Zuhra

Zuhra
Eps 22


__ADS_3

Hari hari berlalu sejak kejadian pelaku itu ter-ungkap.


Zuhra menjalani hari nya dengan senang hati, meski dia sedikit pusing karena dia harus membagi waktu untuk kuliah, dan mengurus kantor alm ayah nya.


Hubungan nya dengan Rafael pun sudah semakin dekat, namun belum ada yang menyatakan perasaan satu sama lain nya.


Zuhra sedang bersiap siap untuk pergi kuliah, dia menggunakan gamis biru laut yang senada dengan hijab nya.


Dia pergi kuliah menggunakan sepeda motor nya.



Setelah sampai di tempat kuliah, Zuhra memarkirkan motor nya dan menuju taman kampus untuk mempelajari beberapa buku mata pelajaran yang dia belum paham.


Hari ini Citra izin tidak masuk kuliah, karena mama nya sedang sakit.


.


Rafael sedang berjalan menuju taman kampus, dia sengaja pergi ke taman karena dia butuh udara segar, karena dia sedang mempelajari referensi judul untuk makalah nya, dan tidak sengaja dia melihat Zuhra yang sedang duduk sendiri-an di bawah pohon rindang, dia pun menghampiri nya.


" Assalamualaikum Ra "


" Eh waalaikum salam, kak Rafa ngagetin deh " ucap Zuhra.


" He he he, boleh aku duduk sini? " tunjuk nya pada kursi yang ada di depan Zuhra, kursi itu berbatasan dengan meja, jadi tetap ada jarak di antara kedua nya.


" Boleh "

__ADS_1


" Lagi apa? " tanya rafael.


" Baca buku lah, kakak ga liat? ha ha " ucap Zuhra tertawa pelan.


" Iya juga ya " jawab Rafael sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Tidak sengaja Zuhra melihat sampul buku yang Rafael pegang ber judul 'world of computer programming'.


" Kamu baru semester awal, sedangkan aku, tinggal nunggu bulan saling berganti dan lulus dari kampus ini, ha ha, rasa nya baru kemarin kita kenalan ya Ra " ucap Rafael sambil membolak balik buku yang dia pegang.


" Hmm iya, oh ya jadi rencana nya kalau kak Rafa lulus nanti mau ngelanjutin perusahaan ortu ya? "


" Iya, masih agak lama sih, beberapa bulan lagi aku lulus, dan bakalan sibuk, kita bakal jarang ketemu " jawab Rafael lesu.


" Iya nggak papa juga sih kak, kan bantu orang tua dapet pahala " jawab Zuhra, sebenarnya dia sudah dag dig dug, saat rafael bilang 'jarang ketemu', dia juga ada perasaan sedih sebenar nya bila harus berpisah dengan Rafael, namun apa lah daya ? dia bukan siapa siapa Rafael, dan dia juga belum yakin dengan perasaannya ini.


Sebenar nya Rafael ingin membicarakan sesuatu dengan Zuhra, namun dia masih ragu jika nanti Zuhra akan menolak ajakan nya.


Dan akhir nya dia memberanikan diri untuk berbicara pada zuhra.


" Zuhra " panggil rafael


" Iya ? "


" Hmm kamu nanti malem ada acara nggak ?" tanya rafael


" Nanti malem aku di rumah, kenapa kak? "

__ADS_1


" Ya nanti malem a-aku mau undang kamu makan malem di rumah ku bersama kedua orang tuaku, apa bisa ? " ucap Rafael


Zuhra kaget saat Rafael berbicara seperti itu.


" Em insyaallah aku bisa " jawab Zuhra disertai sedikit senyuman yang menghiasi wajah cantik nya.


" Oke, nanti setelah sholat maghrib aku jemput ya ? " tanya Rafael.


" Oke "


.


.


.


setelah perbincangan itu selesai, zuhra melangkah ke ruang kelas nya, karena dia harus mengikuti matkul (mata kuliah),



Sepulang kuliah, Zuhra langsung bersiap menuju kantor, sudah setengah bulanan ini dia bekerja di kantor alm ayah nya.


Semua karyawan pun menerima Zuhra dengan baik, dan memberi tau sesuatu yang belum di mengertinya, karena mereka tau, bahwa zuhra baru menginjak bangku kuliah, namun dia harus mengemban beban berat yang menimpanya.


Sesampai nya Zuhra di kantor, dia langsung berjalan ke arah lift untuk menuju ruangan nya.


Di sepanjang jalan dia menerima banyak sapaan dari para karyawan nya, Zuhra pun membalas dengan senyuman ramah nya.

__ADS_1


__ADS_2