutnya aneh. Rafael yang memikirkan masa-masa terakhirnya di kampus Panca Buana.
"Aku curiga dengan sikap Citra tadi, dia terlihat lebih pendiam dari biasanya. Hmm mungkin ini hanya pemikiranku saja" batin Zuhra.
Tak berselang lama, mobil Rafael sudah tiba di depan gerbang rumah Zuhra.
"Gak kerasa ya, udah sampe aja" Rafael menengok kearah Zuhra yang juga sedang menengok kearahnya.
Rafael turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Zuhra. "Terimakasih" ucap Zuhra turun dari mobil Rafael.
"Aku langsung pulang, jaga diri dirumah ya, Assalamualaikum"
"Waalaikum salam. Hati-hati kak" ucap Zuhra.
Rafael mengangguk dan berjalan menuju mobilnya, baru saja dia membuka pintu mobil, namun terdengar suara seseorang yang sangat nyaring ditelinganya. Dia pun menoleh, ada seorang pria, yang tengah berlari kearah Zuhra yang sedang membuka gerbang rumahnya. Rafael pun mengurungkan niatnya untuk pulang.
"Zuhra"
Zuhra menoleh, Dia melihat Doni. "Iya kak" jawabnya.
"Apa kabar?" tanya Doni menatap Zuhra dengan tatapan penuh rindu.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik" Zuhra memalingkan wajahnya dari Doni. Dia agak sedikit risih dengan Doni yang menatapnya dengan pandangan tak biasa.
"Lho Kak Rafa belum pulang" ucap Zuhra melihat Rafael yang sedang bersender dimobilnya.
Rafael mendekat dan menggeleng "Belum" jawab Rafael menoleh kearah Doni yang juga melihat kearahnya.
"E-em ada apa ya kak Doni, bukannya kak Doni masih dinas ya?, kok sekarang..."
"Iya, aku pulang sebentar untuk mengambil beberapa barang keperluan, karena kemungkinian aku akan lama tidak pulang ke kota ini" jawab Doni
"O-oh gitu ya" Zuhra mengangguk.
"Yaudah, aku pamit ya, sudah ditunggu teman-temanku" tunjuk Doni pada beberapa pria yang sedang mengobrol tak jauh dari mereka. "Kamu jaga diri disini, belajar yang rajin agar kelak bisa menjadi orang yang sukses. Orangtuamu mungkin tidak akan melihat kesuksesanmu. Tapi orangtuamu akan melihatmu dari atas" lanjut Doni, persis seperti pesan seorang kakak kepada adiknya.
"Pasti aku akan jaga diri, kak Doni juga Hati-hati ya disana" jawab Zuhra. Doni tersenyum manis.
"Oke. Bro gue titip Zuhra" Doni menepuk bahu Rafael yang sedari tadi berdiri diam memperhatikan Zuhra dan Doni. "Assalamualaikum" lanjutnya, kemudian Doni pergi menghampiri teman-temannya.
"Aku emang enggak tau laki-laki itu siapa Ra, tapi aku melihat, ada kilatan cemburu dimatanya saat melihat aku dan kamu. Aku harap dia bisa menjagamu" batin Doni.
"Waalaikum salam" jawab Rafael dan Zuhra bersamaan.
"kak, kenapa enggak jadi pulang?"
__ADS_1
"Enggak tadi...Em Lebih baik kamu masuk, aku akan pulang saat aku melihat kamu masuk kedalam rumah." jawab Rafael.
"I-iya, aku masuk, permisi" Zuhra spontan langsung masuk kedalam rumahnya.
"Aku merasa cemburu saat melihatmu berbincang dengannya, aku tahu, dia Doni tetangga kamu Zuhra, tetangga yang udah kamu anggap sebagai kakakmu sendiri" batin Rafael. Dia berjalan kearah mobilnya, dan mengemudikannya dengan kecepatan sedang.
...
Zuhra masuk kedalam rumahnya. Dia sebenarnya agak heran dengan sikap Rafael tadi, mungkin sedang ada sesuatu yang dipikirkan oleh Rafael. Mungkin masalah kuliahnya? pikirnya.
Zuhra langsung menuju kekamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur panjangnya
Dia duduk dimeja belajarnya untuk belajar, mengingat sebentar lagi Dia akan menjalani UAS, maka dari itu, dia harus belajar dengan giat, agar bisa mengikuti UAS dengan lancar.
"Hmm enggak kerasa ujian akhir semester akan datang. Sebentar lagi aku akan naik ke semester 2, dan tadi waktu di cafe, kak Rafa bilang 'nikah'?" Zuhra berbicara sendiri, saat mengingat hal itu, wajahnya mendadak memerah, dan dia tersenyum sendiri. "Astaghfirullah, niatku kan untuk belajar, ini kenapa malah..." Dia mengambil beberapa buku dan mulai membaca buku-buku tersebut.
Hawa dingin mulai menyeruak masuk kekamar Zuhra. "Aku nggak menyalakan ACnya, tapi kenapa rasanya dingin sekali ya" Zuhra bingung.
kebetulan gorden jendela besar, yang ada dikamar Zuhra belum ditutup. "Oh gordennya belum ditutup ternyata" Zuhra melangkah kearah gorden tersebut. Saat tangannya sudah menyentuh ujung gorden, dari kamar Zuhra yang ada diatas, dia melihat seseorang berpakaian serba hitam, yang terlihat seperti mengawasi rumahnya dari bawah. Terlihat orang itu yang selalu menengok kearah kanan, kiri, dan atas rumah Zuhra.
"Astaghfirullah" Zuhra kaget dan dia langsung menutup gorden tersebut.
__ADS_1
"Siapa orang itu...? Apa mungkin dia sedang mengawasi rumahku? dan apa tujuannya...? Atau aku yang salah lihat. Ya Allah lindungilah aku dari segala marabahaya"