
Di dalam perjalanan menuju pulang, Zuhra hanya diam menatap kosong ke arah luar kaca mobil.
Rafael juga mengerti dengan keadaan Zuhra yang memang sedang terpukul itu, jadi dia hanya diam saja.
Sampai pada zuhra berbicara pelan..
"Turunkan aku di depan sana saja " tunjuknya pada sebuah pemakaman yang tidak jauh dari rumah nya.
"kenapa dia meminta turun di sana, oh atau mungkin dia akan bmengunjungi makam orang tua nya." batin rafael.
Pada pintu masuk makam Zuhra turun, Rafael juga ikut turun, dia juga ingin berziarah ke makam orang tua Zuhra, karena pada saat pemakaman dia tidak ikut ziarah.
Zuhra jongkok di antara makam kedua orang tua nya yang berdampingan .
Zuhra mengusap batu nisan kedua orang tua nya secara bergantian.
Tess
Buliran-buliran air bening keluar dari mata Zuhra, dia tidak berbicara dia hanya menangis dalam diam, karena dia tahu di sana ada Rafael .
Rafael ikut berjongkok di depan makam orang tua Zuhra.
dia mengucapkan salam.
"Assalamualikum om, tante, saya Rafael, teman Zuhra, semoga om dan tante tenang di sana juga di terima di sisi nya. Aamiin " ucap Rafael di sertai bacaan fatihah.
Zuhra yang melihat itu sedikit tersenyum.
"Zuhra pulang dulu" ucapnya sambil mengusap nisan orang tua nya secara bergantian.
Zuhra melangkahkan kaki nya ke luar area pemakaman, Rafael juga mengikuti nya dari belakang.
Mereka ber jalan kaki menuju ke rumah Zuhra.
__ADS_1
Alex sudah pergi dengan membawa mobil Rafael dan mengantarkan nya ke rumah Rafael.
Sepanjang perjalanan juga tetap sama, mereka hanya diam, hanya ada suara kendaraan yang lewat.
Sesampai nya mereka di depan gerbang rumah zuhra.
"Zuhra" panggil Rafael
Zuhra menengok ke arah Rafael.
"Kamu gak pa pa kan?" tanya Rafael
zuhra menggeleng tanda dia baik baik saja.
"Oh ya...citra masih di sini kan?" tanya Rafael karena dia khawatir jika Zuhra sendirian, apa lagi tidak ada ART di rumah nya.
"Tadi pagi masih ada, aku masuk dulu" jawab Zuhra dan melangkahkan kaki nya masuk ke rumah nya.
Rafael juga mengikuti Zuhra dari belakang.
"Kenapa?" tanya zuhra
"Nggak pa pa, aku khawatir kamu sendirian di rumah Ra"
"Em aku-kamu?? batin Zuhra yang baru menyadari perubahan bicara Rafael kepadanya.
"Masih ada Allah yang menjagaku, permisi, Assalamualaikum" jawab Zuhra dan segera masuk ke rumah.
"Waalaikum salam"
"hmm mungkin zuhra lagi pengen sendiri atas ke jadian yang menimpa nya" batin Rafael, lalu dia memesan taxi online dan pulang ke rumah nya.
…
__ADS_1
Setelah mandi dan melaksanakan sholat ashar, Zuhra berjalan menuju halaman belakang rumah nya, di sana terdapat taman kecil berisi bunga bunga yang dulu dia tanam bersama bunda nya.
Zuhra duduk di sebuah kursi besi, dia sendirian di rumah itu, karena Citra mungkin pulang ke rumah nya sendiri.
"Aku tidak menyangka, ayah bunda meninggalkan ku dengan cara yang seperti ini, mungkin ini cara allah yang terbaik, allah lebih sayang bunda dan ayah.
Aku harus bangkit, aku nggak boleh berlarut larut dalam kesedihan ini " batin Zuhra.
…
Di waktu yang sama.
Rifki yang sudah pulang dari kantor polisi langsung menuju ke rumah Rafael, karena tadi Rafael menelfon dirinya untuk segera ke rumah Rafael.
Rifki menghampiri Rafael yang sedang duduk di teras rumah.
"Assalamualaikum Raf " ucapnya seraya duduk di kursi yanh ada di depan Rafael
"Waalaikum salam, gimana tadi Ki"
"Besok, om tua dan rekan nya itu akan di sidang, karena perbuatan yang dia lakukan itu cukup fatal, oh ya nanti Zuhra di suruh ke sana untuk menghadiri sidang itu, gue dan lo juga ikut Raf, karena kita yang nyelametin si Zuhra waktu dia di culik " ucap Rifki sambil m*ny*dot jus yang tadi di antarkan oleh bi Ida.
"Oke, gue pasti dateng, gue harap tua bangka itu dapet hukuman yang setimpal dengan apa yang udah dia perbuat "
…
Zuhra yang sedang duduk santai mendengar bel rumah yang berbunyi.
Dia langsung membuka kan pintu.
"Ada apa ya pak? " tanya Zuhra karena dia melihat tukang pos berada di gerbang rumah nya dengan membawa amplop berwarna putih.
.
__ADS_1
.