
.
.
.
sedangkan Citra?
"KAK, KAK RAFAEL , KAK RIFKI, ZUHRA DI SINI." teriak Citra dari arah kamar Zuhra.
Sontak Rafael dan Rifki yang mendengar teriakan Citra, mereka langsung berlari menaiki tangga menuju ke kamar Zuhra.
Dan betapa terkrjut nya mereka saat melihat ke adaan Zuhra yang sedang tak sadarkan diri di pojok kamar.
"Citra ini ke-kenapa?" tanya Rifki
"Aku juga nggak tau, hiks Ra, bangun dong" Citra menangis melihat kondisi sahabatnya yang sangat memprihatinkan.
"Udah deh, mendingan sekarang kita bawa Zuhra ke rumah sakit" tukas Rafael yang mendapatkan persetujuan dari keduanya.
.
.
.
Sesampainya di rumah sakit, rafael langsung memanggil dokter untuk menangani Zuhra. kini mereka sedang menunggu Zuhra yang sedang di periksa oleh dokter di depan ruangan nya.
Mereka menunggu agak lama, ah semoga Zuhra tidak apa apa, pikir mereka.
klik
Seorang dokter keluar dari ruangan, di ikuti seorang suster di belakangnya, yang sontak semuanya langsung berdiri mengerubungi sang dokter.
__ADS_1
"Dok gi-gimana zuhra? dia nggak apa-apa kan? apa ada yang serius dengan Zuhra? kok lama ya?" cerca Rafael pada dokter.
"Ehm maaf sebelumnya apa salah satu dari kalian ada yang bisa ikut ke ruangan saya?" jawab dokter tersebut.
" Saya" jawab Rafael dan Citra ber barengan.
"Saya" ucap Citra.
"Udah biar gue aja,"
"Aku aja kak, mending kak Rafa tunggu sini "
"Udah deh mending lo nurut, gue aja yang kesana" jawab Rafael melanjutkan debat dengan Citra, sedangkan Rifki dan dokter hanya melongo menatap ke arah mereka ber dua.
"Ya sudah. Sekarang kalian berdua langsung ke ruangan saya, dan mas yang satu nya lagi tetap di sini." jawab sang dokter menyudahi pertengkaran mereka.
#
"Jadi begini mas, mbak, pasien mengalami kekurangan cairan, dan seperti nya pasien sudah tidak makan selama berhari-hari ya? karena sistem imun tubuh nya melemah, untung saja pasien kuat. pasien harus di rawat selama dua sampai tiga hari." jelas dokter.
"Silahkan mas, namun pasien belum sadar"
#
Setelah dari ruang dokter, kini Rafael, Citra dan Rifki sedang berada di ruang rawat Zuhra.
"hiks Ra kamu bangun dong, mau sampai kapan kamu ga sadar-sadar, ka-kamu tau gak si, aku khawatir sama kamu, dari kemarin aku ke rumah kamu, aku chat aku telfon tapi kamu ga aktif hiks ." cerocos Citra sambil terisak di samping brankar Zuhra.
ya memang mereka sudah menunggu selama setengah jam an, namun Zuhra belum membuka matanya.
" eugh, sa-kit". lenguh Zyhra sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut hebat.
"Eh ra lo udah sadar, Ki panggil dokter." kata Rafael antara bahagia dan cemas karena melihat Zuhra kesakitan.
__ADS_1
Rifki langsung memencet tombol merah tanda darurat untuk memanggil dokter dan suster.
Suster dan dokter datang dan memeriksa ke adaan Zuhra.
"Alhamdulillah, keadaan mba zuhra sudah mulai setabil, dan jangan banyak gerak dulu ya mba, karena kondisi mba masih lemah." ujar dokter.
…
"Ini mba buburnya, jangan lupa di makan ya!" ujar sang suster sambil tersenyum ramah, lalu melangkahkan kaki nya ke luar ruangan.
"Biar gue aja yang nyuapin Zuhra" seru Rafael.
"Euh, kenapa a-aku bisa ada di sini? tanya Zuhra lemah.
"Udah Ra mending sekarang kamu makan aja dulu, biar tenaga kamu pulih oke!"
jawab Citra, ya memang di ruang rawat zuhra sekarang hanya ada Citra dan Rafael saja, di karenakan Rifki sudah pulang duluan.
"Iya kamu makan dulu ya, biar gue suapin" ucap Rafael lembut.
"Aaa ayo dong buka mulut nya hm?"
"I-iya," Zuhra pun menerima suap demi suap bubur itu, walau rasanya hambar, namun tak bisa dia pungkiri, dia juga sebenar nya lapar.
"Ayok minum dulu"
citra hanya ter senyum senyum sendiri melihat mereka berdua yang terlihat seperti sepasang kekasih😄
"Udah sekarang, lo mending istirahat ya?, gue harus balik dulu ada urusan, besok pulang kuliah gue ke sini lagi, Cit lo di sini kan nungguin Zuhra?" tanya Rafael
"Iya kak, tenang aja, aku di sini kok jagain Zuhra"
"Ya udah gue permisi, " tak lupa juga dia memberi salam sebelum pergi.
__ADS_1
namun baru sampai di pintu Zuhra menyebut namanya.
"Kak Rafa, m-makasih," ucap Zuhra pelan dan tak lupa juga senyum tipis yang terukir di bibir nya.