
"Haha santai-santai, gue bercanda kok. Oke langsung aja, jadi gue mau lo ikutin dia kemanapun dia pergi, jangan lupa lo harus kasih info ke gue sedetail mungkin" Syela menunjukan foto seseorang kepada orang yang berpakaian serba hitam itu.
"Sip. Hm cantik juga, oke lah, sekarang dimana dia?. Ehm maksud gue, posisinya ada dimana, biar gue bisa langsung pantau gitu" ucap orang itu.
"Dia ada di Univ Panca Buana" jawab Syela.
"Oke." Dan secepat kilat, orang itu langsung pergi melesat menggunakan mobilnya.
"Ahaha haha, liat aja nanti, cepat atau lambat, gue bakal tau apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian. Sekarang gue tinggal duduk-duduk santai." Syela pergi meninggalkan tempat itu, dan pergi entah kemana. Mungkin dia akan kembali kekampus.
...ΩΩΩ...
Setelah mengisi perutnya dengan makanan, Zuhra dan Citra melangkahkan kakinya memasuki kelas, karena masih ada satu matkul (mata kuliah) lagi.
"Zuhra...sstt Ra" panggil Citra berbisik.
"Ya Cit" Zuhra membalikan badanya agar berhadapan dengan Citra.
"A-aku enggak bawa buku MB, gimana nih" Citra khawatir, karena yang mengajar adalah pak botak, alias dosen killer.
"Lho kok bisa?, em gini aja deh nan..." seketika Zuhra dan Citra dikagetkan dengan suara lantang dan tegas seseorang.
"Siang semua."
"Siang pak" jawab mahasiswa/mahasiswi
"Pada pertemuan kali ini, saya minta kalian fokus dengan materi yang akan saya berikan. Oke langsung saja, kalian buka buku Manajemen Bisnis halaman 78. Sebutkan 3 saja, komponen-komponen manjemen bisnis, yang bisa menjawab, akan saya kasih nilai A+" ucap pak botak dengan muka sangarnya, sontak Citra mulai merasa was-was, saat pakp botak melihak keseluruh kelas.
"Saya pak" Zuhra mengangkat tangannya dan menjawab "Manajemen Marketing, Manajemen Distribusi, Manajemen SDM" jawb Zuhra yang membuat seisi kelas menoleh kearahnya.
"Ya bagus. Siapa nama kamu" tunjuk pak botak itu kearah Zuhra.
"Zuhra" jawab Zuhra.
__ADS_1
...
Usai mengikuti matkul, Zuhra dan Citra berjalan menuju parkiran untuk menemui Rafael dan Rifki.
"Assalamualaikum"ucap Zuhra dan Citra.
"Waalaikum salam" jawab keduanya.
"Yaudah yuk, kita jadi kan makan di Flow cafe?" tanya Rifki.
"Jadi, Citra lo sama Rifki aja, biar Zuhra sama gue." ucap Rafael.
"Aaa ciee-ciee yang maunya berduaan terus, mentang-mentang udah mau sah" ledek Citra.
"Paansi, yuk jalan" Rafael berjalan menuju mobilnya, ia memegang ujung tas Zuhra, agar Zuhra mengikutinya.
"Ciah main tarik-tarikan" Citra tidak menyadari, jika Rifki sudah berjalan kearah mobilnya dan ia ditinggal. "Eh kok aku ditinggal sih" teriak Citra berlari mengejar Rifki.
...
Setelah sampai di Flow cafe, Zuhra dan Rafael memilih meja yang berisi empat kursi.
"Lho kok Citra sama kak Rifki belum sampai ya" heran Zuhra.
"Tungguin aja, nanti juga pasti dateng" jawab Rafael.
Hening...
Zuhra tidak tau apa yang harus dia bicarakan Rafael, begitupun Rafael, dia berkutat dengan fikirannya sendiri.
"Hmm bentar lagi aku UAS" tiba-tiba perkataan itu lolos dari mulut Zuhra.
"Aku juga" jawab Rafael menanggapi ucapan Zuhra.
__ADS_1
"Bentar lagi aku semester dua" ucap Zuhra.
"Bentar lagi, aku lulus kuliah" keduanya masih belum tersadar dengan apa yang mereka bicarakan.
"E-em iya, kok kita jadi bicarain itu ya...?" Zuhra tersadar dengan tingkah anehnya.
"Oh ya ya, haha, bentar lagi aku akan lulus dari kuliah, dan pastinya aku bakal nerusin perusahaan papaku, dan apa kita akan menikah...?" ucap Rafael.
"Me-men..." perkataan Zuhra terpotong.
"HAH NIKAH" ucap Citra dan Rifki yang entah tiba-tiba sudah ada disana, mereka berkata dengan suara yang agak keras, sehingga beberapa pengunjung cafe menoleh kearah mereka.
Zuhra mengangguk dan tersenyum tanda meminta maaf kepada mereka.
"Citra" ucap Zuhra dengan pipi yang sudah memerah menahan malu.
"I-iya, maaf ya, abisnya aku kan kaget denger kata ajaib itu"
"Duduk gih, yuk pesen gue laper nih, tadi pagi gak sempet sarapan" Rifki berkata dengan memegangi perutnya.
Tiba-tiba, Citra tidak sengaja melihat orang yang tidak jauh dari mereka. dengan pandangan yang mengarah ke mereka ber-empat.
"Siapa orang itu, kenapa aku rasa, dia kaya ngeliatin kearah sini ya, dan gerak-geriknya juga mencurigakan. Ah! mungkin ini cuman perasaan aku aja kali ya...?!" batin Citra bertanya-tanya.
"Cit, Citra" panggil Zuhra, namun citra masih belum ngeh.
"Woi curut, lo mau pesen apa" ucap Rifki ditelinga Citra.
"Eeh i-iya, ca-capucino aja deh" jawab Citra.
.
Karena mungkin merasa diperhatikan, tiba-tiba, orang yang berada tidak jauh dari meja yang Zuhra tempati, itu pergi dengan pergerakan yang cepat. Lagi...Citra yang melihat nya.
__ADS_1