
Hari ini adalah hari dimana Mahasiswa dan Mahasiswi di Universitas Panca Buana akan mengikuti Ujian Akhir Semester. Termasuk Zuhra.
Zuhra sudah siap dengan gamis panjangnya. Dia mengeluarkan motor maticnya dari dalam garasi. Dan melesat pergi dengan kecepatan sedang.
Sesampainya dia di kampus. Dia menunggu Citra di taman kampus. Membuka tasnya, mengambil buku, kemudian membaca ulang materi yang kemungkinan akan keluar di waktu Ujian nanti.
"Assalamualaikum Niya" seseorang berdiri di samping Zuhra.
"Waalaikum salam." jawab Zuhra mendongak melihat orang itu. Bahkan dia tidak sadar jika orang itu memanggilnya dengan panggilan nama yang berbeda.
"Boleh duduk di sini" ucapnya.
"Boleh"
Ya, orang itu adalah Rafael. dengan balutan jaket hitam perpaduan antara biru dan putih. Dan wajahnya yang terkena sinar matahari,
menambah ketampanannya.
"Lagi belajar ya? Semangat Ujiannya"
"Iya pasti. Semangat juga kak. Biar nanti dapet IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tinggi"
"Woey udah berduaan aja nih" ucap Rifki nongol bersama Citra.
"Iya ya. Biarin kak, nggak usah sirik" timpal Citra.
"Yee siapa yang sirik. lo kali"
"Kak Lugan kali"
Ya seperti biasa, jika Citra bertemu Rifki. Sudah bisa dipastikan terjadi keributan-keributan kecil diantara mereka berdua.
"Bisa diem gak?!" Rafael kesal.
"NGGAK" Citra dan Rifki menjawab serempak, kemudian mereka tersadar dengan ucapan mereka masing-masing.
"E-hehe, Ra kita ke kelas yuk. Kira-kira kita dapaet bangku paling depan atau paling belakang ya. Semoga aku dapet paling belakang deh. Zuhranya aku bawa ya! dah" Citra menarik lengan Zuhra.
"Y-ya. Assalamualaikum" ucap Zuhra pada Rafael dan Rifki.
"Waalaikum salam"
__ADS_1
.......
Ternyata Zuhra mendapatkan meja ujian paling depan sebelah kanan tepat berhadapan dengan meja pengawas.
"Wah kamu dapet paling depan tuh mejanya Ra. Lempeng meja Dosen lagi!" Citra khawatir.
"gak papa kok. Gimana kamu udah belajar belum."
"Ra Ra, kamu yang dapet meja paling depan. Kok aku yang jadi was-was yha...? Iya ini juga mau baca ulang materinya. 10 menit menuju ujian. Fighting!"
.......
Hari berganti hari. Seperti biasa setelah mengikuti UAS di kampusnya. Zuhra akan menyempatkan diri untuk mengecek kantornya. Terkadang jika dia merasa lelah dia akan berdiam diri di rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Tidak terasa Ujian Akhir Semester Zuhra telah usai dan berjalan dengan lancar. Tinggal menunggu hasilnya saja.
Kuliah diliburkan selama satu minggu untuk memberi waktu para Dosen menilai hasil test UAS para mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Panca Buana.
Zuhra, Citra, Rafael dan Rifki. Sedang berada di kantin kampus untuk mengisi kekosongan ditubuh mereka dengan makanan.
"Huah akhirnya masa-masa sulit sudah terlewatkan. Semoga skripsi gue diterima deh." Rifki merentangkan kedua tanganya sampai menyenggol lengan Citra.
"Hiiiih apaan sih kak, biasa aja dong. Nyenggol-nyenggol segala" gerutu Citra.
Rifki melihat Rafael yang akan berbicara kepada Zuhra. Rifki langsung memotongnya. "Ra, kamu mau pesen apa?" ucap Rifki dengan suara yang ditirukan agar mirip dengan suara Rafael.
Rafael melirik Rifki sebal. "Lo pesen tinggal pesen aja ki. Gak usah aneh-aneh deh"
"Apa sih Raf. Emang gitu kan? Lo pasti mau nanya ke Zuhra kek gitu, yaudah biar gue wakilin"
"Serah lo. Bu" Rafael memanggil bu kantin.
"Ya mas"
"Saya pesen es teh satu sama siomaynya satu porsi. Lo pada mau pesen apa? Ra kamu mau makan apa?" tanya Rafael.
"Alah kak Lugan. Giliran ke Zuhra aja suaranya lembut kaya semut. Aku pesen batagor sama satu botol air putih aja" ucap Citra.
"Aku samain aja kaya Citra" ucap Zuhra akhirnya membuka suara. Sedari tadi dia hanya diam mendengarkan celotehan- celotehan mereka.
"Ya udah bu itu aja"
__ADS_1
"Ditunggu mas mbak" bu kantin pergi.
"Weh gue belum pesen apa-apa lho" Rifki kesal.
"Pesen sendiri sana" Rafael tersenyum meledek kearah Rifki.
"Jahat banget lo Raf"
Rifki akhirnya memutuskan untuk memesan makanannya sendiri.
.
"Silahkan mas mba, tak tinggal dulu yo" bu kantin mengantarkan makanan.
"Sebenernya sih, otak abis ke kuras kek gini kita butuh Represhing ya. Mumpung libur satu minggu, lumayan lah represhing dulu sebelum menyambut hari kelulusan, ya nggak Raf...?" ucap Rifki sambil mengunyah makanannya.
"Hmm" Rafael hanya menjawabnya dengan dengungan.
"halah nggak asik lo"
"Heh kak, kalo makan tuh diem, tenang. Jangan ngomong terus. Pamali tau. Terus refreshing bukan represhing kalo ngomong yang bener dong.!" ucap Citra.
"Suka-suka gue lah. Lo juga ngomong tuh"
"Aku kan cuma ngasih tau"
"Masa sih"
"Iyaaa" Citra kesal. Tanpa mereka sadari, Zuhra dan Rafael sudah pergi dari kantin. Tentu saja itu semua ide Rafael.
.
Rafael dan Zuhra berada di area tempat parkir.
"Kak, tapi kita kan belum bayar..."
"Biarin mereka yang bayar"
...
Di suatu tempat, terdapat sebuah ruangan sempit dan gelap.
__ADS_1
"Dengan begini, gue bisa terus tau informasi-informasi terbaru mengenai cewek itu. Ha ha ha."
"Gue emang belum kenal lama sama lo Rafael. Tapiii...! Gue suka sama lo Rafael. Dan...gue juga tau, lo bahkan gak pernah kenal sama gue, tapi gue kenal sama lo. Karena gue selalu merhatiin lo dari jauh. Semakin gue tau tentang lo, juga semakin gue suka sama lo" lanjutnya berbicara sendiri dengan pandangan yang rumit.