
.
"Apa maksud om?!" ucap Zuhra kaget, karena orang itu tau bahwa orang tua nya sudah tiada.
Zuhra sudah terlepas dari ikatan itu, sekarang dia duduk di kursi itu untuk mendengarkan jawaban laki laki paruh baya itu.
"Ha ha ha, asal kau tau, saya, saya lah yang membunuh orang tuamu. Saya yang menyuruh orang untuk membunuh orang tua mu sampai mati, ha ha ha " ucap laki laki paruh baya itu sambil menunjuk nunjuk dada nya sendiri.
Bagai di siram air panas, kini matanya mulai memanas. Air mata pun luruh seketika. Mata nya langsung memerah dan mengeluarkan air mata.
"K-kenapa, Ke-napa om be-gitu jahat! A-apa s salah kedua orang tua ku ?! " ucap Zuhra lantang di sertai air mata yang terus mengalir deras di wajah cantik nya.
"Hmmm salah kedua orang tuamu? apa ya salah mereka, he he " ucap laki laki paruh baya.
"Sebenar nya, apa yang kau sembunyikan orang tua " tanya Rafael geram.
"Diam kau" tunjuk nya pada Rafael
"Sebenar nya dulu saya sangat mencintai Maya, saya sangat mencintai ibu mu. Tapi kenap ibumu itu malah memilih si bedebah itu sebagai suami nya, apa kurang nya saya, saya itu orang kaya, uang banyak, apapun bisa saya beli, bahkan orang tua ibu mu pun menyetujui nya.
Tapi apa, ibu mu malah memilih si Abrisyam yang tidak punya apa apa, dia miskin, yatim piatu. sejak saat itu saya memutuskan untuk pergi dari kehidupan maya, tapi saya masih menyimpan dendam yang ter-amat besar kepada Abrisyam, saya juga membenci Maya karena dia tidak menerima cinta saya. Sampai pada saya menemukan Maya yang sudah bahagia bersama Abrisyam, bahkan mereka mempunyai anak yang sangat cantik, yaitu kamu, kamu nak kamu cantik sekali, kamu mirip sekali dengan ibu mu di waktu muda. Saya benci melihat mereka selalu bahagia, akhir nya saya putuskan untuk membunuh mereka saja, agar mereka mati dan masuk neraka ha ha ha " ucap laki laki paruh baya itu panjang kali lebar di sertai mata nya yang memerah menahan amarah.
__ADS_1
Zuhra yang sudah mendengar semua cerita dari orang itu hanya bisa menangis dalam diam, dia tidak menyangka, ada ya orang balas dendam gara gara cinta yang tidak ter balaskan.
"Ka-kamu begitu jahat, ka-kamu iblis " ucap Zuhra pelan di iringi isak tangis nya.
"Memang saya iblis, ha ha ha " ucap laki laki paruh baya disertai tawanya yang menggelegar.
Rafael mendekat ke arah Zuhra, dia berusaha menguatkan Zuhra.
"Kamu harus tenang ya, kamu harus ikhlas, insyaAllah orang itu akan mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat nanti " ucap Rafael lembut, dan dia tiba-tiba menggunakan kata aku -kamu bukan elo-gue seperti biasa nya.
Alex dan Boni datang di sertai beberapa orang berseragam polisi.
"Apa maksud kalian, kalian tidak mempunyai bukti apa apa. Jngan asal tuduh ya, kalian bisa saya tuntut balik " ucap laki laki paruh baya itu tak terima.
"Hey bapak tua, siapa bilang kita tidak mempunyai bukti. Saya sudah merekam pembicaran mu itu tadi, ha ha ha " ucap Rifki yang ternyata dari tadi dia sudah merekam prmbicaran itu.
"Baik, silahkan bapak ikut kami ke kantor untuk di mintai keterangan, pak tangkap mereka" ucap seorang polisi 1 menunjuk laki laki paruh baya beserta rekan nya itu.
"Baik pak " ucap polisi 2
"HAIH, SAYA MASUK KANTOR POLISI ATAU MATI PUN TIDAK APA APA, YANG PENTING SI BEDEBAH ITU SUDAH MATI, HA HA HA " teriak laki laki paruh baya itu seperti orang kesetanan.
__ADS_1
Setelah orang itu di bawa ke kantor polisi, di sertai Rifki yang ikut ke kantor karena dia yang mempunyai bukti itu, dan rekaman Cctv yang ada di jalan pasca kecelakaan itu pun sudah ada di tangan polisi.
Kini di ruangan itu hanya ada Rafael, Zuhra, Alex dan Boni.
Zuhra masih saja menatap kosong ke arah depan, dia masih tidak menyangka dengan apa yang di alami nya selama satu bulan terakir ini.
"Boni lo ke sini naik apa?" tanya Rafael pelan.
"Gue bawa mobil sama alex "
"Oke sekarang mending lo pulang naik mobil lo, dan alex anterin gue pake mobil gue "
"Oke "
Alex dan Boni sudah keluar dari bangunuan itu.
Sekarang hanya ada Zuhra dan Rafael saja.
"Ra, sekarang kita pulang ya? Aku anter kamu ke rumah " Zuhra tidak menjawab, dia hanya berdiri dan melangkahkan kaki nya pelan menuju luar bangunan tanda dia menyetujui ajakan Rafael.
Sekarang fikiran nya benar benar kalut.
__ADS_1