Zuhra

Zuhra
Eps 55


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Zuhra akan menghadiri acara akad nikah orang tua Citra. Dia sudah siap dengan setelan gamis agak formal lengkap dengan sling bagnya.


Begitupun dengan Rafael dan Rifki. Mereka tidak pergi ke kantor karena harus menghadiri acara itu. Dan di sini lah mereka. Di kursi yang ada di teras rumah Zuhra. Ya mereka sedang menunggu Zuhra.


"Maaf ya, lama" Zuhra tak enak hati.


Rafael tersenyum dan mengangguk. Sedangkan Rifki, dia memutar bola matanya jengah. "Udahlah. Cepet, gue udah gak sabar mau ketemu si Curut. Eh!" ucap Rifki keceplosan, dia langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


Mereka pun memasuki mobil. Dengan Rafael yang duduk di kursi kemudi, dan Zuhra di samping Rafael. Rifki di jok belakang.


Sesampainya mereka di rumah Citra yang berlantai dua. Mereka segera turun dan memasuki rumah Citra. Di sana hanya ada beberapa hiasan di sudut-sudut rumah. Juga beberapa kursi, juga beberapa makanan prasmanan.


"Ra, akhirnya kamu dateng juga." teriak Citra, dia menggunakan kebaya berwarna ping, di sertai hijab yang menutupi rambut hitamnya.


Zuhra tersenyum manis. "Alhamdulillah kalo kamu udah mulai mencoba berhijab Cit, aku ikut seneng"


Citra mendekat dan membisikan sesuatu kepada Zuhra. "Masih coba Ra. Doain aja ya! Semoga aku bisa istiqomah, hehe"


"Heh! Gue udah sempetin dateng nih. Padahal kerjaan di kantor lagi numpuk. Ya gak Raf!" timpal Rifki.


"Iya-iya, makasih ya. Kalian udah luangin waktu untuk dateng ke acara akad mama ku. Yaudah silahkan duduk dulu ya! Aku tinggal ke dalem dulu." ucap Citra. Kemudian dia menengok kearah Rifki yang juga sedang menengok kearah Citra. Citra tersenyum manis kepada Rifki.


Deg!


Rifki segera menggeleng-gelengkan kepalanya, agar bayangan wajah Citra yang sedang tetsenyum itu hilang dari otaknya.


.......


Penghulu sudah datang. Mama Citra yaitu Ranisa sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan. Di depannya sudah ada dua orang saksi dan kakak laki-lakinya yang akan menjadi wali nikah. Saat ini, mereka sedang menunggu kedatangan Hendrik selaku mempelai Pria.

__ADS_1


Suara dentuman mobil pun terdengar memasuki pelataran rumah Citra. Kemudian masuklah Hendrik dengan balutan jas hitamnya, di sertai asisten pribadinya. Juga Syela yang memakai kebaya putih yang sedikit terbuka di bagian punggungnya.


Matanya menangkap kehadiran Rafael dan Zuhra yang sudah di duduk kursi yang sudah di sediakan.


"Rafael dateng. Hehe kesempatan nih." batin Syela.


Hendrik duduk di sebelah Ranisa. Kemudian tangannya langsung menjabat penghulu.


Akad nikah pun selesai di iringi doa. Sekarang Ranisa dan Hendrik sudah sah menjadi sepasang suami istri. Begitu pula dengan Citra dan Syela, mereka sudah menjadi saudari tiri.


Zuhra mendekat ke arah Ranisa. "Selamat ya tante, dan pak Hendrik. Semoga sakinah, mawadah dan warohmah. Aamiin" Zuhra tersenyum manis. Kemudian dia memeluk Rani.


"Terimakasih nak" Ranisa mengelus punggung Zuhra.


Zuhra bergantian melihat ke arah Hendrik. Zuhra tersenyum menatap Hendrik. "Sekai lagi, selamat pak atas pernikahannya."


"Terimakasih bu Zuhra, jangan memanggil saya pak. Panggil saja saya om Hendrik." ucap Hendrik.


Rafael dan Rifki pun turut mengucapkan selamat kepada Ranisa dan Hendrik.


"Maaf tante, om. Tapi bagaimana ceritanya kalian bisa bertemu." tanya Zuhra.


Hendrik dan Ranisa saling pandang, kemudian mereka tersenyum. "Jadi begini nak, waktu kamu dan mas Hendrik meeting di cafe yang ada di dekat kantor Alm ayah kamu. Setelah kamu dan mas Hendrik pergi, tante melanjutkan arisan sama temen-temen tante. Tapi waktu pulang tante tidak sengaja menemukan dompet. Dan ternyata itu milik mas Hendrik. Dari situ lah kami mulai dekat."


"Oh begitu. Yasudah Zuhra permisi ke Citra dulu ya tant, om"


Zuhra, Rafael dan Rifki pun mendekat kearah Citra yang sedang berdiri berdampingan dengan Syela.


"Ra, kita duduk di depan aja ya" ucap Citra. Mereka pun mengangguk.

__ADS_1


"Gue ikut ya" timpal Syela.


Citra pun dengan terpaksa menyetujuinya.


"Zuhra, dia Rafael yang waktu itu lulus dengan nila IPK tinggi ya" Syela pura-pura bertanya. Padahal dia sudah mengetahui semuanya. "Dan...Lo juga yang waktu itu hampir nabrak gue kan?" tanyanya lagi kepada Rafael.


Zuhra menatap bingung ke arah Syela. Sedangkan Rafael, dia hanya memasang wajah datarnya.


"Zuhra, aku pamit dulu ya. Aku sama Rifki masih ada kerjaan di kantor. Nanti, kamu pulangnya pesen taxi online aja ya" ucap Rafael lembut kepada Zuhra. "Cit, gue balik dulu ya. Sekalian gue titip salam buat nyokap sama bokap lo" lanjut Rafael mengabaikan Syela.


"Rut, gue pulang ya. Dan buat lo Ra, gue saranin lo kudu ati-ati sama ni ondel-ondel" Rifki menunjuk Syela.


Zuhra hanya menatap Rifki bingung. Sedangkan Citra, dia berlari mengejar Rifki, menyisakan Zuhra dan Syela yang saling menatap.


"Lo gak pernah nganggep gue ada, itu semua salah gue. Harusnya gue secara terang-terangan deketin lo Raf. Tapi gue malah sembunyi-sembunyi buat cari tau tentang lo. Dan sekarang...Acara pernikahan lo dan Zuhra semakin dekat. Gue bisa apa!...Pasrah?!...Heh liat aja nanti!" batin Syela menatap benci Zuhra. Sedangkan Zuhra, dia melihat Syela dengan Bingung. "Kamu kenapa Syela...!?" tanya Zuhra agak mengeraskan suaranya.


"Gu-gue kagum..Y-ya gue kagum lo cantik banget. Gue aja sesama cewek sampe iri." jawab Syela kikuk.


"Jawaban yang tidak masuk akal. Astaghfirullah Zuhra. Kamu gak boleh berfikir buruk." batin Zuhra.


.


Citra mengejar Rifki yang sudah membuka pintu mobil. "Kak Rifki...Tunggu" panggil Citra.


Rifki menoleh. "Tumben banget dia panggil nama gue" batin Rifki.


"Makasih ya kak, udah sempetin dateng"


"Sama-sama. Gue pergi dulu ya...Citra" ucap Rifki langsung masuk ke dalam mobil. Setelah kepergian Rafael dan Rifki, Citra melangkahkan kakinya ke arah Zuhra dan Syela.

__ADS_1


"Dih! Tadi aku ngapain sampe lari-larian ngejar kak Rifki ya. Dan-dan tadi kak Rifki nyebut nama aku lembut banget, gak kaya biasanya...Ah udah lah." gumam Citra.


__ADS_2